Megawati Bicara Soal Petugas Partai, FX Rudy: Bukan Menyindir Ganjar
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau vaksinasi corona di Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)
MerahPutih.com - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berbicara tentang petugas partai yang tidak mengikuti instruksi pimpinan, saat peresmian sejumlah kantor DPD, DPC, dan PAC, secara daring, Minggu (30/5).
Menurut Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo, pernyataan Megawati tersebut tidak ditujukan langsung pada Ganjar Pranowo yang ditugaskan partai menjadi Gubernur Jawa Tengah.
"Saya meyakini pernyataan itu (Megawati) bukan ditujukan untuk Ganjar," kata Rudy, Selasa (1/6).
Sebelumnya, DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah tidak mengundang Ganjar Pranowo saat pengarahan kader untuk penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024 oleh Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Ganjar dianggap berambisi untuk maju di Pilpres 2024.
Baca Juga:
Rudy menilai, Ganjar maupun Puan Maharani dan Bambang Wuryanto adalah petugas partai yang taat dengan ketua umum.
Ia berpendapat, pernyataan Megawati tersebut ditujukan pada seluruh kader PDIP.
"Saya berpendapat pernyataan (Megawati) merupakan pernyataan umum bagi seluruh kader. Tidak ada kaitannya Mas Ganjar, Mbak Puan, Mas Pacul (Bambang Wuryanto)," kata dia.
Rudy menegaskan, semua kader PDIP tegak lurus pada partai dan ketua umum, baik yang bertugas di struktur partai, legislatif, dan eksekutif.
"Ya wajar ketika Megawati mengancam akan memecat kader yang tidak mau menjadi petugas partai. Petugas partai adalah orang yang ada di struktur partai, legislatif, eksekutif," katanya.
Disinggung terkait masalah Ganjar dengan Puan, Rudy yakin masalah itu telah selesai secara internal.
Bahkan menurutnya, Ganjar tidak menyalahi aturan jika menggunakan media sosial.
"Dia (Ganjar) bukan orang bodoh. Beliau main medsos karena zamannya medsos. Kalau dianggap kelewatan, saya kira sudah selesai kok masalahnya," papar dia.
Baca Juga:
IPS: Elektabilitas Ganjar Makin Populer, Melampaui Puan Maharani
Rudy juga mencontohkan bahwa dirinya pernah ditugaskan sebagai Wali Kota Solo. Megawati selaku pimpinan partai saat itu mewanti-wanti dirinya agar tidak korupsi.
"Saya ditugasi partai jadi Wali Kota Solo juga pernah diingatkan Ibu Megawati agar tidak korupsi. Saya patuhi sampai pensiun," ungkap dia. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Ini Jawaban Gibran Ditanya Soal Ganjar Tak Diundang Acara Puan
Bagikan
Berita Terkait
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Dapat Bintang Jasa Kehormatan PDIP, FX Rudyatmo Ngaku Tidak Dapat Penugasan Partai
PDIP Suarakan Reformasi TNI-Polri, Tolak Dwifungsi dan Pastikan Loyalitas Tunggal pada Negara
Rakernas I PDIP Tegaskan Kedaulatan Politik, Kutuk Penculikan Presiden Maduro oleh AS
Rakernas Ditutup, PDIP Sebut Ada 8 Tantangan Indonesia
PDIP Beri Penghargaan 6 Kader Pelopor di HUT ke-53, Ada Ribka Tjiptaning Hingga FX Rudy
Aksi Militer AS Culik Presiden Maduro di Mata Megawati: Wujud Penjajahan Modern
Ajak Kader Bantu Korban Bencana Sumatera, Megawati: Buktikan Kalian Orang PDIP
Mawar Putih Untuk Megawati di Rakernas PDIP