Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Megawati Resmikan Patung Bung Karno di Lemhannas

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 20 Mei 2021
Megawati Resmikan Patung Bung Karno di Lemhannas

Patung Bung Karno di depan Lemhannas RI. (Foto: MP/Istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri meresmikan patung Bung Karno di depan kantor Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), dalam rangkaian peringatan hari lahir ke-56 tahun lembaga yang dirintis Presiden pertama RI Ir Soekarno pada 20 Mei 1965.

"Presiden Kelima RI, Ibu Megawati Soekarnoputri siang ini akan hadir secara langsung di Lemhannas untuk menandatangani prasasti dan meresmikan patung Bung Karno dan sekaligus bertepatan dengan HUT Lemhannas ke-56," ujar Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di Jakarta, Kamis (20/5).

Hasto menjelaskan, Megawati akan didampingi Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo dan Ketua DPR Puan Maharani pada saat momen peresmian patung yang berada di halaman depan gedung Lemhannas RI.

Baca Juga:

Foto Bung Karno Hingga Megawati Dicopot dari Ruang Kerja dan Rumah Dinas Wali Kota Solo

Lemhannas, kata Hasto, tidaklah asing bagi Megawati dan putri Bung Karno itu memberi perhatian kepada Lemhannas dengan beberapa kali menghadiri kegiatan di lembaga yang berlokasi di dekat Monas itu.

"Keberadaan Lemhannas penting dan strategis guna menggembleng para calon pemimpin bangsa. Mereka harus dibekali dengan ilmu geopolitik agar memahami cara pandang bangsa Indonesia terhadap dunia, dan memperjuangkan kepentingan nasional bangsa berdasa rkan konstelasi geopolitik antarbangsa," ucap Hasto.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat memberikan pengarahan kepada kadernya pada acara Halal Bihalal secara daring, di Jakarta, Rabu (19-5-2021). (ANTARA/HO-PDIP)
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat memberikan pengarahan kepada kadernya pada acara Halal Bihalal secara daring, di Jakarta, Rabu (19-5-2021). (ANTARA/HO-PDIP)

"Ibu Megawati berpesan saat kita melihat patung Bung Karno, diharapkan kita akan ingat pada ide, gagasan, pemikiran, cita-cita dan pengabdian beliau kepada bangsa Indonesia, serta menginspirasi kita sebagai generasi penerus untuk terus berjuang demi Indonesia Raya," lanjut Hasto.

Hasto, yang juga akan turut hadir mendampingi Megawati menambahkan, Megawati berharap Lemhannas dapat mewujudkan diri sebagai lembaga yang berkualitas, kredibel, dan berkelas dunia dalam bidang ketahanan nasional.

Baca Juga:

Kritisi Rencana Impor Beras, PDIP Singgung Pidato Bung Karno Sebelum Bacakan Teks Proklamasi

Sementara itu, Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan, Presiden Soekarno mendirikan Lemhannas RI pada 1965 di tengah polarisasi dunia yang berdampak kepada kehidupan nasional yang penuh ketidakstabilan.

"Presiden pertama Indonesia Ir Sukarno berhasil mendirikan suatu lembaga pendidikan tinggi pertahanan untuk membentuk dan mengembangkan tenaga-tenaga pembina baik sipil maupun militer, pada tingkat politik strategi pertahanan nasional," ucap Agus.

Gubernur Lemhannas pun menekankan penting dan strategisnya keberadaan Lemhannas RI hingga saat ini. (Pon)

Baca Juga:

Harlah ke-95 NU, Bamusi Ungkap Kedekatan NU dengan Bung Karno

#Megawati Soekarnoputri #Soekarno #Lemhannas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Universitas Republik Indonesia Resmi Dibentuk, Ini Tujuan, Konsep, dan Bedanya dengan Lemhannas
Universitas Republik Indonesia resmi dibentuk sebagai pusat pendidikan kepemimpinan nasional. Mengadopsi konsep sekolah elite Prancis, diproyeksikan mencetak calon pemimpin.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 24 Juli 2026
Universitas Republik Indonesia Resmi Dibentuk, Ini Tujuan, Konsep, dan Bedanya dengan Lemhannas
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Bagikan