Markas Gegana Brimob Jakpus Bukan Sengaja Dibakar, Damkar Duga Akibat Sisa Puntung Rokok

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 01 September 2025
Markas Gegana Brimob Jakpus Bukan Sengaja Dibakar, Damkar Duga Akibat Sisa Puntung Rokok

Sebanyak 12 unit pemadam kebakaran mengatasi kebakaran di Gedung Gegana, Minggu (31/8/2025). (ANTARA/Chairul Rohman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menduga kebakaran Gedung Gegana Brimob di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (31/8) kemarin akibat orang buang puntung rokok, bukan karena sengaja dibakar.

"Dugaan sementara karena ini tidak ada aktivitas apapun, mungkin ada yang iseng. Karena ini gedung kosong. Banyak kardus dan sebagainya. Mungkin ada yang buang puntung rokok," Kata Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat, Mulandono, saat dikonfirmasi awak media, Senin (1/9).

Baca juga:

Prajurit TNI Diamankan Saat Demo Rusuh, Dansat Brimob Minta Maaf Akui Ada Salah Paham

Mulandono menjelaskan menurut keterangan saksi mata, kobaran api di Gedung Gegana Brimob itu terjadi Minggu Sore, sekitar 16.30 WIB. "Kita kerahkan di sini 12 unit. Kurang lebih ada 60 personel," imbuh petugas Damkar itu, dikutip Antara.

Terkait perkiraan waktu kebakaran juga dibenarkan saksi mata warga sekitar Herman. "Sekitar jam setengah 5 sore lah kejadiannya," imbuh warga yang tinggal di belakang gedung Gegana itu.

Baca juga:

Pasukan Oranye dan TNI Bersihkan Sisa Demo di Mako Brimob Kwitang, Lalu Lintas Sudah Normal

Kepada media, Herman mengaku juga melihat sejumlah orang diamankan terkait insiden kebakaran. Setelah penelusuran dari pihak Brimob secara mendalam, terduga pelaku yang sudah diamankan berjumlah lima orang. Terdiri dari tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan. (*)

Dalam negara demokrasi, menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Namun, pelaksanaannya harus dilakukan secara damai, bertanggung jawab, serta menghormati hak orang lain tanpa merusak fasilitas publik maupun mengganggu ketertiban umum.

#Kebakaran #Brimob #Pemadam Kebakaran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
IGD di Pontinak Dipadati Warga Terkena Pneumonia Akibat Terpapar Asap Karhutla
Masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar, masyarakat disarankan menggunakan masker,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
IGD di Pontinak Dipadati Warga Terkena Pneumonia Akibat Terpapar Asap Karhutla
Indonesia
Posko GRIB Jaya di Kedoya Kebakaran
Laporan kebakaran diterima Petugas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat pada pukul 02.49 WIB.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Posko GRIB Jaya di Kedoya Kebakaran
Indonesia
Kebakaran Terjadi di Basement Gedung KPK, Api Berhasil Dipadamkan
Basement gedung KPK mengalami kebakaran, Sabtu (29/8). Sebanyak 14 petugas pemadam dikerahkan ke lokasi.
Soffi Amira - Sabtu, 29 Agustus 2026
Kebakaran Terjadi di Basement Gedung KPK, Api Berhasil Dipadamkan
Indonesia
BNPB Pastikan Penanganan Karhutla Dilakukan Terpadu, Masyarakat Diminta Waspada
BNPB memastikan pemerintah terus menangani karhutla secara terpadu. Masyarakat diminta tidak membakar lahan, waspada titik api, dan menggunakan masker.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 Agustus 2026
BNPB Pastikan Penanganan Karhutla Dilakukan Terpadu, Masyarakat Diminta Waspada
Indonesia
Kesulitan BNPB Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan, Kondisi Gambut Perlu Banyak Air
Tantangan yakni faktor cuaca dan iklim yang menyulitkan proses operasi udara. Jarak pandang yang terbatas pun menghalangi upaya personel untuk memadamkan api.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Kesulitan BNPB Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan, Kondisi Gambut Perlu Banyak Air
Indonesia
Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Sumatera, Jawa, dan Kalimantan di Akhir Agustus 2026
Cari tahu info terbaru potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akhir Agustus 2026. Cek daftar wilayah zona merah di Sumatera, Jawa, Kalimantan serta update operasi modifikasi cuaca di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 27 Agustus 2026
Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Sumatera, Jawa, dan Kalimantan di Akhir Agustus 2026
Indonesia
Sumur Bor Jadi Andalan Kemenhut Padamkan Karhutla
Langkah ini diambil karena lahan gambut memiliki kesatuan hidrologis yang masih menyimpan cadangan air di kedalaman tertentu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
Sumur Bor Jadi Andalan Kemenhut Padamkan Karhutla
Indonesia
Polisi Dikerahkan ke 8 Provinsi Karhutla,Bawa Perangkat Presentasi, Laptop, Layar, Brosur, dan Flyer Buat Edukasi
Sebanyak 403 personel kita dorong ke delapan Polda untuk melaksanakan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
Polisi Dikerahkan ke 8 Provinsi Karhutla,Bawa Perangkat Presentasi, Laptop, Layar, Brosur, dan Flyer Buat Edukasi
Indonesia
DPR Dukung Pencabukan Izin Perusahaan Pembakar Hutan, Sudah Rugikan Rakyat
Pencahutan izin harus menjadi pilihan serius apabila dari hasil penyelidikan dan pembuktian hukum ditemukan bahwa kebakaran terjadi akibat kesengajaan atau kelalaian perusahaan dalam mengelola areal konsesinya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
DPR Dukung Pencabukan Izin  Perusahaan Pembakar Hutan, Sudah Rugikan Rakyat
Indonesia
Karhutla Makin Parah, Penerbangan ke Kalimatan Selatan Makin Terganggu
Sejumlah lahan kosong yang terbakar bahkan berada di ring 1 bandara, antara lain Tegal Arum d Kelurahan Syamsudin Noor dan Guntung Damar di Kelurahan Guntung Payung.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
Karhutla Makin Parah, Penerbangan ke Kalimatan Selatan Makin Terganggu
Bagikan