Makanan Turut Pengaruhi Kesehatan Kulit

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 24 September 2022
Makanan Turut Pengaruhi Kesehatan Kulit

Makanan mempengaruhi perawatan kulit wajah. (Pexels/Nguyen Khanh)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAYANG banyak orang berpikir bahwa menjaga kesehatan kulit hanya sebatas memakai produk skincare yang sesuai jenis kulit. Padahal, kunci penting dalam menjaga kulit senantiasa bersih dan sehat bergantung juga pada konsumsi makanan.

Setiap makanan punya kandungan dan nutrisi yang berbeda-beda. Nah, perbedaan ini bisa jadi tidak cocok dengan tipe kulit tertentu dan menyebabkan masalah, seperti minyak berlebih atau jerawat. Sebaliknya, suatu makanan juga bisa jadi cocok dengan suatu tipe kulit dan meningkatkan kualitasnya.

Melansir laman Healthline, ada beberapa jenis makanan yang bisa kamu konsumsi sesuai dengan tipe kulit masing-masing.

Baca Juga:

Nutrisi Bermanfaat dalam Nanas Merah Muda

makan
Ikan salmon baik untuk orang dengan tipe kulit kering. (Unsplash/Towfiqu barbhuiya)


Kulit kering


Tipe kulit ini biasanya ditandai dengan tekstur yang kasar, gatal, dan bersisik. Cara mengatasinya adalah dengan cukup terhidrasi dan salah satunya melalui makanan mengandung asam lemak. Misalnya apokat, minyak zaitun, dan ikan salmon.

Kulit berminyak


Seperti namanya, kulit dengan kondisi ini memiliki tekstur yang mengkilap akibat lapisan minyak. Cara menguranginya adalah dengan mengonsumsi makanan dengan kandungan minyak antiinflamasi di dalamnya seperti apokat, buah zaitun, ikan, dan biji flax.


Kulit kombinasi


Kulit ini kombinasi dari tipe kering dan berminyak. Biasanya bagian T Zone (dari dari hingga ke dagu) berjenis oily dan sisanya kering. Karena merupakan tipe kombinasi, maka cara terbaiknya adalah dengan memperhatikan makanan pokok seperti beras. Pilihlah makanan karbohidrat yang tinggi protein dan rendah glikemik, misalnya beras merah.

Baca Juga:

Manfaat Teh Blackcurrant bagi Kesehatan

makan
Jambu biji bagus untuk kulit kusam. (Unsplash/Yoga Setyono)

Nah, selain tiga tipe kulit di atas, ada juga tipe kulit lainnya. Biasanya tipe kulit ini muncul karena sejumlah permasalahan misalnya jerawat, kulit yang kusam, atau kerutan. Nah, ketiga tipe ini juga punya ‘makanannya sendiri’.


Kulit berjerawat


Jerawat adalah masalah yang paling sering dialami. Apalagi jika jerawat itu bertahan lama dan meninggalkan bekas. Ini merupakan kombinasi dari minyak, bakteri, dan radang. Makanan yang seharusnya dihindari adalah makanan berminyak dan terlalu manis. Untuk makanan yang direkomendasikan itu adalah Greek yogurt.

Kulit kusam


Tipe ini membuat wajah seseorang tidak cerah dan gelap. Biasanya hal ini disebabkan oleh stres dan kurangnya zat antioksidan. Nah, makanan yang mengandung antioksidan tinggi ini ada tomat, jambu biji, pepaya, biji cokelat, dan lada merah.


Kulit menua


Semakin tua, kerutan di wajah akan semakin terlihat. Meskipun ini hal yang wajar, tetapi ada beberapa makanan yang bisa mencegah kulit agar tak menua dengan cepat. Seperti yang banyak dikumandangkan, kolagen adalah kandungan makanan yang bisa membantumu awet muda. Misalnya, telur, ikan, dan daging tanpa lemak. (mcl)

Baca Juga:

4 Bahan Alami Pengganti MSG

#Kesehatan #Kulit Wajah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan