Headline

Meleset dari Target, Menkeu Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2019 Berkisar 5,08 Persen

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 30 Agustus 2019
 Meleset dari Target, Menkeu Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2019 Berkisar 5,08 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (MP/.Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 diperkirakan meleset dari target yang dipasang pemerintah yakni 5,2 persen. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,08 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Dalam keterangan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Sri Mulyani mengungkapkan setidaknya ada empat komponen ekonomi yang pertumbuhannya tidak maskimal pada semester II 2019.

Baca Juga:

Untungkan Kreditur Asing, Sri Mulyani Disebut Menkeu 'Terbalik'

Menkeu hanya melihat perbaikan kinerja dari kontribusi investasi dan konsumsi pemerintah, sementara andil ekspor masih negatif dan konsumsi rumah tangga juga tumbuh lebih lambat.

"Total untuk 2019, pertumbuhan kami proyeksikan jadi 5,08 persen (yoy) atau mendekati 5,1 persen. Outlook atau proyeksi masih di 5,2 persen. Tapi, secara internal kami lihat di 5,08 persen," ujar Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebutkan proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik pada tahun ini juga tidak lepas dari imbas perlambatan ekonomi global sepanjang tahun.

Sri Mulyani prediksi ekonomi Indonesia mengalami perlambatan pada tahun 2019 ini
Menkeu Sri Mulyani prediksi ekonomi Indonesia mengalami perlambatan pada tahun 2019 ini (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Keyakinan perlambatan perekonomian dunia juga diperkuat dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dari lembaga keuangan dunia seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional.

Di domestik, konsumsi rumah tangga yang berandil hingga 55 persen terhadap pertumbuhan ekonomi diperkirakan Sri Mulyani akan tumbuh melambat di kisaran 4,9-5,0 persen pada semester II 2019.

Perkiraan itu jauh lebih rendah dari realisasi pertumbuhan konsumsi rumah tangga di semester I 2019 yang sebesar 5,3 persen.

Sri Mulyani menyebut perlambatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga itu karena berakhirnya momentum pemilu dan Lebaran yang menjadi pendorong konsumsi rumah tangga.

"Sementara untuk konsumsi pemerintah, kita harap ada akselerasi belanja modal meskipun pada semester I 2019, penyaluran belanja modal masih belum optimal," jelas dia.

Namun, harapan timbul dari investasi. Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia hingga 0,5 persen pada kurun Juli-Agustus 2019 diharapkan mendorong aliran investasi langsung masuk. Pasalnya, timbul ekspektasi investor bahwa pembiayaan akan lebih murah.

"Investasi memang agak tricky (sulit) untk diprediksi. Kami harap ada arus modal masuk yang besar karena pada semester I 2019 itu investasi masih di bawah ekspektasi, jauh lebih rendah di bawah realisasi semester I 2018," ujar dia.

Baca Juga:

Perekonomian Domestik Stabil, Sri Mulyani Tetap Waspadai Perang Dagang

Menkeu Sri Mulyani sebagimana dilansir Antara berharap investasi dapat tumbuh mencapai 5,2 persen pada semetser II 2019, untuk meningkatkan kontribusi ke pertumbuhan ekonomi.

"Ekspor kami perkirakan di semester II 2019 masih di zona negatif," katanya.

Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada 2019 yang sebesar 5,08 persen, maka Sri Mulyani melihat pertumbuhan ekonomi pada semester II 2019 akan sebesar 5,11 persen.(*)

Baca Juga:

Sri Mulyani: Investasi Bisa Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi 5,3-5,6 Persen

#Pertumbuhan Ekonomi #Pertumbuhan Ekonomi Indonesia #Menteri Keuangan #Sri Mulyani Indrawati #Perlambatan Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia masih Kokoh di Tengah Gejolak Global
Dinamika global masih perlu diwaspadai karena sejumlah kekuatan ekonomi utama dunia tengah menghadapi ketidakpastian.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Pemerintah Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia masih Kokoh di Tengah Gejolak Global
Indonesia
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan besarnya penduduk usia produktif sebelum populasi menua dan rasio ketergantungan meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Anggaran Negara Habis, Sekolah Negeri Kembali Bebankan SPP
Ramai unggahan media sosial yang menyebut anggaran negara habis dan tahun 2027 sekolah akan kembali bebankan SPP. Simak kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Anggaran Negara Habis, Sekolah Negeri Kembali Bebankan SPP
Indonesia
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
APBN 2027 menganggarkan belanja Rp 4.106,3 triliun dengan defisit Rp 671,2 triliun atau 2,4 persen PDB untuk mendukung target ekonomi 6 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Indonesia
Menkeu Klaim Surat Utang BLBI saat Krisis 98 Dinyatakan Lunas
Penyelesaian dilakukan pada Agustus 2026 dengan memanfaatkan surplus Bank Indonesia (BI).
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Menkeu Klaim Surat Utang BLBI saat Krisis 98 Dinyatakan Lunas
Indonesia
Istri Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Kondisi Terkini sang Suami, Sedih hingga Melamun dan Tertawa Sendiri
Suaminya masih sering tertawa terkadang melamun dan masih menyimpan kekecewaan serta kesedihan
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Istri Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Kondisi Terkini sang Suami, Sedih hingga Melamun dan Tertawa Sendiri
Indonesia
Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp 1.791,5 Triliun hingga Agustus 2026, Tumbuh 29 Persen
Realisasi belanja pemerintah pusat hingga Agustus 2026 mencapai Rp1.791,5 triliun, tumbuh 29 persen. Belanja K/L tumbuh 33 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp 1.791,5 Triliun hingga Agustus 2026, Tumbuh 29 Persen
Indonesia
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia bisa masuk 5 besar ekonomi dunia pada 2050. Ia menyoroti inflasi 2,92 persen dan investasi Rp 1.010 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Indonesia
Menkeu Baru Dihadapkan pada Ujian Kepercayaan Pasar, DPR Soroti Arah APBN dan Utang
Momentum pergantian Menkeu harus dimanfaatkan untuk memperkuat kredibilitas fiskal sekaligus menjaga stabilitas pasar keuangan dan keyakinan investor.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
Menkeu Baru Dihadapkan pada Ujian Kepercayaan Pasar, DPR Soroti Arah APBN dan Utang
Bagikan