Mahasiswa Asal Biak Diminta Tak Terprovokasi Pulang ke Tanah Papua

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 16 September 2019
Mahasiswa Asal Biak Diminta Tak Terprovokasi Pulang ke Tanah Papua

Surat imbauan Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap M.Pd. (ANTARA News Papua/Muhsidin)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Mahasiswa asal Biak yang berkuliah di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, maupun Maluku dan Maluku Utara diminta tak terpancing isu dan provokasi ajakan eksodus pulang kampung ke tanah Papua.

"Semua mahasiswa Biak yang kuliah di berbagai kota di Indonesia diminta tetap konsentrasi untuk menyelesaikan studi di tempat perkuliahan," ujar Asisten 1 Sekda Biak, Friets G.Senandi menyampaikan surat imbauan Bupati Biak Herry Ario Naap, Minggu (15/9).

Baca Juga:

Akademisi Papua Usulkan Langkah-Langkah Penyelesaian Masalah Papua

Surat imbauan Pemkab Biak Numfor yang dikeluarkan Bupati Herry Ario Naap bernomor 100/247 tanggal 12 September 2019 ditujukan kepada semua mahasiswa asal Biak yang saat ini sedang berkuliah perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

Kepada para mahasiswa Biak, menurut Friets mengutif surat Bupati Herry Naap, jika mahasiswa tidak mematuhi imbauan serta terprovokasi dengan isu ajakan oknum-oknum yang tidak bertangung jawab untuk eksodus ke Papua maka mahasiswa bersangkutan tidak ada jaminan bisa diterima di perguruan tinggi di wilayah Papua.

Ratusan mahasiswa Papua saat menggelar unjuk rasa di Istana Negara
Ratusan mahasiswa Papua saat menggelar unjuk rasa depan Istana (MP/Kanu)

Pemkab Biak Numfor, sebagaimana dikutip Antara, sesuai dengan surat Bupati Herry Ario Naap, tidak menyediakan alokasi anggaran untuk memulangkan mahasiswa ke tempat kuliah dari kota studi semula.

Asisten 1 Sekda Biak Friets Senandi mengakui, pemerintah telah menjamin keamanan dan kenyamanan mahasiswa di kota tempat studi masing-masing.

"Apabila selama studi mahasiswa mendapat intimidasi di tempat tinggal atau lingkungan kampus diminta untuk segera melapor kepada pemda setempat atau pihak kampus serta aparat berwajib untuk ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," jelas dia.

Baca Juga:

Jaringan Damai Papua Sarankan Pemerintah Berdialog Dengan Masyarakat Adat

Surat Pemkab Biak Numfor terkait imbauan mahasiswa Biak di berbagai daerah Indonesia ditembuskan juga kepada Menteri Dalam Negeri Tjhayo Kumulo, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura, Kapolda Papua Irjen Rudolf A.Rodja di Jayapura, Ketua DPRD Biak Zeth Sandu serta Kapolres Biak AKBP Mada Indra Laksanta. (*)

#Papua #Papua Barat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan