Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Megawati Bicara Soal Petugas Partai, FX Rudy: Bukan Menyindir Ganjar

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 01 Juni 2021
Megawati Bicara Soal Petugas Partai, FX Rudy: Bukan Menyindir Ganjar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau vaksinasi corona di Solo, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berbicara tentang petugas partai yang tidak mengikuti instruksi pimpinan, saat peresmian sejumlah kantor DPD, DPC, dan PAC, secara daring, Minggu (30/5).

Menurut Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo, pernyataan Megawati tersebut tidak ditujukan langsung pada Ganjar Pranowo yang ditugaskan partai menjadi Gubernur Jawa Tengah.

"Saya meyakini pernyataan itu (Megawati) bukan ditujukan untuk Ganjar," kata Rudy, Selasa (1/6).

Sebelumnya, DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah tidak mengundang Ganjar Pranowo saat pengarahan kader untuk penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024 oleh Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Ganjar dianggap berambisi untuk maju di Pilpres 2024.

Baca Juga:

Dianggap Berseteru, Ganjar: Mbak Puan Komandan Tempur Saya

Rudy menilai, Ganjar maupun Puan Maharani dan Bambang Wuryanto adalah petugas partai yang taat dengan ketua umum.

Ia berpendapat, pernyataan Megawati tersebut ditujukan pada seluruh kader PDIP.

"Saya berpendapat pernyataan (Megawati) merupakan pernyataan umum bagi seluruh kader. Tidak ada kaitannya Mas Ganjar, Mbak Puan, Mas Pacul (Bambang Wuryanto)," kata dia.

Rudy menegaskan, semua kader PDIP tegak lurus pada partai dan ketua umum, baik yang bertugas di struktur partai, legislatif, dan eksekutif.

"Ya wajar ketika Megawati mengancam akan memecat kader yang tidak mau menjadi petugas partai. Petugas partai adalah orang yang ada di struktur partai, legislatif, eksekutif," katanya.

 Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo. (MP/Ismail)
Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo. (MP/Ismail)

Disinggung terkait masalah Ganjar dengan Puan, Rudy yakin masalah itu telah selesai secara internal.

Bahkan menurutnya, Ganjar tidak menyalahi aturan jika menggunakan media sosial.

"Dia (Ganjar) bukan orang bodoh. Beliau main medsos karena zamannya medsos. Kalau dianggap kelewatan, saya kira sudah selesai kok masalahnya," papar dia.

Baca Juga:

IPS: Elektabilitas Ganjar Makin Populer, Melampaui Puan Maharani

Rudy juga mencontohkan bahwa dirinya pernah ditugaskan sebagai Wali Kota Solo. Megawati selaku pimpinan partai saat itu mewanti-wanti dirinya agar tidak korupsi.

"Saya ditugasi partai jadi Wali Kota Solo juga pernah diingatkan Ibu Megawati agar tidak korupsi. Saya patuhi sampai pensiun," ungkap dia. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Ini Jawaban Gibran Ditanya Soal Ganjar Tak Diundang Acara Puan

#Ganjar Pranowo #Megawati Soekarnoputri #FX Hadi Rudyatmo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Peristiwa bersejarah itu pada hakikatnya menyasar elemen masyarakat bawah yang menyuarakan aspirasinya.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Kudatuli dan Profesionalitas TNI, Andi Widjajanto Ingatkan lagi Amanat Jenderal Soedirman
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Tegaskan Api Perjuangan tak Padam
Berita Foto
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli dan tabur bunga di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
Didik Setiawan - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Soekarnoputri Resmikan Monumen Kudatuli di Kantor Pusat PDIP
Indonesia
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Monumen Kudatuli di Menteng. Peringatan 30 tahun tragedi 27 Juli 1996 yang menewaskan 5 orang, melukai 149, dan 23 hilang.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, 30 Tahun Luka Demokrasi
Indonesia
Kaesang Maju di Pileg Solo 2029, Ganjar: itu Hak Politik Setiap Warga Negara
Ganjar Pranowo merespons rencana Kaesang Pangarep yang maju di Pileg Solo 2029. Ia mengatakan, siapa pun boleh maju.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju di Pileg Solo 2029, Ganjar: itu Hak Politik Setiap Warga Negara
Indonesia
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Dalam merefleksikan jalannya sejarah masa lalu, PDIP berkomitmen mendorong agar iklim perpolitikan Tanah Air menjunjung tinggi nilai peradaban.
Dwi Astarini - Rabu, 22 Juli 2026
Refleksi Kudatuli, PDIP Serukan Dukungan untuk Pers yang Bebas dan Hukum tak Tebang Pilih
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Lokasi Jalan Soekarno itu sangat terkenal di Rabat, lokasinya dekat dengan gedung parlemen.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Nama Jalan Soekarno di Rabat, Tanda Cinta Maroko untuk Indonesia
Indonesia
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Aparat saat itu secara rutin menghubungi redaksi untuk memantau pemberitaan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Jurnalis Senior Ungkap Cara Orde Baru Kendalikan Media, dari Diksi hingga Isi Berita
Indonesia
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Sebagai bagian dari upaya penghilangan pengaruh Sukarno oleh penguasa.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Catatan Jurnalis saat Peristiwa Kudatuli: Sensor Ketat Militer dan Larangan Nama Megawati Soekarnoputri
Bagikan