Kesehatan

Memar Tak Kunjung Sembuh? Hati-Hati, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 25 Juni 2019
Memar Tak Kunjung Sembuh? Hati-Hati, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Hati-Hati! Ini Penyebab Memar yang Tak Kunjung Sembuh (Foto: Healthline)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

WALAUPUN bekas memar masih banyak orang yang kurang mempedulikan, tetapi kamu harus berhati-hati! Saat seseorang jatuh lalu menyebabkan gesekan atau benturan pada kulit, pembuluh darah memiliki peran penting untuk menekan gesekan atau benturan pada kulit, menjadikan bagian kulit itu terlihat dan terasa memar.

Memar ini juga sering dialami oleh orang yang sudah lanjut usia, hal ini dikarenakan kulit mereka yang sudah menipis menjadikan luka memar itu susah untuk sembuh, dan bahkan bisa membekas.

Jika kamu yang masih belum lanjut usia, kamu memiliki kulit yang belum setipis mereka. Namun jika kamu memiliki memar pada kulit kamu dan tak kunjung sembuh, sepertinya kamu harus ketahui penyebabnya!

1. Kekurangan Vitamin

Memar Tak Kunjung Sembuh? Hati-Hati, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Kekurangan Vitamin (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Hati-hati jika kamu kekurangan vitamin, apalagi vitamin C pada tubuh kamu. Kekurangan vitamin C bisa membuat luka yang kamu dapatkan menjadi semakin lama untuk sembuh, seperti gusi yang berdarah ataupun luka sayat juga akan lama untuk sembuh.

2. Penggunaan Antidepressant

Memar Tak Kunjung Sembuh? Hati-Hati, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Penggunaan Antidepressant (Foto: Pexels/Pixabay)

Penggunaan antidepressant juga bisa mempengaruhi lamanya memar lho, karena penggunaan obat-obatan tersebut bisa mempengaruhi aliran pada darah, seperti penggunaan celexa dan prozac misalnya.

Penggunaan obat lain seperti warfarin dan aspirin juga berlaku sama dengan obat antidepressant. Jadi kamu perlu berhati-hati dalam penggunaan obat tersebut, harus dengan saran dari dokter.

3. Peradangan Pembuluh Darah

Memar Tak Kunjung Sembuh? Hati-Hati, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Peradangan Pembuluh Darah (Foto: Pexels/Pixabay)

Peradangan pembuluh darah atau biasa disebut vasculitis bisa membuat luka memarmu menjadi susah sembuh. Selain memar, akan ada banyak gejala yang kamu dapatkan dari vasculitis, seperti contohnya nafas yang sesak, bintik-bintik ungu pada kulitmu, tukak lambung, dan bahkan anggota badanmu akan mati rasa.

4. Leukemia

Memar Tak Kunjung Sembuh? Hati-Hati, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Leukemia (Foto: Medical News Today)

Sudah tidak bisa diargumentasikan lagi, kanker leukemia memang mempengaruhi aliran darah dalam tubuh seseorang lho!

Kanker ini menyerang sumsum tulang pada badan seseorang yang membuat badan menjadi sangat susah untuk sembuh dari luka memar dan gusi berdarah.

5. Gangguan Perdarahan

Memar Tak Kunjung Sembuh? Hati-Hati, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Gangguan Perdarahan (Foto: Pexels/Pixabay)

Gangguan pendarahan seperti penyakit Von Willebrand bisa merusak sistem penyembuhan dalam tubuh seseorang, biasanya perawatan seperti penyuntikan hormon sintetis bisa membantu masalah ini.

Dikarenakan hemophilia A dan hemophilia B adalah protein yang diperlukan untuk pembekuan darah dalam tubuh kamu. Tetapi jangan menggunakan penyuntikan hormon sintetis secara berkala, karena akan beresiko dalam jangka panjang. (dnz)

#Luka #Tips Kesehatan #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Gigi berlubang hingga mencapai saraf belum tentu harus dicabut. drg. Yulita Bong, menjelaskan pilihan perawatan dan kondisi yang menentukan pencabutan gigi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 November 2026
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan