Diet Mediterania Bantu Turunkan Kecemasan dan Stres pada Lansia
Diet mediterania baik untuk lansia. (Foto: Unsplash/Brooke Lark)
Merahputih.com - Penelitian terbaru mengungkapkan, ternyata manfaat diet Mediterania tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, tetapi juga kesejahteraan mental, terutama pada lanjut usia (lansia).
Diet ini terkenal bisa mengurangi risiko penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit jantung. Diet tersebut menekankan konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan minyak sehat. Kemudian, juga memperhatikan jumlah moderat ikan dan makanan laut.
Berdasarkan studi yang dilakukan University of South Australia, diet Mediterania dapat menurunkan gejala stres dan kecemasan. Hal itu juga dipengaruhi dari faktor lain, seperti usia, jenis kelamin, atau indeks massa tubuh. Studi tersebut melibatkan 294 peserta berusia 60 tahun ke atas.
Meski tidak ada hubungan langsung dengan gejala depresi, manfaat ini diyakini berasal dari aspek spesifik diet, seperti kacang-kacangan dan rendahnya konsumsi minuman manis.
Baca juga:
4 Jenis Teh buat Bantu Diet, Sesap Sambil Turunkan Berat Badan
Para peneliti juga menekankan, bahwa komponen seperti kacang-kacangan dan kacang-kacangan kaya serat dan lemak sehat dapat memengaruhi kesehatan usus dan peradangan, yang juga mempengaruhi kesehatan otak.
"Asupan sayuran yang lebih tinggi juga terkait dengan gejala depresi yang lebih rendah, meski kami terkejut temuan secara keseluruhan tidak lebih kuat untuk meredakan depresi, dan ini butuh studi lebih lanjut," terang penulis studi, dr. Anthony Villani.
Hasil ini memberikan harapan diet Mediterania dapat menjadi bagian dari pendekatan holistik dalam manajemen kesehatan secara keseluruhan.
Melalui bukti yang meningkat tentang manfaatnya terhadap penyakit kronis, termasuk diabetes, diet ini juga dapat direkomendasikan untuk mendukung kesehatan mental seseorang. (waf)
Baca juga:
5 Juta Lebih Lansia Jepang Diprediksi Mengidap Demensia pada 2040
Bagikan
Andrew Francois
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya