Megawati Bakal Terima Gelar Dr HC ke-9 dari Soka University Jepang

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 06 Januari 2020
Megawati Bakal Terima Gelar Dr HC ke-9 dari Soka University Jepang

Megawati memberikan sambutan dalam acara Internasilisasi dan Pembumian Pancasila di lingkungan Kementerian Sosial, Jakarta (Foto: antaranews.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri bakal memperoleh gelar doktor honoris causa (DR HC) lagi. Kali ini adalah Universitas Soka di Tokyo, Jepang yang akan memberikan gelar doktor kehormatan untuk Presiden Kelima RI itu.

Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, upacara penganugerahan atau conferment ceremony gelar DR HC dari Soka University untuk Megawati akan dilaksanakan di Tokyo pada Rabu (8/1).

Baca Juga

Megawati Ungkap Perjuangannya Bangun BMKG, Ternyata Berawal dari Gus Dur

“Soka University Tokyo akan menganugerahkan gelar doktor honoris causa bidang kemanusiaan untuk Ibu Megawati,” kata Hasto dalam keterangannya, Senin (6/1).

Hasto mengatakan, sebelumnya Megawati telah menerima delapan gelar DR HC dari perguruan tinggi ternama dalam negeri ataupun mancanegara. Gelar DR HC pertama untuk Megawati dari Universitas Waseda Tokyo, Jepang pada September 2001.

“Saat itu Ibu Megawati sebagai Presiden RI memperoleh DR HC bidang hukum dari Universitas Waseda,” ujar Hasto.

Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri usir pengusung khilafah dari Indonesia
Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (Foto: ANTARA)

Kemudian, Megawati memperoleh gelar DR HC dari Moscow State Institute of International Relations (MGIMO), Rusia pada 22 April 2003. Perguruan tinggi bergengsi di negeri bekas Uni Soviet itu memberikan gelar DR HC bidang politik untuk Megawati.

Baca Juga

Ungkit Masalah Kewarganegaraan Prabowo, Megawati Disebut Tak Etis

Adapun gelar DR HC ketiga untuk Megawati datang dari Korea Maritime and Ocean University , Busan, Korea Selatan pada 19 Oktober 2015. Universitas ternama di Negeri Gingseng itu menganugerahkan gelar DR HC bidang politik kepada putri Proklamator RI Bung Karno tersebut.

Selanjutnya pada 25 Mei 2016, Megawati menerima gelar DR HC bidang politik dan pemerintahan dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Kemudian pada 27 September 2017, Universitas Negeri Padang (UNP) juga menganugerahi Megawati dengan gelar DR HC bidang pendidikan politik.

Megawati juga menerima gelar DR HC dari Mokpo National University, Korsel pada 16 Jovember 2017. Universitas yang didirikan pada 1946 itu memberikan gelar DR HC bidang demokrasi ekonomi bagi tokoh perempuan yang memimpin RI selama periode 23 Juli 2001 – 20 Oktober 2004 tersebut.

Pada 8 Maret 2018, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) juga memberikan gelar DR HC untuk Megawati. Lagi-lagi, perempuan kelahiran 1947 yang berulang tahun setiap 23 Januari itu memperoleh gelar DR HC bidang politik dan pemerintahan.

Selanjutnya pada 5 November 2018, giliran Fujian Normal University (FNU) di Tiongkok yang menganugerahkan gelar DR HC untuk Megawati. Perguruan tinggi yang sudah berusia lebih dari seabad itu menganugerahi Megawati dengan gelar DR HC bidang diplomasi ekonomi.

Baca Juga

Pernyataan Keras Megawati kepada Pengusung Khilafah: Jangan Rusak Negara Ini!

Menurut Hasto, gelar DR HC dari Soka University nanti akan menjadi yang kesembilan bagi Megawati. “Ini adalah pengakuan untuk Ibu Ketua Umum dari dunia internasional, lebih khusus lagi dari perguruan tinggi di mancanegara,” pungkas Hasto. (Pon)

#Megawati Soekarnoputri #PDIP
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung dalam suasana duka setelah wafatnya Guruh Soekarnoputera, adik Megawati.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Bertemu Megawati Bahas Politik, Said Abdullah: Murni Silaturahmi
Indonesia
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Kabar duka menyelimuti Tanah Air atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. Simak momen haru saat Megawati hadir langsung ke TPU Karet Bivak dan kenangan terakhir sang maestro seni.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Megawati Langsung Terbang dari Manado Hadiri Pemakaman Haru Guruh Soekarnoputra
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Megawati menegaskan kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut semestinya dikelola untuk kemakmuran rakyat banyak
Angga Yudha Pratama - Senin, 17 Agustus 2026
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Bagikan