Pilpres 2019

Manuver Partai Demokrat Tarik Ulur Gabung Koalisi Jokowi

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 21 April 2018
Manuver Partai Demokrat Tarik Ulur Gabung Koalisi Jokowi

Presiden Jokowi (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) disaksikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) ANTARA FOTO/Yulius Satria Wija

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Partai Demokrat belum menentukan sikap siapa yang akan didukung di Pilpres 2019. Sejauh ini, partai besutan Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjajaki koalisi dengan poros Jokowi atau Prabowo.

Hal itu terlihat dari pertemuan yang digelar Fungsionaris Demokrat dengan sejumlah tokoh parpol.

Baru-baru ini, pertemuan antara SBY dan Wiranto di kediaman SBY Mega Kuningan, Jakarta Selatan, menyiratkan kemungkinan ajakan koalisi tersebut.

Hanya saja, Wakil Ketua DPP Demokrat Roy Suryo menjelaskan, kepentingan utamanya adalah membahas situasi nasional, hukum, ekonomi dan politik.

"Selaku orang yang bertanggung jawab di bidang polhukam, kan pak SBY pernah Polhukam sekarang pak Wiranto di Polhukam, jadi pembicaraannya satu tahun kedepan bagaimana, termasuk pak SBY memberikan saran-saran hukum harus ditegakkan tentu saja ditengah-tengah itu kan banyak teman-teman yang menduga pasti ada ajakan itu lah saya jawab senyum-senyum," kata Roy saat ditemui di Bilangan Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (21/4).

Meski demikian, Roy tidak menapik adanya pembicaraan untuk mengajak koalisi dengan Pemerintah.

"Pertemuan pak SBY dan Wiranto saya menjawab senyum-sentum saja kalau ada pembicaraan soal itu ya pasti ada lah, saya bohong kalau mengatakan tidak ada," terang Mantan Menpora itu.

Sama halnya dengan Pertemuan Wakil Ketua DPP Demokrat Syarif Hasan dengan sejumlah petinggi PKS. Roy mengaku dalam pertemuan itu terjadi lobi-lobi politik.

Ketua Umum Partai Demokrat SBY
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan paparan saat pengukuhan Kogasma untuk Pemilukada 2018 dan Pilpres 2019 ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

"Agendanya biasa lobi-lobi antar Parpol, biasa saja. Pak Syarif selaku mantan ketua harian dan sekarang wakil ketum sendiri pernah menjalin komunikasi itu," ungkap Roy di lokasi yang sama.

Ditegaskannya, pada Pilpres 2019 Demokrat tidak mau salah jalan lagi, seperti yang terjadi di 2014 lalu.

"Yang pasti partai Demokrat tidak akan bersikap seperti 2014, kami memang tidak mendukung langsung kita memilih netral, karena kami tidak memiliki calon sekarang kita memiliki next leader," ujarnya.

Demokrat Goyang Koalisi Prabowo, Bagaimana Nasib Poros Ketiga

Dalam pertemuan dengan Pimpinan PKS, Roy tidak menapik adanya lobi-lobi termasuk membicarakan poros alternatif. Akan tetapi, Roy tidak mau disebut coba menggoyang koalisi Gerindra-PKS.

"Oh gak-gak, gak ada goyangan-goyangan, semua itu baik semua kita jajaki termasuk pertemuan pak SBY-Wiranto," kata Pakar Telematika itu.

Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera saat dikonfirmasi membenarkan pertemuan tersebut.

"PKS tetap mendukung Prabowo siapapun Cawapresnya," kata Mardani saat disinggung kemungkinan menjajaki koalisi poros ketiga.

Roy Suryo dan AHY
Roy Suryo dan AHY (Foto: Twitter Roy Suryo)

Manuver Demokrat Bentuk Poros Ketiga.

Manuver politik Demokrat yang bermaksud membentuk poros Ketiga sudah lama terbaca. Hal itu diungkapkan pengamat politik UIN Jakarta Adi Prayitno.

Dia menilai, manuver itu terlihat dari pertemuan Demokrat dengan PAN dan PKS. "Demokrat juga terlihat terus bermanuver membentuk poros alternatif di luar Jokowi dan Prabowo. Itu terbaca dari keinginan Demokrat yang ingin ketemu PKS dan PAN dalam waktu dekat," kata Adi.

Skenario poros alternatif, kata dia, bisa dimaknai juga sebagai rencana lain jika Demokrat gagal merapat ke Jokowi.

"Yang jelas Demokrat tak mau salah langkah dalam menentukan arah koalisi. Melihat kecenderungannya, Demokrat terkesan ingin lebih merapat ke Jokowi. Gestur dan bahasa tubuh Demokrat terlihat ingin merapat ke Jokowi karena pertimbangan kemenangan," jelasnya.

Sementara, pendekatan ke Poros Prabowo menurut Dosen UIN ini hanya bagian dari opsi-opsi itu.

"Ke poros prabowo hanyalah opsi lain jika skenario merapat ke Jokowi mental," pungkasnya.(Fdi)

Baca juga berita lainnya dalam artikel:Elektabilitas Jokowi dan PDIP Tinggi, Roy Suryo: Belanda Masih Jauh

#Susilo Bambang Yudhoyono #Partai Demokrat #Presiden Jokowi #Roy Suryo
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Pastikan Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa Sesuai Prosedur Hukum
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap dua tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo yaitu Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma alias dr Tifa, Jumat, 19 Juni 2026 pagi.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
Kapolri Pastikan Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa Sesuai Prosedur Hukum
Indonesia
Polda Metro Jaya: Roy Suryo dan dr Tifa Dicek Kesehatan Sebelum Dilimpahkan ke Kejaksaan
Polda Metro Jaya tangkap Roy Suryo dan dr Tifa karena berkas kasus ijazah Jokowi dinyatakan lengkap. Keduanya diperiksa kesehatan sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Polda Metro Jaya: Roy Suryo dan dr Tifa Dicek Kesehatan Sebelum Dilimpahkan ke Kejaksaan
Indonesia
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Diklaim Buat Kelancaran Pelimpahan ke Jaksa
Tindakan ini merupakan bagian dari rangkaian proses untuk melaksanakan penyerahan atau pelimpahan tersangka dan barang bukti sehubunga
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Diklaim Buat Kelancaran Pelimpahan ke Jaksa
Indonesia
Kecewa Roy Suryo Ditangkap, Pengacara: Hukum Tunduk pada Atensi
Kemunculan Roy Suryo sebagai narasumber di sejumlah stasiun televisi merupakan hak konstitusionalnya.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Kecewa Roy Suryo Ditangkap, Pengacara: Hukum Tunduk pada Atensi
Indonesia
Akhirnya, Polda Metro Jaya Buka Suara Alasan Penangkapan dr Tifa dan Roy Suryo
Polda Metro Jaya jelaskan penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa terkait kasus ijazah Jokowi. Penangkapan disebut bagian dari proses hukum P21, bukan vonis.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Akhirnya, Polda Metro Jaya Buka Suara Alasan Penangkapan dr Tifa dan Roy Suryo
Indonesia
Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan Polda Metro Jaya, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
Jokowi menanggapi penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam kasus dugaan fitnah ijazah UGM. Ia menegaskan akan mengikuti proses hukum yang berjalan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Roy Suryo dan dr Tifa Ditahan Polda Metro Jaya, Jokowi: Kita Ikuti Proses Hukum
Indonesia
Roy Suryo Ditangkap Polisi, Pengacara Protes Keras
Refly mengungkapkan Dokter Tifa ditangkap pada pagi hari tepat menjelang pelaksanaan ujian disertasi atau seminar hasil akademiknya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Roy Suryo Ditangkap Polisi, Pengacara Protes Keras
Indonesia
Kasus Hoaks Ijazah Jokowi, Roy Suryo dan Dr Tifa Dikabarkan Diamankan Polda Metro Jaya
Roy Suryo dan dr Tifa dikabarkan ditangkap penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan hoaks ijazah Jokowi. Polisi masih belum memberikan keterangan resmi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Kasus Hoaks Ijazah Jokowi, Roy Suryo dan Dr Tifa Dikabarkan Diamankan Polda Metro Jaya
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Roy Suryo Dibebaskan dari Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Roy Suryo dikabarkan dibebaskan dari kasus dugaan ijazah palsu Jokowi. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Minggu, 14 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Roy Suryo Dibebaskan dari Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
SBY Bongkar Rahasia Kepemimpinan Kuat Hadapi Krisis Global, Belajar dari Tragedi Tsunami Hingga Krisis 2008
SBY mengingatkan kepemimpinan harus bersifat inklusif agar manfaat pembangunan tersebar merata kepada seluruh masyarakat
Angga Yudha Pratama - Kamis, 04 Juni 2026
SBY Bongkar Rahasia Kepemimpinan Kuat Hadapi Krisis Global, Belajar dari Tragedi Tsunami Hingga Krisis 2008
Bagikan