MERAHPUTIH.COM - MUSISI reggae sekaligus solois asal Pasuruan, Madame Whimpsy, bersiap merilis single terbaru berjudul Durian pada 14 Agustus 2026. Lagu ini menjadi proyek kolaborasinya bersama King Masmus dan menawarkan konsep yang lebih dari sekadar judul unik. Di balik nama yang terdengar sederhana, Durian mengangkat berbagai isu, mulai dari kampanye tentang kekayaan pangan lokal, identitas budaya, hingga pandangan manusia dalam menyikapi perbedaan.
Kolaborasi ini mempertemukan dua karakter bermusik yang berbeda. Madame Whimpsy tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai musisi yang kerap menyuarakan isu-isu sosial melalui karya-karyanya, sedangkan King Masmus menghadirkan gaya penulisan lirik yang santai, penuh humor, sekaligus kaya akan metafora. Perpaduan tersebut menghasilkan warna baru yang menjadi identitas utama lagu Durian.
Ide di balik lagu ini lahir dari sebuah percakapan sederhana yang berlangsung tanpa rencana. Setelah berbincang melalui sambungan telepon selama lebih dari satu jam, King Masmus mengakhiri obrolan karena seorang temannya datang membawa buah durian. Momen singkat itu justru memunculkan inspirasi bagi Madame Whimpsy.
Baca juga:
Rayakan Ulang Tahun ke-30, Wonwoo SEVENTEEN Hadirkan Lagu Baru 'Spring, Summer, Fall, Winter'
Ia kemudian teringat pada Durian Kasmin, varietas durian khas Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, yang menurutnya memiliki potensi untuk kembali diperkenalkan sebagai salah satu kekayaan pangan lokal Indonesia. Tak lama setelah percakapan berakhir, Madame Whimpsy mengirim pesan singkat kepada King Masmus bertuliskan, 'DURIAN, King'. Respons yang diterimanya pun tak kalah singkat, 'Okay'. Dari komunikasi sederhana itulah konsep lagu mulai berkembang.
Seiring proses kreatif berjalan, durian kemudian dimaknai sebagai simbol yang lebih luas. Bagi Madame Whimpsy dan King Masmus, buah tersebut menjadi metafora tentang cara manusia memandang sesuatu berdasarkan persepsi masing-masing. Aroma durian yang kerap memunculkan perdebatan, bahkan dilarang di sejumlah ruang publik, dianggap mencerminkan bagaimana setiap individu memiliki selera, sudut pandang, dan penilaian yang berbeda terhadap hal yang sama.
"Bau itu seperti rupa. Semuanya relatif," kata Madame Whimpsy.
Selain itu, lagu Durian juga memuat simbol yang berkaitan dengan perempuan. Jika selama ini durian kerap diasosiasikan sebagai metafora bagian tubuh perempuan, Madame Whimpsy justru memaknainya sebagai representasi perempuan secara utuh. Baginya, durian yang dijuluki 'King of Fruits' memiliki kulit yang keras dan berduri, tetapi menyimpan kelembutan di dalamnya. Gambaran tersebut menjadi simbol bahwa perempuan dapat tampil kuat dan teguh memegang prinsip, tanpa kehilangan sisi lembut yang dimilikinya.(Far)
Baca juga:
Dongker Gelar 'Melankolia di Kolong', Perdengarkan Lagu Baru Jelang Album Kedua