Mampukah Donasi Membayar Keadilan Di Afghanistan?

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Minggu, 14 Desember 2014
Mampukah Donasi Membayar Keadilan Di Afghanistan?

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Internasional- Dana yang diberikan oleh donatur internasional telah digunakan untuk proyek-proyek non-militer di Afghanistan sejak perang pada tahun 2001. Namun demikian, lembaga dalam negeri tersebut tetap rapuh dan tetap mengalami ketidakstabilan.

Ratusan orang terlihat sangat menyedihkan, berkeliaran tanpa tujuan di kompleks pengadilan utama Kabul, Afghanistan. Salah satu dari mereka adalah Mahbobullah (33). Ia sudah berada di sana selama 10 tahun terakhir.

“Rumah saya dirampok 10 tahun yang lalu. Saya telah melaporkan kasus ini kepada polisi dan mengirimkan banyak berkas. Kasus saya ini selalu saja dialihkan dari satu sidang ke sidang yang lain. Namun tetap tidak ada hasil,” ujarnya.

Cerita lainnya datang dari Arif Rahimi. Rahimi (21) telah ditahan atas tuduhan pencurian alat penghancur batu dari sebuah perusahaan konstruksi.

“Sudah setahun saya berada di kompleks pengadilan ini. Saya sedang mencoba membuktikan ketidakbersalahan saya,” ungkapnya seperti yang dilansir dari Aljazeera.com.

“Setiap hari Senin saya diharuskan datang ke pengadilan. Ini adalah kasus sederhana yang jika diselidiki dengan benar, mereka bisa menetapkan seseorang bersalah kurang dari satu jam.”

Pengadilan utama dari kawasan tersebut pasalanya adalah lembaga awal dimana warga bisa melaporkan segala kasus mengenai kriminal, tanah dan sengketa keuangan, serta masalah keluarga. Namun lembaga ini dinilai lumpuh karena banyaknya kasus korupsi.

"Sayangnya, ada tuduhan korupsi dalam sistem peradilan, dan adanya korupsi akan membuka jalan bagi ketidakamanan di negara ini," kata Presiden Baru Afganistan, Ashraf Ghani, dalam pidato pelantikannya pada bulan September.

Namun pernyataan dari Ghani ini disangkal oleh Mawlawi Sediqullah Haqiq, Pimpinan dari Pengadilan Kabul. Dia mengutarakan bahwa beban kerja di pengadilan tersebut tidak cocok dengan kondisi stafnya. "Kami memiliki 4.000 kasus yang belum terselesaikan pada tahun 2013 di Kabul. Ini adalah kota lebih dari enam juta orang. Kasus dari provinsi juga ditransfer ke Kabul. Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan."

#Afghanistan #Internasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Dari Gang Sempit Keramat Pela, Keripik Tempe Mama Tina Tembus Pasar Internasional
Pekerja menggoreng kripik tempe di rumah usaha Keripik Tempe Mama Tina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 07 Mei 2026
Dari Gang Sempit Keramat Pela, Keripik Tempe Mama Tina Tembus Pasar Internasional
Dunia
Pakistan Kembali Lancarkan Serangan Militer ke Afghanistan
Beberapa putaran perundingan sebelumnya telah digelar di Qatar, Turki, dan Arab Saudi, tetapi tidak membuahkan hasil.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 April 2026
 Pakistan Kembali Lancarkan Serangan Militer ke Afghanistan
Indonesia
Konflik Pakistan-Afghanistan Memanas, DPR Desak Opsi Evakuasi WNI Disiapkan
Konflik Pakistan–Afghanistan memanas usai serangan ke Kabul. DPR desak Kemlu siaga lindungi WNI dan siapkan opsi evakuasi jika situasi memburuk.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 28 Februari 2026
Konflik Pakistan-Afghanistan Memanas, DPR Desak Opsi Evakuasi WNI Disiapkan
Dunia
Aksi Protes di Nepal Menewaskan 20 Orang hingga Membuat Perdana Menteri Mundur, Militer Ambil Alih Kekuasaan
Nepal mengalami gejolak sejak Senin (8/9).
Frengky Aruan - Rabu, 10 September 2025
Aksi Protes di Nepal Menewaskan 20 Orang hingga Membuat Perdana Menteri Mundur, Militer Ambil Alih Kekuasaan
Dunia
Gempa Afghanistan, Uni Eropa Nyatakan akan Kirim Bantuan meskiJaga Jarak dari Taliban
Pihak EU mengatakan akan mengirim 130 ton pasokan darurat dan membuka dana sebesar 1 juta euro untuk membantu para korban gempa mematikan yang melanda Afghanistan.
Dwi Astarini - Selasa, 02 September 2025
Gempa Afghanistan, Uni Eropa Nyatakan akan Kirim Bantuan meskiJaga Jarak dari Taliban
Dunia
Gempa Afghanistan, Korban Tewas Bertambah Jadi 900, Tim Penyelamat Sisir Pegunungan Cari Penyintas
Gempa tersebut merusak atau menghancurkan ribuan rumah yang sebagian besar terbuat dari batu bata lumpur dan kayu.
Dwi Astarini - Selasa, 02 September 2025
Gempa Afghanistan, Korban Tewas Bertambah Jadi 900, Tim Penyelamat Sisir Pegunungan Cari Penyintas
Dunia
Diguncang Gempa Magnitude 6, Desa-Desa di Afghanistan Timur Hancur, 800 Orang Tewas, dan 2.500 Terluka
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan gempa berkekuatan 6,0 yang terjadi pada Minggu pukul 23.47 itu berpusat 27 kilometer timur laut Jalalabad.
Dwi Astarini - Selasa, 02 September 2025
Diguncang Gempa Magnitude 6, Desa-Desa di Afghanistan Timur Hancur, 800 Orang Tewas, dan 2.500 Terluka
Lifestyle
Prestasi Gemilang TRUST di Panggung Musik Dunia: dari Golden Award hingga Johann Strauss Award
Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST), komunitas orkestra asal Indonesia, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional dengan meraih sejumlah penghargaan dalam ajang The 11th World Orchestra Festival 2025 yang digelar di Wina, Austria.
Frengky Aruan - Sabtu, 09 Agustus 2025
Prestasi Gemilang TRUST di Panggung Musik Dunia: dari Golden Award hingga Johann Strauss Award
Indonesia
Top, Internasional Akui Gerakan Pramuka Indonesia Menjadi Inspirasi Seluruh Dunia
Indonesia memiliki 34 Kwartir Daerah, 522 Kwartir Cabang, 6.886 Kwartir Ranting, dan 395.153 Gugus Depan, serta 9 pangkalan Gerakan Pramuka di Kantor Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.
Wisnu Cipto - Senin, 14 Oktober 2024
Top, Internasional Akui Gerakan Pramuka Indonesia Menjadi Inspirasi Seluruh Dunia
Lifestyle
Locking Ben Siap Wakili Indonesia di World Final Red Bull Dance Your Style
Locking Ben akan mewakili indonesia di World Final Red Bull Dance Your Style. Ia memenangkan Red Bull Dance Your Style Indonesia secara perdana.
Soffi Amira - Senin, 29 Juli 2024
Locking Ben Siap Wakili Indonesia di World Final Red Bull Dance Your Style
Bagikan