Megawati: Saya Satu-Satunya Perempuan di Kalangan Laki-Laki Ganteng

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 02 September 2018
Megawati: Saya Satu-Satunya Perempuan di Kalangan Laki-Laki Ganteng

Megawati Soekarnoputri saat berpidato pada Rakornas PDIP 1-2 September 2018 di Kantor DPP PDIP Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/9)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri membuka Rakornas PDIP yang dihadiri oleh 34 DPW se-Indonesia 1-2 September 2018 di Kantor DPP PDIP Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/9). Hadir dalam pembukaan, Cawapres Jokowi, Ma'ruf Amin.

Dalam sambutannya, Presiden RI ke-5 itu sempat melontarkan guyonan terkait penunjukan Cawapres yang ternyata nominatornya adalah rekan-rekannya di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

"Alhamdulillah rakor kali ini ada keistimewaan karena hadirnya Maruf Amin yang ingin datang untuk bisa bersilaturahim dengan anak-anak dari PDIP karena sudah lebih satu tahun lebih kami ditugasi presiden untuk membangun sebuah badan baru yang namanya BPIP," kata Megawati.

"Saya beserta mereka yang ditugasi membangun badan baru itu, saya sebagai ketua dewan pengarahnya lalu Ma'ruf Amin sebagai anggotanya, jadi kami suka guyonan kalau usia kita semua rata-rata 17+ tapi semangat tetap tinggi karena tidak mudah membangun sebuah badan apalagi menyandang ideologi Pancasila," tambahnya.

Dia pribadi pernah menanyakan Presiden Jokowi, karena memilih anggota BPIP dari kalangan usia 17 plus. Ditambah lagi, perempuan hanya dirinya sendiri.

Megawati Soekarnoputri
Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri (MP/Yohanes Abimanyu)

"Tadinya saya pikir, satu sama lain saling memperhatikan kekuatan masing-masing tapi ternyata saya bilang, satu-satunya perempuan di kalangan laki-laki ganteng, malah akhirnya akrab karena sebetulnya keluar dari situ kami sering juga bertemu dengan SAS, Buya Ma'arif, ada Pak Sudamex, ada Romo Benny, ada pa Wenas dan pa Andreas dan juga Mahfud MD," kata dia.

Menariknya, pada momen penunjukan Cawapres Jokowi, kata Megawati, diketahui semua kandidat calon merupakan anggota BPIP.

"Jadi ketika ada cerita tentang Mahfud dan Maruf saya hanya ketawa saja, waduh sobat saya masuk nominasi Pak Jokowi. Saya bilang Pak Jokowi yang ganteng masuk nominasi, saya juga mau dong. Pak Jokowi ketawa dan nanya balik, Bu beneran apa gak?" kata Megawati. (Fdi)

#Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Bagikan