MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo berencana membuka kembali gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai tempat isolasi pasien terpapar positif COVID-19.
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) menyampaikan, aktifnya kembali gedung MPP itu jadi usaha untuk meringankan beban rumah sakit (RS) rujukan yang kini kondisinya 100 persen penuh terisi.
"Seluruh elemen penyokong pusat harus siap menyukseskan PPKM Darurat. Untuk itu, momen ini kita haris fokus sebab lonjakan kasus COVID-19 masih tinggi, dan saatnya kami merilis tempat isolasi tambahan tersebut," tutur Gus Muhdlor saat dikonfimasi, Minggu (18/7).
Baca Juga:
Kasus Aktif COVID-19 di Jakarta Turun, Kini Ada 108.728 Pasien
Ia menjelaskan, tempat isolasi di gedung MPP khusus bagi pasien bergejala sedang. Sebab, banyak kasus klaster keluarga melakukan isolasi mandiri dan tak tertangani tenaga medis.
"Ini sudah disiapkan sebanyak 70 bed (tempat tidur) tapi masih bisa dimaksimalkan hingga 145 tempat tidur untuk pasien. Dan juga ada puluhan dokter dan perawat yang akan mengawasi dan memantau," terang Gus Muhdlor.
Untuk penerimaan, lanjutnya, pasien yang isolasi di gedung MPP harus memeroleh rujukan dari puskesmas terlebih dahulu.
"Ya kalau kondisinya tanpa gejala akan diisolasi di posko yang ada di desa, yang ada gejala sedang di gedung MPP, sedangkan yang berat di RS rujukan," pungkas Gus Muhdlor. (Andika Eldon/Jawa Timur)
Baca Juga:
Cerita Anggota Satgas COVID-19, Bertaruh Nyawa Demi Evakuasi dan Pasok Makanan Pasien Isoman

