MerahPutih.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini difokuskan pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).
Menurut Nanik, fokus baru program MBG ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat intervensi gizi sejak dini.
Baca juga:
Bukan Cuma Geledah Rumah Tersangka dan Kantor BGN, Kejagung Sasar Vendor MBG
“Sekarang kita fokuskan ke 3T dan terutama untuk 3B. Intervensi gizi paling bagus adalah sejak kandungan bulan pertama sampai usia sembilan tahun atau sekolah dasar,” kata Nanik, dalam konferensi pers, Kamis (4/6).
Alasan Penunjukan Mayjen Trenggono
Nanik juga menjelaskan keterlibatan Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono berkaitan dengan kebutuhan ahli teritorial untuk pembangunan program di wilayah 3T.
Baca juga:
Jejak Kronologis 48 Jam Presiden Prabowo Rombak BGN, Benahi Carut-marut MBG
Apalagi, lanjut dia, pembangunan SPPG di wilayah 3T akan dilakukan dengan skema alternatif agar tidak membebani keuangan APBN.
Beliau sudah mengajukan proses pengunduran diri dari TNI dan mungkin dalam waktu dekat pensiun. Mengapa ada militer? Karena kami membutuhkan ahli teritorial di situ,
Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang.
Refocusing Sasaran MBG
BGN juga telah mengeluarkan surat edaran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar memastikan layanan kepada kelompok 3B. Bagi SPPG yang tidak memenuhi ketentuan akan ditangguhkan.
Kemarin kita sampai mengeluarkan ancaman, SPPG harus ada 3B. Kalau enggak, kita suspend (tangguhkan). Alhamdulillah, hasilnya bagus, dalam dua minggu itu ada 22 juta penerima 3B,
Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang
(*)