Manfaat dan Tips Membuat Poached Eggs

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 08 Oktober 2020
Manfaat dan Tips Membuat Poached Eggs

Poached egg dinilai lebih sehat dan memberikan manfaat lebih. (Foto: Pexels/Marta Dzedyshko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

POACHED egg adalah salah satu cara memasak telur yang sehat untuk dikonsumsi. Sajian ini direkomendasikan untuk dimakan saat sarapan dan disajikan bersama dengan roti panggang yang biasa dikenal dengan egg benedict.

Dilansir dari The List, telur merupakan sumber protein yang harganya cukup murah namun memiliki kualitas tinggi. Kandungan proteinnya untuk meningkatkan massa otot dan membantu kinerja otot. Di dalam satu butir telur, terdapat asam amino yang membantu memelihara tulang, kulit, dan menjaga sistem kekebalan tubuh. Serta kebanyakan kandungan proteinnya didapat dalam bagian putih telurnya.

Baca Juga:

Bangun Otot Lebih Cepat? Jangan Hanya Makan Putih Telur Saja!

Pada dasarnya telur sendiri menjadi sumber protein yang berkualitas tinggi. Untuk mengurangi adanya tambahan lemak berlebih, kamu bisa memasaknya dengan teknik poached egg. Teknik ini memang yang paling sehat yang direkomendasikan untuk memasak telur, dibandingkan dengan metode orak-arik atau menggorengnya.

Dikutip dari Young Official, teknik poached egg meminimalkan terjadinya oksidasi. Merebus telur akan membantuk menghindari lemak yang terdapat dalam kuning telur agar tidak teroksidasi. Ini seperti yang terjadi pada irisan buah apel yang berubah warna ketika terpapar udara.

Baca Juga:

Sudah Tahu Diet Telur Rebus?

telur
Bagian putih matang dan padat, kuningnya meleleh. (Foto: Pexels/Kyle Roxas)

Proses pembuatannya agak berbeda dengan merebus telur. Biasa orang juga mengenal teknik telur ceplok air, di mana pada bagian putihnya matang dan padat. Sementara pada bagian kuning telurnya akan meleleh ketika dipotong.

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat Poached Egg ini hanya air dan sedikit cuka. Pastikan telur yang akan dimasak masih sangat fresh untuk menghindari kuning dan putih telurnya tercampur. Cukanya dicampurkan dengan air panas. Cuka berguna untuk membantu putih telurnya mengeras lebih cepat dan tidak menyebar.

Pastikan airnya sudah cukup panas, bukan mendidih, untuk mematangkan kuning telurnya. Kamu perlu mengaduk air perlahan untuk membentuk perputaran air yang membantu bagian putih telurnya menyelimuti si kuning telur. Setelah itu baru masukkan telur di api kecil selama 3 sampai 4 menit sampai bagian putih terlihat mengeras. (ren)

Baca Juga:

Cuma Ada Telur? Tenang, 3 Resep Kekinian Ini Bisa Dicoba di Rumah

#Kesehatan #Kuliner #Telur
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Kuliner
Jadi 'Surga' Penikmat Kuliner Premium Lobster dan Burger, Jakarta Kini Disetarakan dengan London dan New York
Jakarta menonjol sebagai salah satu destinasi kuliner paling dinamis di Asia Tenggara.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Januari 2026
Jadi 'Surga' Penikmat Kuliner Premium Lobster dan Burger, Jakarta Kini Disetarakan dengan London dan New York
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Kuliner
Sambut Tahun Baru Imlek 2026, Hennessy Hadirkan Koleksi Tahun Kuda nan Berani
Dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek 2026 dan menyambut Tahun Kuda, Hennessy kembali meluncurkan koleksi edisi terbatas terbaru.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Januari 2026
Sambut Tahun Baru Imlek 2026, Hennessy Hadirkan Koleksi Tahun Kuda nan Berani
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Bagikan