Mbah Sadiman, Memerdekakan Warga Gendol dari Krisis Air

Fadhli Fadhli - Rabu, 19 Agustus 2015
Mbah Sadiman, Memerdekakan Warga Gendol dari Krisis Air

Mbah Sadiman dalam kesehariannya menanam pohon beringin di lereng Gunung Gendol. (Foto: Facebook/Irin Kharina)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Di musim kemarau ini, banyak daerah di Indonesia yang dilanda kekeringan. Tak dapat dimungkiri, hal ini dikarenakan manusia kurang menjaga lingkungannya. Namun tidak begitu dengan Mbah Sadiman (61). Dirinya kini bisa dianggap pahlawan kekeringan, karena dapat memerdekakan warga Gendol dari krisis air.

Mbah Sadiman berhasil memerdekakan warga di sekitar Gunung Gendol, Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah dari kekeringan dan krisis air bersih. Seperti diungkapkan salah seorang pengguna Facebook dengan nama akun Irin Khairina, selama 19 tahun Mbah Sasiman menanami lereng Gunung Gendol dengan 11.000 bibit, 4.000 di antaranya bibit pohon beringin.

Untuk dapat mencapai lereng, Mbah Sadiman harus berjalan menanjak sejauh dua kilometer. Meski dianggap aneh dan sempat dicibir warga sekitar karena mau menanami dan memupuk lereng, Mbah Sadiman dengan ikhlas dan tanpa pamrih tetap bersemangat menghijaukan lereng Gunung Gendol dengan dana yang dikeluarkannya sendiri, tanpa bantuan orang lain.

Bahkan untuk meluluskan niat baiknya, Mbah Sadiman harus membayar uang sewa pada warga agar warga tidak memotong pohon yang baru ditanamnya. Meski penuh rintangan, usahanya tak sia-sia. Kini 3.000 warga merasakan air bersih. Padahal sebelumnya, untuk mengambil air, warga mengandalkan sungai-sungai dan sumur kecil yang kering saat kemarau.

Bahkan, layaknya pejuang yang memiliki semangat untuk memerdekakan bangsa ini di medan perang, Mbah Sadiman masih berkeinginan menanam 20.000 bibit pohon beringin lagi. Tujuannya sangat mulia, dirinya hanya ingin agar warga desa lain juga bisa ikut merasakan nikmatnya air bersih.

Sayang semangat juang Mbah Sadiman masih harus temui hambatan. Hingga kini, belum ada bantuan bibit beringin seperti yang ia inginkan, seperti yang ia sampaikan kepada pihak terkait, yang ia sendiri lupa namanya. Padahal, Mbah Sadiman bersedia menanam dan merawat bibit-bibit itu hingga tumbuh besar.

Entah mengapa instansi terkait dan warga belum sadar pentingnya pepohonan di daerah mereka. Padahal di daerah lain berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi kekeringan, seperti polisi Gunungkidul yang harus diberi bantuan air menggunakan water canon, pemerintah daerah Jawa Barat harus membuat hujan buatan, dan bahkan demi mandi dua hari sekali warga Grobogan terpaksa jual ayam untuk membeli air bersih.

Semangat pejuang kemerdekaan Mbah Sadiman harusnya dapat menjadi teladan untuk instansi terkait, warga sekitar, dan bahkan seluruh Indonesia. Sehubung belum adanya bantuan yang datang untuk Mbah Sadiman, tak ada salahnya warga Indonesia membantunya dengan menyumbang bibit pohon beringin, seperti yang diinginkan Mbah Sadiman.

 

Baca juga:

Terbukti Bersalah, Si Ngeri-ngeri Sedap Divonis 10 Tahun Penjara

Divonis 10 Tahun Penjara, Si Ngeri-Ngeri Sedap Ajukan Banding

Ditanya Kisruh Rizal Ramli-JK, Jokowi: Urusan Saya Kerja

Heboh TTM Menko Rizal Ramli dan Cornelia Agatha

Sindir Rizal Ramli, Jokowi Sebut Tugas Menteri Mencarikan Solusi

#Mbah Sadiman #Kekeringan #Pahlawan Kemerdekaan #Pahlawan Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kemarau Panjang Makin Terasa, 2.000 Santri Gelar Salat Istisqa dan Panjatkan Doa
Sebanyak 2.000 santri Ponpes Budi Utomo menggelar Salat Istisqa di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Soloraya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Kemarau Panjang Makin Terasa, 2.000 Santri Gelar Salat Istisqa dan Panjatkan Doa
Indonesia
Kekeringan Melanda Berbagai Daerah, Kementerian PU Tangani 2.200 Lokasi dan Selamatkan 53.052 Hektare Sawah
Kementerian PU menangani 2.200 lokasi terdampak kekeringan. Sebanyak 53.052 hektare sawah dijaga dan 14,1 juta liter air bersih disalurkan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 09 September 2026
Kekeringan Melanda Berbagai Daerah, Kementerian PU Tangani 2.200 Lokasi dan Selamatkan 53.052 Hektare Sawah
Indonesia
Dari Air Bersih hingga Sawah, Jurus Pemerintah Tangani Dampak Kekeringan di 2.200 Lokasi
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), penanganan darurat telah dilakukan di 2.200 lokasi yang terdampak kekeringan di berbagai daerah.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Dari Air Bersih hingga Sawah, Jurus Pemerintah Tangani Dampak Kekeringan di 2.200 Lokasi
Indonesia
Pramono Akui Sejumlah Wilayah Jakarta Alami Kekeringan, tapi sudah Teratasi
Masih bisa diatasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI karena ketersediaan air masih mencukupi.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Pramono Akui Sejumlah Wilayah Jakarta Alami Kekeringan, tapi sudah Teratasi
Indonesia
Kebakaran TPA Putri Cempo belum Padam, ASN Solo Salat Istisqa Memohon Hujan
Salat istisqa tersebut dilakukan di tengah musim kemarau panjang dan kebakaran TPA Putri Cempo yang belum padam
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Kebakaran TPA Putri Cempo belum Padam, ASN Solo Salat Istisqa Memohon Hujan
Indonesia
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Musim kemarau tahun ini diperparah dengan aktifnya fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat. El Nino diperkirakan masih akan berlangsung sampai awal 2027
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 September 2026
Masuki Puncak Musik Kemarau, BMKG Keluarkan Peringatan Berbagai Dampak Bencana
Indonesia
El Nino Bakal Bertahan Hingga Februari 2027, Warga Rasakan Kekeringan dan Panas Ekstrem
WMO memperkirakan kemungkinan suhu pada September November 2026 berada di atas normal di hampir seluruh wilayah daratan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
El Nino Bakal Bertahan Hingga Februari 2027, Warga Rasakan Kekeringan dan Panas Ekstrem
Indonesia
7 Tokoh Jateng Diajukan Calon Pahlawan Nasional, Ada Nama Kakek Prabowo
pengusul Raden Mas Margono Djojohadikusumo berasal dari Seruan Eling Banyumasan, sebuah paguyuban masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan Banyumas.
Dwi Astarini - Kamis, 27 Agustus 2026
7 Tokoh Jateng Diajukan Calon Pahlawan Nasional, Ada Nama Kakek Prabowo
Indonesia
14 Kabupaten/Kota Jawa Tengah Rawan Kekeringan, Pemprov Lakukan Modifikasi Cuaca
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat sedikitnya 14 dari 35 kabupaten/kota masuk kategori rawan kekeringan.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
14 Kabupaten/Kota Jawa Tengah Rawan Kekeringan, Pemprov Lakukan Modifikasi Cuaca
Indonesia
Analisis Atmosfer Dasarian Agustus 2026: Bahaya El Niño Sangat Kuat, Peringatan Dini Kekeringan Ekstrem, Jawa Hingga Nusa Tenggara Berstatus Awas
Hasil pemantauan BMKG Agustus 2026 mengonfirmasi fenomena El Niño sangat kuat (+2.99). Cek daftar wilayah status Awas kekeringan dan jadwal hujan di sini
Angga Yudha Pratama - Senin, 24 Agustus 2026
Analisis Atmosfer Dasarian Agustus 2026: Bahaya El Niño Sangat Kuat, Peringatan Dini Kekeringan Ekstrem, Jawa Hingga Nusa Tenggara Berstatus Awas
Bagikan