Mantan Menteri Nyanyi 'Salam Dua Jari', Jangan Lagi Pilih Jokowi
Direktur Relawan Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan (MP/Ponco)
MerahPutih.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menggelar nonton bareng (nobar) debat Pemilihan Presiden 2014.
Direktur Relawan Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan yang juga mantan menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN di era Jokowi dalam sambutannya bernyanyi salam dua jari sambil mengingat janji Jokowi ketika berkampanye 2014 silam. Menurut Ferry, masih banyak janji rezim ini yang tidak terealisasi.
"Saya kira ada sebuah pengabaian yang kemudian memperlihatkan bahwa negeri ini dibiarkan punya masalah yang sedemikian rupa, dan tanpa ada penanganan dari pemerintah. Ini saya punya lagu, masih inget kan lagu salam dua jari? Salam dua jari, jangan lagi pilih Jokowi," kata Ferry sambil mengacungkan dua jari di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (12/1).
Apa yang dikatakan Ferry tersebut beralasan, karena dia pernah menjadi pembantu Jokowi dalam pemerintahan, bahkan pernah menjadi tim pemenangannya. "Cukup sekali aku merasa," sindir Ferry.
Dalam video tayangan debat 2014 secara utuh, di antaranya Jokowi berjanji tidak akan impor dan tidak menaikkan harga BBM, namun nyatanya justru sebaliknya.
Bahkan, beberapa perwakilan relawan yang didominasi emak-emak di lokasi nobar menyindir janji yang tidak ditepati itu.
"Bohong itu! Buktinya mana? Nggak ada!" teriak emak-emak kompak. (Pon)
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Teman KKN UGM Jadi Saksi di PN Solo, Jokowi Disebut Punya Nama Panggilan 'Jack'
Jokowi Tegaskan Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode di Pilpres 2029
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?