MerahPutih.com - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua resmi dikategorikan sebagai teroris oleh pemerintah. Keputusan ini diambil pemerintah melakukan rapat bersama para pemangku kepentingan di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Asisten Kapolri bidang Operasi, Irjen Imam Sugianto mengatakan, Polri tengah membahas pelibatan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri untuk mengejar KKB di Papua. Jajaran Polri masih menunggu arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Baca Juga
“Nanti arahan Pak Kapolri bagaimana terutama pelibatan Densus,” kata Imam kepada wartawan, Kamis (29/4).
Imam mengatakan, ketika KKB dikelompokan sebagai teroris, maka Densus 88 bisa ikut turun tangan dalam hal penegakan hukum. Namun, pembagian tugas di lapangan masih dalam tahap pembahasan.
“Artinya kalau sudah ditetapkan gitu, Densus nanti harus kita ikutkan membantu. Paling tidak memetakan, segala macam itu,” jelasnya.
Polri akan mengubah pola operasi pemeliharaan keamanan di Papua. Tetapi, dia belum menjelaskan secara detail soal perubahan operasi tersebut.
"Berarti akan kami susun lagi pola operasinya," kata Imam.
Diketahui, saat ini TNI/Polri melaksanakan Operasi Nemangkawi dalam rangka memelihara keamanan di Papua dari gangguan KKB. Belakangan ini, KKB menebar aksi teror di Kabupaten Puncak, Papua.
Sebelumnya, kelompok itu menembak mati dua guru, yaitu Oktovianus Rayo dan Yonatan Renden.
Oktovianus ditembak KKB pada Kamis (8/4) di Kampung Julukoma, Distrik Beoga. Sementara Yonatan ditembak pada Jumat (9/4) di ibu kota Distrik Beoga.
KKB juga membakar beberapa rumah guru dan sejumlah ruangan di tiga sekolah, yaitu SD Jambul, SMP Negeri 1 Beoga, dan SMA Negeri 1 Beoga.
Kemudian, KKB menembak mati seorang pengojek sepeda motor bernama Udin seusai mengantar penumpang di Kampung Eromaga pada Rabu (14/4). KKB pun menembak seorang pelajar SMAN 1 Ilaga, Ali Mom, pada Kamis (15/4).
Berikutnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua Brigjen I Gusti Putu Danny Nugraha gugur dalam kontak tembak dengan KKB di Distrik Beoga, Minggu (25/4).
Terkini, pada Selasa (27/4/2021), satu anggota Brigade Mobil (Brimob) dari Satgas Nemangkawi gugur dalam kontak tembak dengan KKB. Dua anggota lainnya mengalami luka-luka akibat terkena tembakan. (Knu)
Baca Juga