Manfaat dan Risiko Diet Karnivora

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Jumat, 09 Desember 2022
Manfaat dan Risiko Diet Karnivora

Diet karnivora hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan berbahan dasar daging atau makanan yang kaya akan protein dan lemak. (Foto: Freepik/Wirestock)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PUNYA tubuh langsing nan singset jadi dambaan setiap orang. Bentuk tubuh seperti ini dianggap wujud dari konsep kecantikan ideal.

Namun, hasil riset terbaru University of Missouri-Kansas City, AS, menemukan bahwa konsep kecantikan ideal sudah berubah. Peneliti utama studi itu, Frances Bozsik, menjelaskan bahwa saat ini fisik yang ingin dicapai seseorang tak hanya tubuh yang kurus, tapi juga kencang.

Salah satu cara mendapatkannya dengan diet. Ada berbagai jenis diet yang diklaim efektif untuk menurunkan berat badan, salah satunya diet karnivora. Namun, apakah diet ini aman?

Saat menjalani diet karnivora, kamu hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan berbahan dasar daging atau makanan yang kaya akan protein dan lemak. Jika ingin menjalani diet karnivora, kamu sebaiknya di bawah pengawasan dokter.

Sebab dalam melakukan diet sehat, kamu disarankan mengonsumsi makanan dengan jenis bervariatif serta mengandung nutrisi lengkap, termasuk buah dan sayur.

Melansir dari laman Alodokter, terdapat beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh jika melakukan diet karnivora.

Baca juga:

Rekomendasi Asupan untuk Diet Khusus Perempuan

diet karnivora
Diet karnivora diyakini bermanfaat untuk menurunkan berat badan. (Foto: Freepik/Diana Grytsku)

1. Menurunkan Berat Badan

Diet karnivora bermanfaat untuk menurunkan berat badan. Melihat jenis asupan ketika melakukan diet ini, kamu tidak akan mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi karbohidrat dan gula, seperti biskuit, kue, permen, dan pasta.

Mengonsumsi makanan dengan kandungan tinggi gula sudah sejak lama diketahui mampu meningkatkan berat badan. Selain itu, makanan yang tinggi protein juga bisa membuat kenyang lebih lama dan menurunkan nafsu makan.

2. Mengurangi Risiko Depresi


Walaupun belum ada penelitian yang memastikan manfaat satu ini, beberapa orang dengan gangguan cemas dan depresi yang mencoba diet karnivora menyatakan bahwa mereka merasa suasana perasaan mereka lebih stabil selama menjalani diet jenis ini.

Namun, manfaat diet karnivora mengurangi risiko depresi ini masih perlu diteliti lebih lanjut. Ini karena cara kerja diet karnivora dalam mengurangi gangguan psikis belum diketahui secara pasti dan efektivitasnya pun belum tentu sama pada setiap orang yang menjalani diet ini.

3. Meningkatkan Massa dan Kekuatan Otot


Diet ini menitikberatkan bahwa segala yang kamu konsumsi adalah daging dan produk hewani. Nah, makanan-makanan dengan kandungan protein tinggi inilah yang diyakini bisa meningkatkan massa dan kekuatan otot.

4. Mengontrol Kadar Gula Darah


Saat menjalani diet karnivora, kamu tidak boleh mengonsumsi makanan selain hewan, termasuk makanan bergula dan berkabohidrat. Tidak mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat inilah yang dipercaya bisa mengontrol kadar gula darah.

5. Memperbaiki sel-sel yang rusak


Daging sebagai menu utama diet karnivora merupakan sumber protein. Di dalam tubuh, protein memiliki banyak fungsi penting. Salah satunya adalah mampu memperbaiki sel atau jaringan yang rusak.

Baca juga:

Bos Produsen Etilen Glikol dan Dietilen Glikol Buron

diet karnivora
Daging sebagai menu utama diet karnivora mampu memperbaiki sel atau jaringan yang rusak dalam tubuh. (Foto: Freepik/John Stocker)

Risiko Gangguan Kesehatan

Selain manfaat-manfaat yang telah disebutkan di atas, diet karnivora diketahui juga bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan.

1. Tekanan Darah Tinggi (hipertensi)


Daging yang menjadi makanan utama saat menjalani diet karnivora mengandung lemak jenuh dan kolesterol. Kandungan lemak jenuh ini dapat meningkatkan kadar lemak jahat (LDL) yang bisa membuatmu berisiko mengalami gangguan pada sistem kardiovaskular.

Selain itu, daging olahan yang tersedia di pasaran umumnya mengandung banyak garam. Jika kamu mengonsumsinya ketika menjalani diet karnivora, ini dapat meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi.

2. Sembelit


Saat menjalani diet karnivora, kamu tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan. Padahal, makanan yang berasal dari tumbuhan, seperti sayur dan buah, mengandung serat yang penting untuk menjaga kesehatan saluran cerna dan melancarkan BAB sehingga kamu berisiko terkena sembelit.

3. Kekurangan Beberapa Nutrisi Penting


Karena tidak bisa mengonsumsi biji-bijian, buah, sayur, serta kacang-kacangan saat menjalani diet karnivora, kamu akan berisiko tinggi kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh dari tumbuhan, seperti vitamin dan mineral.

Kekurangan nutrisi dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan, seperti gampang lelah, konsentrasi menurun, hingga mood mudah berubah. Bahkan, kekurangan nutrisi juga bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga membuatmu mudah terkena infeksi. (dgs)

Baca juga:

Hadapi Menopause dengan Diet Gavelston

#Diet
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Fun
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Simak 6 tips menjaga berat badan saat Lebaran tanpa harus menahan makan. Tetap bisa menikmati opor, rendang, dan kue kering dengan bijak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
Cara Menikmati Hidangan Lebaran Tanpa Khawatir Berat Badan Naik, Simak 6 Tips Ini
Lifestyle
Intermittent Fasting, antara Janji dan Jebakan, Bisa Bermanfaat Juga Tingkatkan Risiko Kardiovaskular
Mereka yang membatasi makan kurang dari delapan jam sehari memiliki risiko 135 persen lebih tinggi meninggal akibat penyakit kardiovaskular.
Dwi Astarini - Selasa, 02 September 2025
Intermittent Fasting, antara Janji dan Jebakan, Bisa Bermanfaat Juga Tingkatkan Risiko Kardiovaskular
Fun
5 Menu Sahur Sehat dan Mengenyangkan, Diet Pun Maksimal!
Saat menjalankan ibadah puasa, sahur menjadi waktu yang sangat penting untuk mempersiapkan tubuh agar tetap bertenaga sepanjang hari.
ImanK - Jumat, 28 Februari 2025
5 Menu Sahur Sehat dan Mengenyangkan, Diet Pun Maksimal!
Lifestyle
Apa Itu Clean Eating? Panduan Diet Bersih yang Populer di Kalangan Selebriti
Apa itu Clean Eating? Pendekatan diet yang fokus pada konsumsi makanan alami dan tidak diproses, serta menghindari makanan olahan yang mengandung bahan kimia, gula tambahan, dan lemak trans.
ImanK - Minggu, 04 Agustus 2024
Apa Itu Clean Eating? Panduan Diet Bersih yang Populer di Kalangan Selebriti
Lifestyle
Diet Kurangi Makan Bisa Berdampak Buruk terhadap Metabolisme Tubuh
Bisa memperlambat metabolisme, membuat penurunan berat badan menjadi lebih sulit.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juli 2024
Diet Kurangi Makan Bisa Berdampak Buruk terhadap Metabolisme Tubuh
Lifestyle
10 Buah Terbaik untuk Memulai Diet, Lengkap dengan Kandungan dan Manfaatnya
Buah terbaik untuk memulai diet sangat beragam. 1, Apel, 2. Alpukat, 3. Berry, 4. Kiwi, 5. Jeruk, 6. Semangka, 7. pear, 8. Pepaya
ImanK - Senin, 29 Juli 2024
10 Buah Terbaik untuk Memulai Diet, Lengkap dengan Kandungan dan Manfaatnya
Lifestyle
Alpukat vs Apel: Mana yang Lebih Bagus untuk Diet?
Dua buah yang sering dipertimbangkan dalam menu diet adalah alpukat dan apel. Masing-masing memiliki manfaat kesehatan yang berbeda, mana yang lebih bagus?
ImanK - Senin, 29 Juli 2024
Alpukat vs Apel: Mana yang Lebih Bagus untuk Diet?
Lifestyle
Apel vs Melon: Mana yang Lebih Baik untuk Diet?
Apel vs Melon, adalah dua buah yang ideal untuk dikonsumsi sewaktu diet, namun mana yang terbaik, penasaran?
ImanK - Kamis, 13 Juni 2024
Apel vs Melon: Mana yang Lebih Baik untuk Diet?
Lifestyle
Diet Rendah Gula: Tips Mudah untuk Mengontrol Asupan
Diet rendah gula sulit dijalankan, namun tidak menutup kemungkinan Anda bisa melakukan, tapi dengan catatan harus disiplin saat memilih makanan.
ImanK - Rabu, 05 Juni 2024
Diet Rendah Gula: Tips Mudah untuk Mengontrol Asupan
Lifestyle
Diet Mediterania Bantu Turunkan Kecemasan dan Stres pada Lansia
Diet Mediterania dapat menurunkan gejala stres dan kecemasan pada lansia. Hal ini berdasarkan studi University of South Australia.
Soffi Amira - Senin, 20 Mei 2024
Diet Mediterania Bantu Turunkan Kecemasan dan Stres pada Lansia
Bagikan