Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Melawan Krisis Iklim, Korea Selatan Janji Netral Karbon pada 2050

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 04 November 2020
Melawan Krisis Iklim, Korea Selatan Janji Netral Karbon pada 2050

Korea Selatan menetapkan diri untuk memakai energi terbarukan. (Foto: Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

IKUTI jejak Tiongkok dan Jepang, Korea Selatan sekarang menjadi ekonomi besar Asia ketiga yang menjanjikan netralitas karbon.

Melansir laman The Guardian, Moon Jae-in, Presiden Korea Selatan mengatakan bahwa Korea Selatan adalah salah satu negara dengan ekonomi yang paling bergantung pada bahan bakar fosil. Namun akan secara aktif menanggapi keadaan darurat iklim bersama komunitas internasional dan mencapai netralitas karbon pada 2050.

Baca Juga:

Ganti Istilah 'Perubahan Iklim' Menjadi 'Krisis Iklim'

iklim
Tahun 2050 Korea Selatan bebas karbon. (Foto: Pexels/Frans Van Heerden)

Moon berjanji untuk mengakhiri ketergantungan negaranya pada batu bara dan menggantinya dengan energi terbarukan sebagai bagian dari Green New Deal. Yang merupakan rencana bernilai miliaran dolar untuk berinvestasi dalam infrastruktur hijau, energi bersih, dan kendaraan listrik.

Deklarasi ini merupakan sebuah langkah besar menuju kemenangan bagi para pecinta lingkungan yang sudah lama mengkampanyekan isu krisis iklim. "Korea Selatan akhirnya selangkah lebih dekat untuk menyelaraskan dirinya dengan jalur pengurangan yang sesuai dengan tujuan kesepakatan iklim Paris." ucap Joojin Kim, direktur pelaksana LSM Solutions for Our Climate yang berbasis di Seoul, dalam sebuah pernyataan.

United Nations sangat senang mendengar kabar ini. "Ini adalah langkah yang sangat positif ke arah yang benar setelah Green New Deal Korea yang diumumkan pada bulan Juli," ucap Stéphane Dujarric, Juru Bicara Sekretaris Jenderal UN.

Sekretaris Jenderal sekarang menantikan langkah-langkah kebijakan konkret yang akan diusulkan dan dilaksanakan oleh Korea Selatan. Ini termasuk menyerahkan Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional (Nationally Determined Contribution) yang telah direvisi. NDC ini lebih ambisius dan konsisten dengan komitmen barunya terhadap netralitas karbon pada tahun 2050, tepat pada konferensi perubahan iklim PBB berikutnya, yang dijadwalkan tahun depan.

Baca Juga:

Krisis Iklim Pengaruhi Kesehatan Jantung Janin

iklim
Korsel mengurangi ketergantungannya pada batu bara. (Foto: Pexels/Pixabay)

Para pegiat lingkungan walau senang, mereka juga menekankan bahwa akan membutuhkan komitmen dan usaha besar untuk merealisasikan hal ini.

Menurut Solutions for Our Climate, Korea Selatan bergantung pada batu bara untuk sekitar 40% dari pembangkit listriknya, dengan energi terbarukan kurang dari 6%. Saat ini, masih ada tujuh unit pembangkit listrik tenaga batu bara yang sedang dibangun. Mereka juga merupakan salah satu dari tiga pemberi dana publik teratas untuk proyek pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri, kebanyakan di Asia.

Mengutip Barrons yang mendapatkan artikel dari AFP, Joojin mengatakan bahwa, "Net-zero 2050 tidak dapat dicapai tanpa perubahan mendasar dalam kebijakan energi Korea Selatan." Korea Selatan harus segera menghentikan pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara baru, dan mulai mengganti armada batu bara yang ada dengan pasokan energi terbarukan.

Sebelumnya, Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga juga telah berjanji akan membuat negaranya menjadi netral karbon dalam 30-40 tahun kedepan. Indonesia sebagai salah satu penyumbang emisi terbesar di dunia kapan ya? (lev)

Baca Juga:

#Perubahan Iklim #Batu Bara #Korea Selatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Febrie Adriansyah Tegaskan Tak Terkait Bisnis Kafe di Cipete, akan Hormati Penyidikan Polri
Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah membantah memiliki keterkaitan dengan bisnis kafe di Cipete yang ramai dibahas di media sosial.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 Juli 2026
Febrie Adriansyah Tegaskan Tak Terkait Bisnis Kafe di Cipete, akan Hormati Penyidikan Polri
Indonesia
LSAK Minta KPK Awasi Penyidikan Dugaan Korupsi Tata Kelola Batu Bara, Pertimbangkan Ambil Alih Perkara
LSAK meminta KPK mengawasi penyidikan dugaan korupsi dan TPPU dalam tata kelola batu bara. Lembaga tersebut juga mendorong pengambilalihan perkara.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 Juli 2026
LSAK Minta KPK Awasi Penyidikan Dugaan Korupsi Tata Kelola Batu Bara, Pertimbangkan Ambil Alih Perkara
Indonesia
DPR Bekingi Polri, Bongkar Tuntas Kasus Korupsi Batu Bara
penyimpangan tersebut diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya pemadaman listrik di berbagai wilayah Indonesia.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
DPR Bekingi Polri, Bongkar Tuntas Kasus Korupsi Batu Bara
Indonesia
Komisi III DPR Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU hingga Tuntas
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendukung Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya mengusut dugaan korupsi serta TPPU pengadaan batu bara PLTU hingga tuntas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Komisi III DPR Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Batu Bara PLTU hingga Tuntas
Indonesia
Polisi Geledah Cafe dan Money Changer di Kasus Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Rugikan Rp 5 Triliun
Disinggung soal kekuatan personel bersenjata lengkap yang dilibatkan dalam agenda penggeledahan, Budi menyatakan hal itu merupakan bagian dari prosedur yang dijalankan tim di lapangan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 Juli 2026
Polisi Geledah Cafe dan Money Changer di Kasus Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara Rugikan Rp 5 Triliun
Indonesia
Buntut Pemadaman Listrik, Polisi Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Batu Bara PLN Mulai Tahun 2018
Hingga saat ini, total sudah ada 16 saksi yang diperiksa. Untuk langkah selanjutnya, penyidik akan memeriksa saksi-saksi, meminta keterangan ahli, hingga melakukan penyitaan barang bukti.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Buntut Pemadaman Listrik, Polisi Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Batu Bara PLN Mulai Tahun 2018
Olahraga
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Ia mengakui kata-kata maafnya tidak akan mampu menggambarkan besarnya kekecewaan dan kepedihan yang dirasakan para pendukung timnas Korea.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Juli 2026
Pulang ke Korea, Son Heung-min Minta Maaf atas Hasil Buruk di Piala Dunia
Olahraga
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Satu-satunya kemenangan Korea Selatan diraih saat mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Gagal Bawa Korsel Bersinar di Piala Dunia 2026, Pelatih Hong Myung-bo Mundur
Indonesia
Warga Alami Pemadaman Listrik Bergirir, Kementerian ESDM Sempat Stop Ekspor Batu Bara
Hingga saat ini, sekitar 141 juta metrik ton (MT) batu bara telah diamankan, dari total kebutuhan tahunan sebesar 154 juta MT.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 26 Juni 2026
Warga Alami Pemadaman Listrik Bergirir, Kementerian ESDM Sempat Stop Ekspor Batu Bara
Dunia
2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Kapal nelayan berbobot 79 ton tersebut tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal pengangkut LPG seberat 992 ton.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
  2 WNI Hilang dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Lepas Pantai Busan
Bagikan