MerahPutih.com - Kasus penggunaan foto hasil kecerdasan buatan (AI) dalam laporan penanganan parkir liar di aplikasi Jakarta Kini (JAKI) berujung pada penonaktifan sementara Lurah Kalisari, Jakarta Timur (Jaktim), Siti Nurhasanah.
"Ya (Lurah Kalisari dinonaktifkan), lagi proses. Nanti di Inspektorat," kata Wali Kota (Walkot) Jaktim Munjirin, saat ditemui media, di Pulogadung, Selasa (7/4).
Lurah Kalisari itu tersandung kasus unggahan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di wilayahnya yang menggunakan visualisasi AI dalam merespons laporan warga.
Baca juga:
Lurah Kalisari Bongkar Trik Foto AI Petugas PPSU, Coreng Wajah Layanan Publik di Jakarta
Putusan Final Tunggu Pemeriksaan Inspektorat
Munjirin menegaskan penonaktifan lurah dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat. "Untuk berapa lama dinonaktifkan, nanti kita lihat hasil pemeriksaan Inspektorat," ujarnya, dilansir Antara.
Walkot Jaktim menambahkan PPSU yang terlibat juga dikenakan sanksi awal berupa Surat Peringatan (SP) 1. "Proses PPSU-nya nanti dari lurahnya," tandas Munjirin.
Lurah Siti Nurhasanah sendiri membenarkan dirinya telah dinonaktifkan sementara. Namun, dia enggan berbicara panjang terkait sanksi penonaktifan yang diterimanya.
"Iya pak (benar dinonaktifkan)," jawab Lurah Siti singkat, saat dikonfirmasi terpisah oleh awak media.
Baca juga:
Kapok! Petugas PPSU Kalisari Dapat SP1 Usai Buat Laporan Fiktif Pakai AI di Aplikasi JAKI
Viral di Medsos
Sebelumnya, viral unggahan di media sosial yang menunjukkan seorang petugas PPSU menggunakan teknologi AI dalam merespons laporan warga terkait parkir liar di Jalan Damai, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Dalam unggahan itu, petugas PPSU yang mengenakan seragam oranye terlihat melakukan penanganan di lokasi. Namun, ternyata foto itu hasil manipulasi AI.
Tampilan visual petugas dalam foto tampak janggal, antara lain terdapat perbedaan atribut pakaian, serta hilangnya beberapa kendaraan dalam gambar.
Imbasnya, warga internet (warganet) atau netizen ramai-ramai mengecam sebagai bentuk manipulasi data dan tidak mencerminkan kondisi lapangan yang sebenarnya. (*)

