Kesehatan

Magnesium Memberikan Manfaat Kualitas Tidur

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 28 Juni 2022
Magnesium Memberikan Manfaat Kualitas Tidur

Mengonsumsi makanan yang mengandung magnesium bisa membuat tidur lebih nyenyak_(Foto: Unsplash/Eaters Collective)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TERNYATA magnesium dapat membantu proses tertidur dengan mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang bertanggungjawab membantu merasa tenang dan rileks. Hormon melatonin yang baik dapat membantu memandu siklus tidur dan bangun.

Magnesium diperlukan untuk fungsi otak, jantung, dan otot dan sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Mengonsumsi suplemen magnesium dikaitkan dengan sejumlah manfaat, termasuk mengurangi peradangan, menghilangkan sembelit, dan menurunkan tekanan darah.

Baca Juga:

Telisik Penyakit Genital Warts Pada Perempuan

magnesium
Magnesium dapat meningkatkan kualitas tidur karena konsetrasi renin serum, melatonin, dan kortisol serum. (Foto: Unsplash/Jamie Street)

Mengonsumsi magnesium dapat membantu mengatasi masalah tidur. Magnesium mampu membantu otak dan tubuh menjadi rileks. Magnesium mengikat reseptor GABA, yang bertanggungjawab untuk menenangkan aktivitas saraf.

Dengan memperlambat proses ini, magnesium dapat membantu mempersiapkan tidur malam yang nyenyak. Jika tidak memiliki cukup magnesium dalam tubuh kita maka dapat mengganggu tidur bahkan insomnia.

Menurut Klinik Cleveland yang dikutip dari laman livestrong, bahwa ada banyak hal yang mengubah jadwal tidur. Dengan menyusun pola makan yang baik dengan mengonsumsi makanan tinggi magnesium, maka dapat meningkatkan tidur yang sehat.

Jika kita sering susah tidur, mungkin ada yang salah pada makanan yang dikonsumsi. Mulai saat ini cobalah perhatikan makanan yang mengandung magnesium.

Magnesium sebenarnya sangat mudah ditemukan dalam keseharian. Menurut USDA, makanan yang mengandung magnesium seperti bayam, biji labu, biji-bijian, Tuna, beras merah, kacang almond, avokat, dan pisang.

Baca Juga:

Benarkah Stres Menghambat Penurunan Berat Badan? Ini Kata Dokter

magnesium
Magnesium bisa didapat dari makanan berserat. (Foto: Unsplash/Dan Gold)

Jika berlarut tak memiliki kuallitas tidur yang baik, maka bukan mustahil mendapatkan berbagai gangguan kesehatan. Seperti serangan jantung, obesitas, diabetes, hingga kanker. Secara umum, makanan yang mengandung serat pasti menyediakan magnesium.

Kamu harus memperhatikan bahwa ketika kadar magnesium dalam tubuh rendah, begitu juga kadar serotonin. Meningkatkan kadar magnesium dapat membantu meningkatkan serotonin dan memperbaiki gangguan tidur. Magnesium pin dapat membantu mengatur neurotransmiter yang terlibat dalam proses tidur.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Research in Medical Sciences menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi suplemen magnesium tertidur lebih cepat.

Menurut American Sleep Asscociation, magnesium dapat membantu mengurangi perasaan stres dan khawatir dengan mengurangi tingkat kortisol malam yang dikenal sebagai 'hormon stres', dalam tubuh kita. Kekurangan magnesium dikaitkan dengan kecemasan, dan mengonsumsi lebih banyak magnesium terbukti membantu mengatasi kecemasan. (Mrf)

Baca Juga:

Pentingnya Memahami 12 Jenis Depresi

#Kesehatan #Makanan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan