Marak Kekerasan di Sekolah, KPAI Bersama Dua Kementerian Bikin Grup WA

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 06 November 2017
Marak Kekerasan di Sekolah, KPAI Bersama Dua Kementerian Bikin Grup WA

Komisioner KPAI Retno Listyarti. (MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Guna memudahkan koordinasi antarlembaga dan kementerian terkait banyaknya pengaduan tindak kekerasan di sekolah, pihak KPAI bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berikut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) membentuk grup WhatsApp.

Inisiasi tersebut muncul setelah KPAI bersama Kementerian PPPA mendatangi Kemendikbud untuk berdiskusi banyak soal maraknya kekerasan di sekolah.

Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, pembentukan grup WA itu diinisiasi oleh Kemendikbud untuk memudahkan koordinasi antarlembaga terkait.

"Pihak Kemdikbud mengusulkan ada grup WhatsApp yang anggotanya terdiri dari Kemdikbud, Kementerian PPPA, dan KPAI. Tujuan grup tersebut adalah untuk memudahkan koordinasi," kata Retno di Jakarta, Senin (6/11).

Dengan adanya grup tersebut, Retno berharap pengaduan yang masuk ke KPAI dapat segera diselidiki dan tindak.

"Intinya memudahkan laporan terkait berbagai pengaduan kekerasan di pendidikan yang diterima KPAI agar segera dapat diselidiki dan ditindak," katanya.

Pada pertemuan itu, Kemendikbud dan Kementerian PPPA sepakat bersinergi melakukan pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah dengan memunculkan istilah 'Sekolah Aman' bagi Kemendikbud dan 'Sekolah Ramah Anak' bagi Kementerian PPPA.

"Pertemuan membahas pencegahan kekerasan di pendidikan saat masa datang. Kemdikbud menggunakan istilah 'Sekolah Aman', sedangkan Kementerian PPPA menggunakan istilah 'Sekolah Ramah Anak (SRA)' itu yang dikuatkan," katanya. (Fdi)

Baca berita terkait kekerasan terhadap anak lainnya di: Masyarakat Diimbau Tidak Terprovokasi dengan Video Pemukulan Siswa

#KPAI #Kekerasan Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kekerasan di Daycare Mencuat, DPR Wacanakan Revisi UU Perlindungan Anak
DPR RI tengah mengkaji langkah penguatan regulasi sebagai bagian dari strategi pencegahan kekerasan terhadap anak.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Kekerasan di Daycare Mencuat, DPR Wacanakan Revisi UU Perlindungan Anak
Indonesia
Komisi X DPR RI Bakal Perketat Izin Daycare Lewat Regulasi Pendidikan Informal
Meskipun pembahasan sempat tertunda akibat masa reses parlemen, Komisi X memastikan isu ini menjadi prioritas utama
Angga Yudha Pratama - Senin, 04 Mei 2026
Komisi X DPR RI Bakal Perketat Izin Daycare Lewat Regulasi Pendidikan Informal
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
DPR Minta Sanksi Berat untuk Dosen PTN yang Terlibat Kasus Kekerasan Daycare
DPR melalui Esti Wijayanti mendesak penonaktifan dosen terduga pelaku kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
DPR Minta Sanksi Berat untuk Dosen PTN yang Terlibat Kasus Kekerasan Daycare
Indonesia
43% Daycare Tak Berizin, DPR Desak Razia Besar Demi Lindungi Anak
DPR mendesak razia daycare ilegal setelah maraknya kekerasan anak. Data menunjukkan 43 persen daycare belum berizin dan minim standar pengasuhan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
43% Daycare Tak Berizin, DPR Desak Razia Besar Demi Lindungi Anak
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta, DPR Desak Kemendikdasmen Bertindak
DPR RI menyoroti dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta. Kemendikdasmen diminta memperketat pengawasan dan evaluasi nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 April 2026
Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta, DPR Desak Kemendikdasmen Bertindak
Indonesia
Legislator Desak Evaluasi Total Daycare, Bongkar Kegagalan Sistem
Kepercayaan masyarakat terhadap daycare kini berada di titik rawan.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 April 2026
Legislator Desak Evaluasi Total Daycare, Bongkar Kegagalan Sistem
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Bagikan