Markas Prabowo Pindah ke Jateng, Tim Jokowi Jumawa Sindir Gaya Kampanye Lawan Kuno

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 10 Desember 2018
Markas Prabowo Pindah ke Jateng, Tim Jokowi Jumawa Sindir Gaya Kampanye Lawan Kuno

Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Foto: Twitter/@sandiuno

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf menyindir gaya kampanye kubu lawan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah kuno. Kritik ini sebagai tanggapan atas rencana pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga memindahkan markas tim pemenangan dari Jakarta ke Jawa Tengah

"Kampanye mereka ini masih kampanye model-model kuno. Sekarang ini era informasi, era medsos, dan sebagainya. Tempat kampanye itu tidak akan memberi pengaruh yang besar," kata Wakil Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, di Jakarta, Senin (10/12).

Abdul Kadir Karding (Foto: Fadhli)

Menurut Karding, pemindahan posko kubu lawannya itu justru akan semakin menguatkan militansi warga Jawa Tengah dalam memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Apalagi, Jawa Tengah merupakan basis kuat PDIP selaku partai utama pendukung Jokowi.

"Kalau menurut saya sih, semakin dia memindahkan ke sana, maka militansi orang Jawa Tengah akan semakin menguat ke pak Jokowi," imbuh politikus PKB itu.

Erick Thohir dalam pengumuman Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf
Pengumuman Ketua TKN KIK di Posko Cemara Menteng,Jakarta, Jumat (7/9) tampak hadir Wapres Jusuf Kalla, Erick Thohir, Jokowi dan KH Ma'ruf Amin. (Foto:MP/Fadhli)

Karding juga menekankan Presiden Jokowi sendiri merupakan putra asli Solo, Jawa Tengah dan pernah menjabat sebagai Walikota Solo dua periode. "Jadi enggak ada yang perlu dikhawatirkan," tegas dia.

Sebelumnya, Cawapres Sandiaga Uno berencana memindahkan markas pemenangan dari Jakarta ke Jawa Tengah. Alasannya, untuk menggaet dukungan masyarakat Jawa Tengah karena perolehan suara Prabowo-Hatta kalah dari Jokowi-JK di sana pada Pemilu 2014 lalu. (Fdi)

#Jokowi #Pilpres 2019 #Prabowo-Sandiaga
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka ni menegaskan pihaknya akan hadiri sidang asalkan surat panggilan diterima.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Akan Dipanggil sebagai Saksi Pelapor Fitnah Ijazah Palsu, Jokowi: Insya Allah Saya Hadir
Indonesia
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Jaksa akan memanggil Jokowi dan Syarif di persidangan pada Kamis (5/11).
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi akan Dihadirkan dalam Sidang Kasus Dugaan Hoaks Ijazah Palsu yang Menjerat Roy Suryo dan Dr Tifa
Indonesia
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Jaksa akan menghadirkan Jokowi sebagai saksi dalam sidang Roy Suryo pekan depan. Roy menyebut kehadiran mantan presiden itu telah lama dinantikan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Oktober 2026
Jokowi Dijadwalkan Jadi Saksi Sidang Hoaks Ijazah Palsu, Roy Suryo: Ditunggu Masyarakat Satu Indonesia
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Bagikan