Hari Pelanggan Nasional 2019

Media Sosial Mudahkan Pelayanan Pelanggan di Era Digital

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 04 September 2019
Media Sosial Mudahkan Pelayanan Pelanggan di Era Digital

Customer service yang berkembang karena kemajuan teknolog. (Foto: salesforce)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERKEMBANGNYA teknologi membawa dampak yang luar biasa. Tidak hanya dari segi komunikasi, tetapi juga bermanfaat dalam pelayanan pelanggan. Sifat teknologi yang serba cepat, juga memberikan dampak bagi karakteristik pelanggan. Para pelanggan tentu ingin respons yang cepat ketika menghadapi proses transaksi dan permasalahan lainnya. Semua itu bisa mereka sampaikan melalui sosial media dari perusahaan yang berkaitan.

Sekarang ini, sudah banyak perusahaan yang telah berevolusi untuk memamahi pelanggan mereka melalui proses yang lebih efisien, digital. Berkomunikasi lewat media sosial dinilai lebih efektif dibandingkan menggunakan cara-cara lama seperti tatap muka atau pengaduan konsumen melaui telepon atau surel. Beberapa cara lama yang diterapkan memiliki kelemah tersendiri.

Baca juga:

Bukan Berkesan, 4 Standar Pelayanan Ini Malah Bikin Pelanggan Risih

Selalu ada halangan ketika pelanggan ingin menyampaikan keluh kesahnya dengan cara tatap muka. Salah satunya ketika pelanggan ingin mencoba menghubungi pihak customer service, sering kesulitan mencari nomor yang benar dan masih aktif.

Belum lagi ketika sudah menemukan nomor yang masih aktif, perbincangan seringkali kurang produktif. Dengan cara ini juga bisa membuat pulsa pelanggan tiba-tiba habis yang membuat menjadi tidak efisien dan efektif. pertanyaan besarnya, kenapa media sosial memudahkan layanan pelanggan atau suara konsumen?

1. Percakapan lebih transparan

Media Sosial Memudahkan Layanan Pelanggan di Era Digital
Percakapan transparan agar bisa dilihat oleh pelanggan lain. (Foto: Pixabay/geralt)

Jika kamu sebagai mengeluhkan sesuatu tentang suatu produk atau jasa, kamu bisa menyampaikannya lewat media sosial seperti Twitter, Facebook, bahkan Instagram. Dengan begitu, percakapanmu dengan pihak customer service bisa dilihat oleh publik.

Keluhan akan didukung dengan pelanggan lain yang memiliki masalah yang sama. Namun, hal yang perlu dicatat adalah jangan memulai percakapan dengan pertikaian. Seringkali para pelanggan menyampaikan keluhannya dengan kata-kata cacian ataupun menjelek-jelekkan perusahaan tersebut.

2. Respon cepat customer service

Media Sosial Memudahkan Layanan Pelanggan di Era Digital
Pelanggan berharap keluhannya cepat diselesaikan dengan baik. (Foto: growthbusiness)

Ketika pelanggan melaporkan keluhan maka mereka berharap cepat ditangani oleh customer service. Mereka merasa masalah yang dilaporkan sifatnya penting dan harus cepat diselesaikan.

Oleh karenanya, penting bagi perusahaan-perusahaan untuk memperhatikan apa saja keluhan yang disampaikan oleh para pelanggannya.

Baca juga:

4 Tipe Pelanggan Toko Swalayan

3. Interaksi personal

Di zaman sekarang, sudah berkembang sebuah teknologi yang disebut dengan artificial intelligence atau bentuk chat berupa bot yang mampu melayani pertanyaan maupun keluhan dari pelanggan.

Selain itu juga sudah tersedia template yang bisa dipilih oleh pelanggan mengenai keluhan yang ingin disampaikan. Namun dibalik semua kecanggihan itu, tetap saja pelanggan lebih suka dilayani oleh manusia. Banyak sekali pilihan media yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pelayanan pelanggan.

4. Menguatkan branding

Media Sosial Memudahkan Layanan Pelanggan di Era Digital
Menjaga kredibilitas suatu brand. (Foto: smilesavvy)

Dengan bantuan media sosial juga dapat membantu membuat produk yang dihasilkan produsen menjadi berkualitas dari setiap testimoni pelanggan. Karakter pelanggan di era digital lebih cerewet dibandingkan era sebelumnya.

Lewat media sosial, mereka bisa membuat suatu brand jatuh atau disatu sisi justru membuat brand yang lain menjadi positif. Sebagus apapun produk yang dihasilkan pasti ada keluhan satu atau lebih dari barang tersebut.

Ini saat yang tepat untuk membuktikan kualitas layanan khususnya dalam menangani keluhan. Ketika permasalahan dapat diselesaikan, itu akan membuat nama brand menjadi lebih kredibel.

Penggunaan sosial media dalam melayani pelanggan sangat penting untuk menjaga komunikasi yang baik antara produsen dengan konsumen. Kuncinya adalah kecepatan dan profesionalitas customer service dalam menangani keluhan pelanggan. Secara langsung, ini akan membuat brand menjadi lebih terpercaya dan berkembang. (and)

Baca juga:

Deretan Iklan Produk yang Paling Viral dan Menarik Perhatian Pelanggan

#Hari Pelanggan Nasional #September Kangen #Media Sosial
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Olahraga
Akun X Bruno Fernandes Kena Hack, Manchester United Langsung Angkat Bicara
Akun X Bruno Fernandes kena hack, setelah Manchester United disingkirkan Brighton dari Piala FA. Setan Merah pun langsung angkat bicara.
Soffi Amira - Senin, 12 Januari 2026
Akun X Bruno Fernandes Kena Hack, Manchester United Langsung Angkat Bicara
Indonesia
Grok AI Belum Punya Filter Pornografi, DPR Tuntut Langkah Proaktif Kemkomdigi
Kemkomdigi menagih kepatuhan platform, termasuk X
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
Grok AI Belum Punya Filter Pornografi, DPR Tuntut Langkah Proaktif Kemkomdigi
Fun
Kumpulan Ucapan Natal Cocok untuk WhatsApp dan Media Sosial
Kumpulan 25 ucapan Natal yang hangat dan menyentuh, cocok dibagikan di media sosial dan WhatsApp untuk keluarga, teman, dan rekan kerja.
ImanK - Rabu, 24 Desember 2025
Kumpulan Ucapan Natal Cocok untuk WhatsApp dan Media Sosial
Indonesia
Imbas Konten Pornografi, X Harus Bayar Denda Rp 80 Juta ke Pemerintah
X telah membayar denda Rp 80 juta ke pemerintah. Hal itu imbas dari konten pornografi yang tersebar di platform tersebut.
Soffi Amira - Minggu, 14 Desember 2025
Imbas Konten Pornografi, X Harus Bayar Denda Rp 80 Juta ke Pemerintah
Indonesia
Polda Jabar Bakal Selidiki YouTuber Resbob Terkait Dugaan Ujaran Kebencian
Kasus ini mencuat setelah dalam salah satu siaran di YouTube, Resbob melontarkan ucapan bernada penghinaan terhadap pendukung Persib dan masyarakat Sunda. Tayangan tersebut kemudian viral dan memicu kemarahan publik.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 12 Desember 2025
Polda Jabar Bakal Selidiki YouTuber Resbob Terkait Dugaan Ujaran Kebencian
Indonesia
DPR Usul Buzzer Bisa Langsung Diusut Tanpa Aduan, Revisi UU ITE Kembali Diungkapkan
Agar dilakukan revisi terhadap Undang-Undang ITE, agar konten dari buzzer yang berpotensi memicu kerusuhan dapat ditindak tanpa harus melalui delik aduan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Desember 2025
DPR Usul Buzzer Bisa Langsung Diusut Tanpa Aduan, Revisi UU ITE Kembali Diungkapkan
Indonesia
Indonesia Resmi Atur Anak di Ruang Digital, Sanksi Bagi Platform Tengah Dirumuskan
PP Tunas juga tidak hanya mengatur media sosial, tetapi juga mengatur seluruh penyelenggara sistem elektronik (PSE) mengingat semua platform digital juga memiliki fitur komunikasi dengan orang tidak dikenal.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Desember 2025
Indonesia Resmi Atur Anak di Ruang Digital, Sanksi Bagi Platform Tengah Dirumuskan
Indonesia
Menkomdigi Tegaskan Batas Usia Pengguna Medsos Wajib Dipatuhi, PSE Siap Kena Sanksi
Meutya Hafid menegaskan batas usia anak untuk akun media sosial dalam PP Tunas. PSE wajib mematuhi aturan atau menerima sanksi dari pemerintah.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Desember 2025
Menkomdigi Tegaskan Batas Usia Pengguna Medsos Wajib Dipatuhi, PSE Siap Kena Sanksi
Dunia
Larangan Medsos di Australia, Meta Mulai Keluarkan Anak-Anak dari Instagram dan Facebook
Diperkirakan, 150 ribu pengguna Facebook dan 350 ribu akun Instagram akan terdampak.
Dwi Astarini - Kamis, 04 Desember 2025
 Larangan Medsos di Australia, Meta Mulai Keluarkan Anak-Anak dari Instagram dan Facebook
Indonesia
Buntut Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Pramono Kaji Pembatasan Medsos Bagi Siswa
Pemprov akan menerapkan sanksi bagi pelaku pelanggaran dan menegakkan aturan secara konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 November 2025
Buntut Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Pramono Kaji Pembatasan Medsos Bagi Siswa
Bagikan