Mabes Polri Gelar Nusantara Gemilang, Satukan Pemuda Indonesia Lewat Seni Budaya

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 23 Juni 2022
Mabes Polri Gelar Nusantara Gemilang, Satukan Pemuda Indonesia Lewat Seni Budaya

Ketua panitia event seni budaya Nusantara Gemilang Brigjen Roma Hutajulu. (Foto: MP/Kanugrahan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mabes Polri membuat terobosan baru dengan menggelar event seni dan budaya Nusantara Gemilang.

Pagelaran ini berlangsung dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-76 pada 1 Juli 2022 mendatang.

Ketua Panitia Brigjen Roma Hutajulu mengatakan, Nusantara Gemilang adalah festival seni dan budaya dari berbagai daerah yang melibatkan anak muda.

"Ada 14 provinsi dari 34 yang terpilih," kata Roma di Jakarta Pusat, Kamis (23/6).

Baca Juga:

Polri Pastikan 7 Penumpang Susi Air Selamat

Sebanyak 14 tim ini merupakan hasil seleksi dari penilaian tim juri di daerah hingga lewat video yang dikirimkan.

Menurut Roma, event ini bertujuan untuk menumbuhkan nasionalisme kebangsaan, mengedukasi menjadi pemuda pemudi yang menjadi harapan bangsa.

"Mereka juga diedukasi untuk menangkal berita hoaks dan mencegah penyebaran ujaran kebencian," ujar Roma.

Mantan Kapolres Jakarta Pusat ini menuturkan, ide membuat acara ini tak lepas dari relaksasi pandemi COVID-19 dan sebagai bagian rangakain HUT Ke-76 Bhayangkara.

"Polri mencoba masuk melalui seni dan budaya lewat Nusantara Gemilang. Untuk menyentuh pemuda pemudi yang memiliki kreasi di bidang seni artistik," ucap Roma.

Roma mengungkapkan bahwa acara ini menggelar perlombaan pentas seni budaya yang multikultural hingga menjadi ajang untuk membangun kebersamaan, keberbauran dan keakraban.

"Untuk menunjukan kebersamaan, keberbauran dan keakraban ini kepada masyarakat Indonesia dan dunia," kata Roma.

Menurut Roma, kegiatan ini bermakna, lahirnya sebuah paduan kebersamaan dengan saling menghormati dan menyelaraskan segala macam keberagaman lingkungan sosial budaya.

Peserta yang berjumlah 270 pemuda lintas suku ini tengah melakukan karantina dan pelatihan di Hotel Golden Boutiq, Jakarta Pusat.

Mereka juga melakukan tur ke sejumlah lokasi bersejarah bertemakan Wisata Kebangsaan, seperti Museum Polri, Monumen Nasional, hingga Museum Nasional.

Tak hanya itu, lanjut Roma, mereka juga mendapatkan pelatihan soal event organizer, public speaking, etika kepribadian dan kelas seni yang dipimpin koreografer Denny Malik selama delapan hari.

Nantinya, di tanggal 28 Juni mereka akan tampil menyajikan seni tarian dan musik khas nusantara.

Lalu, akan ada tiga tim terbaik untuk memperebutkan gelar juara di Ciputra Entrepreneur, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Polri Keluarkan Lis Nomor Telepon dari Sindikat Penjahat

Sementara itu, Denny Malik menyebut, para remaja itu mempelajari berbagai macam hal. Di antaranya tentang keindonesiaan, nasionalisme dan mencintai karya seni tanah air.

Sehingga, mereka mesti menampilkan kreatifitas bagaimana memadukan karya seni antar budaya di Indonesia.

"Mereka harus mengeksplorasi tarian daerah secara menarik dan modern," kata Denny.

Denny pun sudah memberikan pelatihan terhadap mereka. Seperti stage management, event organizer, etika, persiapan di backstage dan public speaking.

"Mereka sangat antusias ya. Karena banyak yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya," ujar Denny.

Denny berharap, mereka mampu menerapkan dan berbagi soal pelajaran yang didapat untuk orang-orang di sekitar mereka.

"Mereka tak hanya menjadi penampil saja tapi bisa berbagi hasil yang didapat selama berlatih di sini," harap Denny.

Pujian datang dari peserta yang ikut.

Peserta asal Sulawesi Selatan bernama Fanny Syam misalnya.

Ia mengaku mendapatkan banyak pelajaran selama mengikuti Nusantara Gemilang.

"Kami berlatih sangat cepat. Kesannya sangat luar biasa. Meski menguras energi ada manfaat yang kami dapatkan," kata Fanny.

Peserta lainnya asal Gorontalo, Novita Fakdawer mengaku akan membawakan tarian Saronde.

"Kami akan mencampurkan ragam khas dari daerah lain. Persiapan dua minggu. Ini kegiatan bermanfaat karena mempersatukan kami," ujar Novita yang berdarah Papua ini.

Miranda Sinaga, peserta dari Sumatera Utara mengaku senang bisa mengikuti acara Nusantara Gemilang.

"Kami belajar banyak soal nasionalisme dan persatuan. Tentu makin bangga karena kita bisa bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai macam suku," ujar dia.

Perwakilan dari Jawa Tengah, Farhan pun mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mengadakan kegiatan seni dan budaya seperti Nusantara Gemilang ini.

"Kami harap agar acara ini bisa berlangsung secara kontinu. Karena bisa mempersatukan pemuda pemudi dari berbagai penjuru Indonesia dalam bingkai NKRI," harap Farhan. (Knu)

Baca Juga:

Kapolri Gandeng Dewan Pers Cegah Polarisasi Pemilu 2024

#Mabes Polri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rekam Jejak dan Tugas Irjen Roycke Langie, Jenderal Asal Manado yang Isi Pos Astamaops Kapolri
Jenderal kelahiran Manado, 24 November 1970 ini sebelumnya menjabat Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Rekam Jejak dan Tugas Irjen Roycke Langie, Jenderal Asal Manado yang Isi Pos Astamaops Kapolri
Indonesia
Jaga Muruah Polri, Mabes Pastikan tak Ada Ampun untuk Kasat Narkoba Tangsel
Polri berkomitmen menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan narkotika, termasuk yang melibatkan personel internal.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
Jaga Muruah Polri, Mabes Pastikan tak Ada Ampun untuk Kasat Narkoba Tangsel
Indonesia
Polri Gencarkan Perburuan Bandar Narkoba di Kalteng Usai 3 Anggota Gugur saat Penggerebekan
Polri menggencarkan perburuan bandar narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah, setelah tiga anggota gugur saat operasi penggerebekan. Bareskrim meminta dukungan masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Polri Gencarkan Perburuan Bandar Narkoba di Kalteng Usai 3 Anggota Gugur saat Penggerebekan
Indonesia
Petinggi Polisi Jadi Tersangka Permainan Harga Ompreng BGN, Mabes Polri Ngaku Tidak Bakal Lindungi
LMI diduga menentukan harga ompreng dan diduga telah memasukkan komponen keuntungan yang akan diberikan kepada dirinya sebagai imbalan agar pengadaan di titik tertentu mendapat persetujuan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 Juli 2026
Petinggi Polisi Jadi Tersangka Permainan Harga Ompreng BGN, Mabes Polri Ngaku Tidak Bakal Lindungi
Indonesia
Polisi Boleh Main Medsos, Mabes Polri Kasi Syarat Asal untuk Kebaikan Institusi
Tetap diperbolehkan selama diarahkan untuk kepentingan institusi, khususnya fungsi kehumasan, dan berada di bawah koordinasi resmi.
Dwi Astarini - Selasa, 05 Mei 2026
Polisi Boleh Main Medsos, Mabes Polri Kasi Syarat Asal untuk Kebaikan Institusi
Indonesia
Perwira Polri Terlibat Pemilikan Narkoba di NTB Dibawa ke Bareskrim Polri
Dengan memberangkatkan AKP Malaungi pada pagi tadi ke Mabes Polri, kini Mabes Polri dapat melengkapi susunan puzzle dari kasus peredaran narkoba di wilayah NTB
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 27 Februari 2026
Perwira Polri Terlibat Pemilikan Narkoba di NTB Dibawa ke Bareskrim Polri
Indonesia
Terseret Kasus Narkoba, Eks Kapolres Bima AKBP Didik Berpotensi Dipecat dari Polri
Eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, menjalani sidang etik di Mabes Polri. Ia pun terancam dipecat dari Polri.
Soffi Amira - Kamis, 19 Februari 2026
Terseret Kasus Narkoba, Eks Kapolres Bima AKBP Didik Berpotensi Dipecat dari Polri
Indonesia
Mutasi 85 Perwira Polri, Pengamat Ingatkan Jangan Sekadar Formalitas
Polri memutasi 85 perwira pada Januari 2026. Pengamat kepolisian mengingatkan mutasi harus jadi instrumen reformasi, bukan sekadar rutinitas administratif.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
Mutasi 85 Perwira Polri, Pengamat Ingatkan Jangan Sekadar Formalitas
Indonesia
Kasus Penghasutan Bakar Mabes Polri, Laras Faizati Divonis Masa Percobaan 6 Bulan
Mantan pegawai AIPA, Laras Faizati Khairunnisa, divonis masa percobaan enam bulan dalam kasus penghasutan bakar Mabes Polri.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Kasus Penghasutan Bakar Mabes Polri, Laras Faizati Divonis Masa Percobaan 6 Bulan
Indonesia
Hasutan Pembakaran Mabes Polri, Laras Faizati Divonis 6 Bulan Percobaan
PN Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 6 bulan percobaan kepada Laras Faizati Khairunnisa dalam kasus hasutan pembakaran Mabes Polri dan memerintahkan pembebasan terdakwa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Hasutan Pembakaran Mabes Polri, Laras Faizati Divonis 6 Bulan Percobaan
Bagikan