Memangku Laptop Ternyata Berbahaya bagi Kesehatan

Muchammad YaniMuchammad Yani - Jumat, 28 Agustus 2020
Memangku Laptop Ternyata Berbahaya bagi Kesehatan

Hindari terlalu sering memangku laptop. (Foto: Unsplash/Sergey Zolkin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DI masa pandemi ini, laptop mungkin menjadi salah satu teman bekerja, sekolah, atau kuliah. Ketika memakainya, terpaku dalam satu posisi terkadang membuat tubuh menjadi pegal. Oleh karenanya, kamu pasti sering memindahkan laptop dari meja ke pangkuan pahamu.

Memang sih, kamu jadi lebih fleksibel dalam melakukan pergerakan dan mengetik tugas. Namun ada bahaya yang mungkin belum kamu ketahui. Mengutip Hellosehat, berikut tiga bahaya kesehatan sering memangku laptop.

Baca juga:

Menggunakan Sistem Magnet, DJI Siap Rilis Osmo Mobile 4

1. Gangguan kulit

Kulit pahamu menjadi warna kecoklatan. (Foto: Unsplash/Mimi Thian)
Kulit pahamu menjadi warna kecoklatan. (Foto: Unsplash/Mimi Thian)

Seperti yang kamu ketahui, bagian bawah laptop tentu terasa hangat karena mesin yang bekerja. Ternyata, meletakkan laptop di pangkuan paha dapat menimbulkan masalah yang lebih serius.

Sebuah studi dalam jurnal Pediatrics mengungkapkan bahwa kondisi kulit akan berubah menjadi warna kecoklatan, berbintik-bintik, dan menyakitkan. Gejala sindrom kulit terpanggang itu diakibatkan oleh penggunaan jangka panjang memangku laptop yang ditempatkan di atas paha.

Baca juga:

Masker Ini Hadir untuk Lengkapi Kekurangan N95

2. Membunuh sperma

Membunuh sperma bagi laki-laki. (Foto: Unsplash/Avi Richards)
Membunuh sperma bagi laki-laki. (Foto: Unsplash/Avi Richards)

Pernahkah kamu terbayangkan jika suhu laptop dapat mempengaruhi hingga organ intim? Sebuah laporan dalam jurnal Human Reproduction pada 2005 meneliti hubungan panas laptop dengan sejumlah sperma yang berkurang pada pria. Ternyata panas dari laptop dapat menghangatkan sperma laki-laki hingga tidak aktif lagi.

Kondisi ini disebut hipertermia skrotum, berpotensi menjadi masalah besar terutama karena laptop sangat populer di kalangan pria muda. Dari sini, kita bisa belajar bahwa memangku laptop bisa mempengaruhi kesuburanmu.

3. Masalah punggung, pundak, dan leher

Tanpa disadari, tubuhmu membungkuk. (Foto: Unsplash/Windows)
Tanpa disadari, tubuhmu membungkuk. (Foto: Unsplash/Windows)

Risiko lain yang bisa terjadi adalah pada punggung, pundak, dan leher karena posisi tubuh yang buruk. Tanpa sadar, kamu pasti membungkuk saat menggunakan laptop yang diletakkan di lantai, meja kecil, atau pangkuan.

Semua itu tentu berimbas ke masalah punggung dan leher. Selain itu, masalah pundak juga dapat muncul akibat membawa laptop dengan posisi yang tidak benar. Penggunaan tas selempang bisa memberatkan satu sisi pundak yang sering dipakai. (and)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan