Kesehatan

Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga Mengurangi Risiko Demensia

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 24 November 2021
Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga Mengurangi Risiko Demensia

Segera lakukan pekerjaan rumah tangga. (Foto: Unsplash/CDC)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MULAI hari ini kamu jangan mager lagi ya. Kalau biasa rebahan, sekarang sudah saatnya kamu bangkit dari sofa atau kasur untuk melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga. Apabila kamu produktif dengan melakukan pekerjaan rumah tangga, risiko terkena demensia akan berkurang.

Demensia adalah kondisi kesehatan mental kronis yang didiagnosis pada jutaan orang tua di seluruh dunia setiap tahunnya. Istilah umum ini digunakan untuk menggambarkan sekelompok gejala yang mempengaruhi memori, pemikiran dan kemampuan sosial yang dapat sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang. Tidak ada cara untuk menghentikan kondisi ini berkembang dan hanya dapat dikelola dengan bantuan obat-obatan serta terapi.

Baca Juga:

Tanda-tanda Awal Demensia yang Tidak Boleh Diabaikan

Meskipun begitu, ada pilihan untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini dengan mengambil beberapa langkah kecil sejak dini. Tetap aktif secara fisik adalah salah satu caranya. Studi menunjukkan bahwa tetap aktif termasuk melakukan beberapa pekerjaan rumah tangga dapat mengurangi risiko demensia di kemudian hari.

Mengutip dari India Times, dalam sebuah penelitian diketahui bahwa kegiatan umum seperti membersihkan rumah dan berkebun dapat menurunkan risiko demensia dan bahkan membuatnya dapat diatasi jika dilakukan secara teratur. Mereka yang melakukan pekerjaan rumah tangga memiliki volume otak yang lebih besar dibandingkan dengan mereka yang melakukan segala jenis latihan fisik yang berat. Hal ini dibuktikan pada studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurology.

Menanam tanaman akan memperbesar volume otak. (Foto: Unsplash/Greenforce Staffing)

Bersih-bersih rumah memengaruhi kondisi kesehatan mental. Membersihkan rumah dan ruang di sekitar kamu dapat membantu mengurangi stres, kecemasan, dan gejala depresi. Bersih-bersih rumah yang bersifat meditatif dapat membantu melepaskan endorfin di otak, mengubah persepsi rasa sakit dan memicu perasaan positif. Ini juga membantu meningkatkan konsentrasi dan mengangkat suasana hati kamu.

Jika rumah kamu berantakan, gejala depresi menjadi lebih buruk. Kemudian menyebabkan penurunan fokus, kebingungan, dan ketegangan. Menjaga lingkungan kamu tetap teratur dapat memberikan rasa kontrol diri atas lingkungan dan juga menurunkan tingkat stres. Bagi orang yang menderita demensia, melakukan kegiatan bersih-bersih dapat membantu berkonsentrasi dan mengurangi episode perubahan suasana hati.

Baca Juga:

Galau Penyebab Demensia

Rumah sudah bersih? Lanjutkan dengan memasak. Tugas rumah tangga yang satu ini merangsang otak dan membantu menjaga otak kamu tetap sehat. Aktivitas ini memperkuat lobus frontal otak dan meningkatkan segala macam fungsi yang terkait dengannya.

Memasak bisa menjaga otakmu untuk tetap sehat karena harus memikirkan ide masakan. (Foto: Unsplash/Jonathan Borba)

Menghabiskan waktu di alam juga dapat membantu meremajakan pikiran, tubuh, dan jiwa kamu. Berkebun membantu kamu untuk terhubung dengan orang lain dan mengurangi tingkat stres. Hal ini meningkatkan kesejahteraan mental dan membantu mengembangkan hubungan yang sehat dengan orang lain. Selain itu, menghabiskan waktu di bawah sinar matahari juga dapat mengangkat suasana hati kamu dan membuatmu merasa tenang.

Pekerjaan rumah tangga yang berat termasuk mengepel, membersihkan piring dan mencuci pakaian juga memiliki dampak positif pada kesehatan mental. Kegiatan-kegiatan tersebut meringankan gejala depresi. Menariknya, dalam beberapa kasus, hal ini juga dapat memperbaiki suasana hati kamu dan memberikan rasa puas.

Namun, jika kamu menderita masalah sendi, sebaiknya hindari melakukan pekerjaan yang terlalu berat karena dapat menyebabkan patah tulang. (tel)

Baca Juga:

Pertimbangkan Lagi Bila Sering Mengonsumsi Makanan ini

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan