MERAHPUTIH.COM - WALI Kota New York Zohran Mamdani resmi menerapkan aturan larangan penggunaan artificial intelligence (akal imitasi/AI) di sekolah tingkat dasar sampai sekolah menegah pertama. Keputusan ini diinisiasi alasan koneksi antarmurid dan guru lebih penting pada tingkat pendidikan tersebut.
"Anak-anak membutuhkan guru dan interaksi antarmanusia untuk belajar, serta untuk tumbuh berkembang," kata Mamdani dalam video konferensi pers yang dibagikan akun Instagram @abc7ny, dikutip Jumat (4/9).
Ia mengatakan moratorium larangan penggunaan AI dapat membangun hubungan antara anak dan teman sekolahnya. Dengan hubungan seperti itu, menurut Mamdani, anak sekolah mengembangkan kemampuan sosialisasi, berpikir kritis, kemampuan menyelesaikan masalah.
"Mereka perlu mengembangkan keterampilan bersama teman-teman sebaya dan membangun hubungan dengan guru mereka, serta bergulat memecahkan masalah sulit secara mandiri. Industri teknologi ingin kita percaya bahwa AI dalam pendidikan dasar bukan hanya tak terelakkan, melainkan juga suatu keharusan," katanya.
Baca juga:
Moratorium tersebut isinya menghentikan penggunaan 40 aplikasi AI pendidikan yang digunakan di ruang kelas. Chatbot pendamping akan dilarang di semua tingkatan kelas, sambil pihak pemerintah mengecek seperti apa anak murid menggunakannya.
Mamdani menekankan selama ini tidak ada studi yang menunjukan manfaat AI bagi sekolah dasar dan menengah pertama. Selain semacam 'propaganda' yang disuarakan dari perusahaan terkait karena mendapatkan keuntungan dari hal tersebut.
"Kecuali, tentu saja, penelitian yang didanai perusahaan-perusahaan yang justru akan meraup keuntungan darinya," katanya.
Pelarangan Pertama di New York
Mamdani belum genap menjabat Wali Kota New York selama setahun. Namun, sejumlah kebijakannya visioner dan membantu di tengah kehidupan masyarakatnya. Salah satunya kebijakan pelarangan penggunaan AI di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Kebijakan ini sendiri menjadi kali pertama yang pernah, menghadirkan petunjuk penggunaan AI di bidang pendidikan di wilayah Kota New York.
"Hari ini, saya bangga mengumumkan kebijakan AI komprehensif pertama bagi sekolah negeri di New York City. Pemerintah kota memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ini merupakan kebijakan paling komprehensif di bidangnya di seluruh negeri," katannya.
Dia mengatakan penetapan pelarangan menggunakan AI akan diberlakukan pada tahun ini. "Oleh karena itu, mulai tahun ini, kami akan menerapkan moratorium satu tahun terhadap penggunaan AI generatif bagi siswa kelas TK hingga kelas 8," kata Mamdani.
Sementara itu, moratorium ini sedikit luwes kepada pada pengajar di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Disebutkan, guru masih boleh menggunakan AI untuk membantu pekerjaan administratif seperti perencanaan pelajaran dan penjadwalan.
Namun, sekolah menengah atas terbebas dari moratorium ini. New York memiliki program Kelas Literasi AI setahun dua kali untuk sekolah menegah atas yang menghasilkan progrom percontohan dengan kegiatannya menggunakan beberapa platform AI tertentu di bawah pengawasan guru.(Tka)
Baca juga: