Mantan Lawan Politik Netanyahu Gabung ke Kabinet Israel, Sudah Lupakan Persaingan di Masa Lalu
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (ANTARA/AA)
MerahPutih.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengumumkan bahwa mantan saingannya Gideon Saar bergabung dengan kabinet Israel.
Saar yang berhaluan agresif akan menjabat sebagai menteri tanpa portofolio, kata Netanyahu pada Minggu (29/9).
Keikutsertaan Saar dalam koalisi pemerintah meningkatkan dukungannya di parlemen Israel yang beranggotakan 120 orang dari 64 menjadi 68, melemahkan hak veto de facto yang dimiliki partai-partai sayap kanan atas kabinet. Langkah ini dilakukan saat Israel mengintensifkan serangannya terhadap Lebanon dan Gaza.
Saar merupakan salah satu kritikus Netanyahu yang paling vokal dalam beberapa tahun terakhir, tetapi Perdana Menteri Israel tersebut menyatakan bahwa kedua politisi tersebut telah memiliki pandangan yang sama sejak dimulainya perang di Gaza.
Baca juga:
Indonesia Walkout Saat PM Israel Benjamin Netanyahu Hendak Berpidato di PBB
"Gideon menerima permintaan saya dan setuju untuk kembali ke pemerintahan," kata Netanyahu dalam pernyataan bersama, seperti dilansir surat kabar Israel Haaretz, dikutip dari Aljazeera, Senin (30/9).
"Bukan rahasia lagi bahwa kami pernah memiliki perbedaan pendapat di masa lalu, tetapi sejak 7 Oktober, kami berdua telah melupakan semua keluhan masa lalu.”
Sementara itu, Saar mengatakan keputusan untuk bergabung dengan pemerintah adalah tindakan patriotik dan benar untuk dilakukan saat ini.
“Pada saat ini, sangat penting untuk memperkuat Israel, pemerintahannya, serta persatuan dan kohesi di dalamnya,” katanya. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA] : Prabowo Nyatakan Indonesia siap Berperang Melawan Israel
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Disidang dalam Kasus Korupsi, Benjamin Netanyahu Minta Pengampunan dari Presiden Israel
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina