Menakar Kesulitan Jokowi dan Prabowo Cari Cawapres Ideal

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 09 Mei 2018
Menakar Kesulitan Jokowi dan Prabowo Cari Cawapres Ideal

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) memberi hormat ala militer kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta saat pelantikan Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan pada S

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Petahana Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto masih berada di urutan pertama calon presiden dalam Pilpres 2019. Namun tak kalah panas adalah persaingan memperebutkan jatah pendamping mereka.

Hingga kini belum ada kepastian siapa yang akan mendampingi siapa dan baru sekadar deklarasi parpol tertentu saja untuk menduduki kursi RI 2.

Dari sejumlah nama yang beredar, Muhaimin Iskandar, Airlangga Hartarto, Romahurmuziy, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Mahfud MD hingga Sri Mulyani disebut-sebut layak mendampingi Petahana Jokowi.

Sementara dari pihak Prabowo, Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo, dan sejumlah kader PKS disebut layak mendampingi Ketum Partai Gerindra.

Sejumlah santri menunjukkan poster saat Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Sejumlah santri menunjukkan poster saat Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Menyikapi hal itu, Pengamat Politik Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komaruddin menilai, tidak ada yang sulit untuk sekadar menunjuk siapa Cawapres yang pantas mendampingi Capres.

Hanya saja, lanjut dia, Parpol sedang melihat dinamika politik yang berkembang. "Mereka akan memutuskan siapa yang layak pada waktu yang tepat sesuai kondisi politik," katanya, saat dimintai keterangan, Rabu (9/5).

Menurut Ujang, biasanya politik terlihat ril dan nyata pada saat-saat terakhir pendaftaran. "Biasanya terlihat jelang penutupan. Dan mereka akan daftar di injury time," tutur Dosen Universitas Al-Azhar Indonesia itu.

Seberapa Sulit Tentukan Cawapres

Presiden Jokowi. Foto: Setkab

Dari nama Cawapres yang beredar ada sejumlah tokoh parpol yang ikut memperebutkan kursi RI 2, di antaranya, Muhaimin Iskandar (Ketum PKB), Romahurmuziy (Ketum PPP), Airlangga Hartarto (Ketum Golkar), AHY (Demokrat), 9 Kader PKS dan Zulkifli Hasan.

Selebihnya merupakan profesional yang aktif di berbagai bidang, seperti Gatot Nurmantyo, Sri Mulyani, Anies Baswedan (Gubernur DKI), Tuan Guru Bajang (Gubernur NTB) dan beberapa nama lainnya.

Menilai persaingan itu, Ujang mengatakan Jokowi sebagai calon petahana pasti tidak ingin salah pilih. "Salah memilih cawapres bisa dikalahkan lawan politiknya," tutur dia.

Prabowo
Prabowo Subianto. (Facebook/Prabowo Subianto)

Sebaliknya, Pengamat Politik UIN Jakarta Adi Prayitno menilai Prabowo malah menghadapi kendala yang lebih berat daripada Jokowi dalam menentukan cawapresnya. Sebab, Prabowo berada dalam posisi dilematis terkait kondisi parpol pendukungnya, karena PKS ingin Cawapres dari kadernya dan di sisi lain PAN juga ngotot ingin mencalonkan kadernya.

"Jika Prabowo pilih Cawapres dari PKS, PAN belum tentu ikut gabung, begitu juga sebaliknya, jika Prabowo pilih kader PAN, PKS bisa lari, dilematis sekali," kata Adi, saat dihubungi dalam kesempatan terpisah.

Adi pun berpendapat jika Ketum Gerindra itu ingin menyaingi Jokowi di Pilpres 2019, maka harus memilih calon alternatif sebagai pasangan duetnya. "Harus ada calon alternatif yang punya elektabilitas bagus," tandasnya. (Fdi)

#Pilpres 2019 #Jokowi #Prabowo Subianto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
LIMS: Saat Alat Negara Dipakai Intai Presiden Prabowo Subianto
Skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo lewat server LIMS Polri bikin heboh. Apa itu LIMS dan gimana cara kerjanya? Cek faktanya di sini
Angga Yudha Pratama - 16 menit lalu
LIMS: Saat Alat Negara Dipakai Intai Presiden Prabowo Subianto
Indonesia
Bareskrim Tetapkan Jenderal LSP Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Polri tetapkan KSP Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (LSP) & 7 anggota polisi sebagai tersangka penyadapan Presiden Prabowo. Cek rincian kasusnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 03 November 2026
Bareskrim Tetapkan Jenderal LSP Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Indonesia
Sidang Roy Suryo 5 November 2026 Terbuka untuk Umum, Simak Aturan dari PN Jaktim
Sidang Roy Suryo yang dihadiri Jokowi pada 5 November 2026, bakal dibuka untuk umum. Berikut ketentuannya.
Soffi Amira - Selasa, 03 November 2026
Sidang Roy Suryo 5 November 2026 Terbuka untuk Umum, Simak Aturan dari PN Jaktim
Berita
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Roy Suryo, PN Jaktim Batasi 80 Pengunjung
Jokowi akan menghadiri sidang Roy Suryo di PN Jaktim, Kamis (5/11). Namun, jumlah pengunjung dibatasi menjadi 80 orang.
Soffi Amira - Selasa, 03 November 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Roy Suryo, PN Jaktim Batasi 80 Pengunjung
Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Indonesia
Dicari Prabowo Tidak Ada, KDM Ternyata Ikut Padamkan Karhutla Ciremai: Juga Sudah Lapor ke Pak Seskab!
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) buka suara alasan absen saat dicari Presiden Prabowo. KDM mengaku fokus memimpin pemadaman karhutla Gunung Ciremai.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Oktober 2026
Dicari Prabowo Tidak Ada, KDM Ternyata Ikut Padamkan Karhutla Ciremai: Juga Sudah Lapor ke Pak Seskab!
Indonesia
Pemerintah Siapkan Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening, Bakal Dapat Saldo?
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening. Simak target dan kriteria penerimanya.
Soffi Amira - Jumat, 23 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening, Bakal Dapat Saldo?
Indonesia
Momen Kocak Prabowo Cari Gubernur Jabar KDM yang Absen di 'Kandang Sendiri' Hingga Goda Pramono Anung
Presiden Prabowo Subianto curi perhatian publik saat mencari keberadaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) yang absen di acara Rakornas TPAKD. Simak momen uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Oktober 2026
Momen Kocak Prabowo Cari Gubernur Jabar KDM yang Absen di 'Kandang Sendiri' Hingga Goda Pramono Anung
Bagikan