MerahPutih.com - Pemilik Majelis Taklim Amanah Yogyakarta Yuli Astuti membantah melakukan penipuan berkedok biro umrah terhadap para jamaah.
Yuli menjelaskan, dirinya memang membuka jasa pengurusan dan pemberangkatan umrah ke Arab Saudi. Pihaknya tengah berusaha memberangkatkan kliennya ke Tanah Suci.
Yuli menegaskan, akan bertanggung jawab dan memberangkatkan seluruh jamaah yang sudah mendaftar kepadanya. "Gak benar saya menipu. Saya akan memberangkatkan mereka tahun ini. Kalau gak November, mungkin Desember 2017," kata Yuli di Yogyakarta, Selasa (29/8).
Yuli sudah mengetahui, dirinya dilaporkan oleh para kliennya yang belum berangkat kepada Lembaga Konsumen Yogyakarta (LKY).
Dia menjelaskan, belum berangkatnya sejumlah klien disebabkan kendala administrasi dan belum turunnya paspor para klien. Dia pun mengaku ditipu oleh sesama rekanan biro umrah yang selama ini membantunya mengurus perizinan dan administrasi jamaah.
"Jadi, seharusnya pada Juni lalu ada 30 jamaah yang berangkat. Tapi saya ditipu sama rekanan saya. Jadi, ada sembilan orang yang tidak bisa berangkat karena paspor dan izinnya belum turun. Sembilan orang ini yang mungkin melaporkan saya ke LKY," kata dia.
Kini, pihaknya tengah mengurus persiapan pemberangkatkan klien-kliennya. Dia pun siap untuk memberikan penjelasan kepada para korban jika diminta.
Selama ini, dia mengaku sudah beberapa kali melakukan komunikasi kepada para jamaah yang belum berangkat. "Saya gak akan kabur. Saya selalu terbuka kepada mereka yang protes, karena saya bisa mengerti perasaan mereka," tandasnya.
Sebelumnya, sekitar 20 warga Yogyakarta melaporkan Majelis Taklim Amanah ke LKY atas dugaan penipuan berkedok biro umrah.
Para korban mengaku sudah membayar sejumlah uang untuk umrah sejak 2015. Namun, hingga kini tak kunjung diberangkatkan juga.
Sekretaris LKY DIY Dwi Priyono mengatakan akan memanggil pemilik Majelis Taklim Amanah esok untuk meminta keterangan.
Dwi juga berencana akan memanggil Kementerian Agama DIY dan para korban untuk berdiskusi bersama mencari solusi. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: ATM BCA Masih Rusak, Warga Tak Bisa Belanja Ke Pasar Tradisional