Kesehatan

Mata Iritasi Jangan Dikucek, Ternyata Itu Bisa Memperburuk Kondisi Mata

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Januari 2020
Mata Iritasi Jangan Dikucek, Ternyata Itu Bisa Memperburuk Kondisi Mata

Terlalu sering mengucek mata dapat menyebabkan dampak negatif. (Foto: Bond Eye Associates)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENGUCEK mata biasanya kita lakukan saat bangun tidur atau merasa ngantuk. Namun, seringkali kita mengucek mata saat merasa gatal pada mata. Hal ini disebabkan karena mengucek mata merupakan cara untuk menstimulasi agar air mata keluar, sehingga mata tidak kering atau gatal. Jika dilakukan sesekali, megucek mata sebenarnya baik untuk kesehatan.

Baca juga:

Mata Berair, Ini Penyebab dan Cara mengatasinya

Namun, di sisi lain, mengucek mata juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut lima dampak negatif yang bisa kamu rasakan akibat seiring mengucek mata:

1. Iritasi kelopak mata

Mata Iritasi Jangan Dikucek, Ternyata Itu Bisa Memperburuk Kondisi Mata
Ditujukkan terutama untuk wanita. (Foto: Pixabay/Skitterphoto)

Dampak ini sebenarnya lebih ditujukan oleh wanita yang sering menggunakan makeup. Sebaiknya, hindari terlalu sering mengucek mata jika tidak ingin mengalami iritas kelopak mata. Sebab, saat kamu mengucek mata, kuman atau bahan kimia dari produk makeup bisa masuk ke dalam matamu.

2. Kantung mata hitam

Mata Iritasi Jangan Dikucek, Ternyata Itu Bisa Memperburuk Kondisi Mata
Salah satu penyebab kantung mata hitam ternyata sering mengucek mata. (Foto: StyleCaster)

Siapa sangka, ternyata terlalu sering mengucek mata dapat menyebabkan kantung mata hitam, lho! Kebiasaan mengucek mata juga dapat menyebabkan kantung mata menjadi semakin hitam. Oleh karena itu, mulai dari sekarang hindari kebiasaan mengucek mata agar kantung mata tidak bertambah besar dan hitam.

3. Kerusakan kornea

Mata Iritasi Jangan Dikucek, Ternyata Itu Bisa Memperburuk Kondisi Mata
Parahnya, bisa menyebabkan kebutaan. (Foto: Pixabay/TobiasD)

Terlalu sering mengucek mata juga dapat menyebabkan kerusakan kornea. Ini bisa terjadi karena jari yang kita gunakan secara tidak langsung menekan kornea atau ada bulu mata yang masuk ke dalam kornea. Jika dibiarkan, kerusakan korena dapat menganggu penglilhatan, bahkan menyebabkan kebutaan.

Baca juga:

Kenali Tanda Kerusakan Sklera, Si Putih Pelindung Bola Mata

4. Glaukoma

Salah satu penyebab kantung mata hitam ternyata sering mengucek mata. (Foto StyleCaster
Glaukoma dapat menyebabkan kerusakan saraf mata. (Foto: Alodokter)

Glaukoma merupakan penyakit mata yang terjadi ketika tekanan cairan dalam bola mata terlalu tinggi. Selain itu, akan membuat saraf mata menjadi rusak dan bertambahh parah jika tidak segera ditangani.

Kerusakan saraf mata ini disebabkan oleh kebiasaan mengucek mata yang terlau sering dan keras. Parahnya, jika glaukoma dinilai cukup tinggi akan mengakibatkan kebutaan.

5. Mata berdarah

Mata Iritasi Jangan Dikucek, Ternyata Itu Bisa Memperburuk Kondisi Mata
Terdapat gumpalan darah di mata. (Foto: Medical News Today)

Maksud mata berdarah di sini adalah bukan berarti mengeluarkan darah, tetapi suatu kondisi dimana bagian putih mata berubah warna menjadi merah akibat gumpalan darah. Mata berdarah ini terjadi karena pembuluh darah kecil yang ada di dalam mata pecah akibat tekanan jari. (And)

Baca juga:

Kantung Mata dan Lingkaran Hitam Mengganggu Penampilan

#Kesehatan Mata #Kesehatan #Info Kesehatan #Penyakit Mata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Bagikan