MerahPutih.com - Apple Music bersiap memperketat transparansi konten musik yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau AI.
Platform streaming musik milik Apple itu akan menerapkan label khusus “Made With AI" untuk menandai karya yang secara material dibuat dengan bantuan teknologi AI.
Baca juga:
Harga iPhone 17 Dikabarkan Bakal Naik, Apple Siapkan Kejutan Tahun ini?
Label tersebut nantinya dapat dilihat oleh seluruh pengguna Apple Music dan diperkirakan mulai diterapkan pada akhir 2026.
Rencana ini disampaikan Apple melalui surat elektronik kepada mitra industri musik. Dalam komunikasi tersebut, Apple menyebut konten yang “materially generated using AI” akan mendapatkan penanda khusus di platform.
Label AI Tak Lagi Sekadar Pilihan
Langkah terbaru ini merupakan kelanjutan dari kebijakan transparansi AI yang diperkenalkan Apple pada Maret 2026 melalui AI Transparency Tags.
Sistem tersebut memungkinkan kreator mengungkapkan penggunaan AI dalam berbagai elemen karya, mulai dari sampul album, trek musik, komposisi, lirik, hingga video musik.
Ketika pertama kali diperkenalkan, penggunaan AI Transparency Tags masih bersifat opsional. Penyedia konten juga diberikan kewenangan untuk menentukan apakah sebuah karya memenuhi kriteria sebagai konten yang dibuat menggunakan AI.
Baca juga:
Bocoran Gila Apple iPhone Air 2! Pakai Chipset 2 Nanometer dan Kamera Super Canggih 48 Megapiksel
Kini, Apple berencana mengubah pendekatan tersebut.
Dalam komunikasi terbarunya kepada mitra industri musik, perusahaan menyatakan tag transparansi AI akan menjadi wajib apabila teknologi AI digunakan untuk membuat bagian material dari sebuah karya.
Ketentuan tersebut juga mencakup musik yang sepenuhnya dihasilkan menggunakan platform AI generatif.
Apple mendefinisikan konten yang dibuat oleh platform AI sebagai karya yang sebagian besar berasal dari layanan AI generatif.
Penggunaan AI di Industri Musik
Penggunaan AI generatif kini semakin memengaruhi industri kreatif, termasuk musik. Sejumlah perusahaan rekaman besar bahkan menyerukan agar musik yang dibuat secara massal menggunakan AI dan dianggap berkualitas rendah tidak dimasukkan ke dalam tangga lagu musik global.
Baca juga:
BTS Boikot Grammy, Recording Academy Ragu-Ragu Lanjutkan Kategori Musik Pop Asia yang Kontroversial
Di sisi lain, sejumlah layanan pemutaran musik daring mulai mengembangkan teknologi untuk mengenali musik yang dibuat menggunakan AI. Deezer, misalnya, telah memperkenalkan sejumlah fitur pendeteksian musik buatan AI.
Platform lainnya memiliki pendekatan yang berbeda dalam menghadapi perkembangan musik berbasis AI, mulai dari membatasi penyebarannya hingga membuka ruang lebih besar bagi konten yang dibuat dengan teknologi tersebut.