Masalah BP-PKJ, Radhar: Ahok Tak Paham Kebudayaan

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Selasa, 10 November 2015
Masalah BP-PKJ, Radhar: Ahok Tak Paham Kebudayaan

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Budaya - Rencana Gubenur DKI Jakarta, Basuki Tjahya Purnama alias Ahok untuk mengalihkan kepengurusan Badan Pengelola - Pusat Kesenian Jakarta (BP-PKJ) ke Unit Pengelolaan Teknis (UPT). Dikecam oleh Masyarakat Seniman Jakarta (MSJ) terutama beberapa statment Ahok di media masa.

Hal ini dipaparkan oleh Radhar Panca Dahana saat ditemui rekan media di Teater Ismail Marzuki (TIM), selasa (10/11).

"Ada 6 item dari statment Ahok yang saya catet dan 6 keliru. BP-PKJ di isi oleh seniman kan enggak, seniman minta uang enggak juga. Kalau gabung sama UP masak seniman jadi pegawai negeri. Kita gak pernah permasalahkan uang. Kalau surat kita sudah bikin tanggal 3-4 November. Beritanya tanggal 9 rilis, jadi surat kita enggak ditanggapi," Ujar Radhar selaku anggota MSJ.

Radhar sendiri dengan tegas mengatakan bahwa Ahok tidak mengerti tentang kebudayaan. Terutama masalah pengelolaan BP-PKJ.

"Kita akan mencoba mengusahakan memberitahu secara tegas kepada Ahok, kalau kalian (Pemprov) keliru. Karena anda keliru anda tidak paham dengan kebudaayaan. Kalau tidak paham kebudayaan lebih baik tidak usah bicara kebudayaan," Ketus Radhar berapi-api.

Bahkan Radhar pun sangat menyayangkan sikap Ahok yang tidak mau bicara dengan seniman. Padahal mereka (MJS) sudah mengajukan surat untuk berdiskusi.

"Dia lebih ngerti sampah dan kali. Bahkan dulu dia tidak ngerti sampah dan kali. Tapi dia belajar, kenapa dia enggak belajar kebudayaan. Dia kenapa juga tidak ngobrol dengan penggiat kebudayaan. Apa kesulitanya?" Pungkas Radhar.

Gubenur DKI Jakarta mengeluarkan statment di media massa prihal pengelolaan BP-PKJ. Beberapa point pun dicatat oleh MSJ sebagai bahan kekeliruan. (rky) 

Berikut 6 point yang diungkapkan oleh Ahok:
1) Dia beranggapan, BP-PKJ diisi oleh Seniman
2) Senang kalau TIM dikelola oleh seniman, Kalau mereka (seniman) mampu
3) Kalau seniman mengelola ngapain minta APBD
4) Masalah duit
5) Kalau mampu kirim surat aja ke saya (Ahok), kamu (seniman) yang menjalankan
6) Membaguskan TIM, kamu (seniman) masuk UPT

BACA JUGA:

  1. Pak Raden Diusulkan sebagai Pahlawan Budaya
  2. Irman Gusman: India Dekat dengan Indonesia secara Budaya
  3. Jajang C Noer: Pak Raden Pahlawan Budaya
  4. Mengenal Ragam Tarian Perang di Festival Budaya Melanesia
  5. Tolak Radikalisme, BNPT Gelar Pawai Budaya di Yogyakarta
#Gubernur DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Viral Denda Rp 500 Ribu karena Ganjil Genap di Tol, Simak Penjelasan Pramono
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tidak ada aturan baru ganjil genap di jalan tol. Ketentuan tersebut sudah berlaku sejak 2019.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
Viral Denda Rp 500 Ribu karena Ganjil Genap di Tol, Simak Penjelasan Pramono
Indonesia
LRT Velodrome-Manggarai Diresmikan Agustus, Gubernur Pramono: Nilai Investasi Mencapai Rp 12,5 Triliun
Rute LRT Velodrome-Manggarai ini akan diperpanjang hingga Dukuh Atas.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
LRT Velodrome-Manggarai Diresmikan Agustus, Gubernur Pramono: Nilai Investasi Mencapai Rp 12,5 Triliun
Indonesia
Gubernur Pramono Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Kini Memiliki Wajah Baru yang Nyaman
Jalan Rasuna Said kini menjadi ikon baru yang lebih rapi dan tertata, nyaman bagi kendaraan, pengguna transportasi umum, pejalan kaki, hingga penyandang disabilitas.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Gubernur Pramono Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Kini Memiliki Wajah Baru yang Nyaman
Indonesia
Pramono Ungkap RW Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, Tapi Masih Tersisa 211 Titik
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap jumlah RW kumuh di Jakarta turun 52,58% sejak 2017. Masih ada 211 RW kumuh yang jadi fokus penanganan Pemprov DKI.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Pramono Ungkap RW Kumuh di Jakarta Turun 52 Persen, Tapi Masih Tersisa 211 Titik
Indonesia
Gubernur Pramono Serukan Pembersihan Masal Ikan Sapu-sapu, Bukan Hanya di Jakarta Pusat
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menginstruksikan jajaran untuk melakukan pembersihan ikan sapu-sapu di seluruh wilayah Ibu Kota.
Frengky Aruan - Minggu, 12 April 2026
Gubernur Pramono Serukan Pembersihan Masal Ikan Sapu-sapu, Bukan Hanya di Jakarta Pusat
Indonesia
ASN Jakarta Pakai Mobil Dinas ke Puncak, Pramono Anung: Sudah Ditegur
ASN DKI Jakarta kedapatan menggunakan mobil dinas di Puncak Bogor. Pramono Anung menegaskan tidak ada toleransi, BPAD beri teguran dan lakukan evaluasi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 April 2026
ASN Jakarta Pakai Mobil Dinas ke Puncak, Pramono Anung: Sudah Ditegur
Indonesia
Gubernur Pramono Dukung Rencana Presiden Prabowo Bangun Hunian Layak bagi Warga Bantaran Rel di Senen
Menurut Pramono, keberadaan warga yang tinggal di fasilitas umum, termasuk di pinggir rel maupun tempat pemakaman umum (TPU), menjadi persoalan lama di Jakarta.
Frengky Aruan - Sabtu, 28 Maret 2026
Gubernur Pramono Dukung Rencana Presiden Prabowo Bangun Hunian Layak bagi Warga Bantaran Rel di Senen
Indonesia
Pendatang di Jakarta Pascalebaran Bisa Sampai 12 Ribu Orang, Gubernur Pramono: Tidak Ada Operasi Yustisia
Pramono hanya mengingatkan pendatang harus punya kesiapan diri yang bagus dan kemampuan untuk bekerja.
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Pendatang di Jakarta Pascalebaran Bisa Sampai 12 Ribu Orang, Gubernur Pramono: Tidak Ada Operasi Yustisia
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Terbuka bagi Siapa Pun Pendatang dengan Catatan
“Jadi bagi siapapun warga negara Indonesia yang mau datang ke Jakarta, Jakarta terbuka, tetapi Jakarta tentunya juga mensyaratkan orang untuk bekerja itu harus dengan kapasitas, kapabilitas, atau yang menjadi kebutuhan,” kata Pramono.
Frengky Aruan - Rabu, 25 Maret 2026
Gubernur Pramono Tegaskan Jakarta Terbuka bagi Siapa Pun Pendatang dengan Catatan
Indonesia
Gubernur Pramono Ancam Kasih Hukuman untuk ASN Pemprov DKI yang Telat dan Bolos Kerja Pasca WFA Lebaran
Pramono Anung juga memberikan tanggapan soal penerapan work from home (WFH) selama satu hari dalam sepekan.
Frengky Aruan - Rabu, 25 Maret 2026
Gubernur Pramono Ancam Kasih Hukuman untuk ASN Pemprov DKI yang Telat dan Bolos Kerja Pasca WFA Lebaran
Bagikan