Mendikbud Sebut Masyarakat Buta Huruf Turun Drastis

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 08 September 2017
Mendikbud Sebut Masyarakat Buta Huruf Turun Drastis

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, angka buta huruf di Tanah Air mulai terlihat menurun.

"Indonesia merupakan negara dengan penduduk nomor empat terbanyak di dunia, tetapi angka buta huruf hanya 2,07 persen," kata Muhadjir dalam peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) di Kuningan, Jawa Barat, Jumat (8/9).

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu menambahkan, tidak ada negara di dunia yang bebas dari buta huruf, termasuk negara maju seperti Amerika Serikat.

"Di Amerika Serikat buta huruf sebanyak satu persen, sedangkan di Indonesia 2,07 persen. Maka, dibutuhkan kerja keras untuk memberantasnya," katanya.

Dia menjelaskan, buta huruf bukan hanya tidak bisa baca, tulis ,dan berhitung, tetapi yang lebih mendasar mereka harus mendapatkan sesuatu dari kemampuan baca tulis dan hitung itu.

Menurutnya, orang tua juga harus hati-hati, jangan sampai mengajari anak membaca, tetapi tidak bisa belajar.

"Penelitian menyebutkan sebagian besar anak Indonesia ke sekolah, tetapi tidak belajar. Bersekolah dan belajar dua hal berbeda. Belajar tanpa mendapatkan pelajaran harus diwaspadai," kata dia.

Salah satu contohnya, lanjut dia, adalah di media sosial yang negatif tanpa mendapatkan pelajaran sedikitpun.

Saat ini, jumlah buta aksara hanya sekitar 2,07 persen atau sekitar 3,4 juta jiwa. Angka buta aksara masih terdapat di sejumlah provinsi, yakni Papua (28,75 persen), NTB (7,91 persen), NTT (5,15 persen), Sulawesi Barat (4,58 persen), Kalimantan Barat (4,50 peren), Sulawesi Selatan (4,49 persen), Bali (3,57 persen), Jawa Timur (3,47 persen), Kalimantan Utara (2,90 persen), Sulawesi Tenggara (2,74 persen), dan Jawa Tengah (2,20 persen).

Sementara, 23 provinsi lainnya sudah berada di bawah angka nasional. Jika dilihat dari perbedaan gender, tampak bahwa perempuan memiliki angka buta aksara lebih besar jika dibandingkan dengan laki-laki dengan jumlah, yakni 1.157.703 orang laki-laki, dan perempuan 2.258.990 orang. (*)

Sumber: ANTARA

#Mendikbud #Muhadjir Effendy
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Eks Menko PMK Muhadjir Effendy Akui Dicecar KPK soal Jabatan Menag Ad Interim

 Muhadjir yang kini menjabat Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji diperiksa di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (18/5).
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Eks Menko PMK Muhadjir Effendy Akui Dicecar KPK soal Jabatan Menag Ad Interim
Indonesia
Muhadjir Effendy Tiba-Tiba Nongol di KPK Usai Disebut Batal Diperiksa
Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy mendadak hadir di KPK setelah sebelumnya disebut batal diperiksa terkait kasus korupsi kuota haji 2023–2024.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Muhadjir Effendy Tiba-Tiba Nongol di KPK Usai Disebut Batal Diperiksa
Indonesia
KPK Batal Periksa Penasihat Khusus Presiden di Kasus Korupsi Haji, Ini Gara-garanya!
Muhadjir Effendy pernah menjabat sebagai Menteri Agama Ad Interim pada 2022
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
KPK Batal Periksa Penasihat Khusus Presiden di Kasus Korupsi Haji, Ini Gara-garanya!
Indonesia
Profil Juwono Sudarsono Menteri 4 Pemerintahan Meninggal Diusia 84 Tahun
Selain menjabat sebagai Menhan maupun Mendikbud, Juwono diketahui sempat menjadi Menteri Negara Lingkungan Hidup pada masa Presiden Ke-1 RI Soeharto.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 28 Maret 2026
Profil Juwono Sudarsono Menteri 4 Pemerintahan Meninggal Diusia 84 Tahun
Indonesia
Jokowi Masih Pemulihan, Eks Menko Muhadjir Bertemu 1 Jam Doakan Kesehatan
Pertemuan keduanya berlangsung tertutup berlangsung selama 1 jam.
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Juni 2025
Jokowi Masih Pemulihan, Eks Menko Muhadjir Bertemu 1 Jam Doakan Kesehatan
Indonesia
Jusuf Kalla Kritik Pedas Mendikbud Nadiem: Tidak Pernah ke Daerah, Jarang ke Kantor
JK menilai perlu sosok yang berkompeten untuk mengisi pos tersebut.
Mula Akmal - Minggu, 08 September 2024
Jusuf Kalla Kritik Pedas Mendikbud Nadiem: Tidak Pernah ke Daerah, Jarang ke Kantor
Indonesia
Menko PMK Sebut Jemaah Meninggal Tahun Ini Menurun
Proses pemberangkatan jemaah ke Arab Saudi berlangsung hingga 10 Juni 2024
Angga Yudha Pratama - Jumat, 05 Juli 2024
Menko PMK Sebut Jemaah Meninggal Tahun Ini Menurun
Indonesia
Menko PMK Dukung Mahasiswa Pakai Pinjol Buat Bayar Kuliah
Muhadjir Effendy mendukung usulan program pinjaman online untuk mahasiswa membayar UKT.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juli 2024
Menko PMK Dukung Mahasiswa Pakai Pinjol Buat Bayar Kuliah
Indonesia
Terima Banyak Laporan Kecurangan, Menko PMK Bentuk Satgas Pengendalian PPDB
Usulan pembentukan satgas pengendalian PPDB telah disampaikan ke Presiden Joko Widodo.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 01 Juli 2024
Terima Banyak Laporan Kecurangan, Menko PMK Bentuk Satgas Pengendalian PPDB
Indonesia
Pemudik Jangan Bawa Pendatang Baru, Menko PMK: Angka Pengangguran Cukup Tinggi
Muhadjir menghormati pendatang yang ingin mendapatkan mata pencaharian di kota, namun harus memiliki keahlian dan keterampilan.
Frengky Aruan - Selasa, 16 April 2024
Pemudik Jangan Bawa Pendatang Baru, Menko PMK: Angka Pengangguran Cukup Tinggi
Bagikan