Luhut Harap Impor LNG Qatar Pacu Efisiensi
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (MP/Yohanes Abimanyu)
MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap, rencana impor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dari Qatar dapat memacu efisiensi biaya produksi di kawasan Sumatera Utara.
Saat ditemui di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Luhut menjelaskan bahwa impor LNG Qatar dengan harga 7,16 dolar AS per membantu lebih murah dibanding harga gas dalam negeri.
"Harganya itu dilaporkan pak Arcandra (wakil Menteri ESDM) tadi sekitar 7,16 dolar AS per membantu sampai di listriknya. Itu lebih murah dari yang dalam negeri. Nah, diharapkan bisa memacu dalam negeri supaya cost lebih efisien," kata Luhut di Jakarta, Senin (23/10).
Menurut mantan Menko Polhukam itu, impor LNG dari Qatar itu menjadi salah satu alternatif solusi atas tingginya harga gas di dalam negeri.
Sebelumnya, dia bahkan sempat menyampaikan ide untuk melakukan impor gas untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Indonesia barat lantaran biaya transportasi gas dari wilayah Indonesia timur yang terlalu besar.
"Kita cari sekarang yang lebih murah. Memang mungkin cost transportasi dari Indonesia timur ke Sumut itu tinggi, dulu saya pernah cerita," katanya.
Rencana impor LNG dari Qatar merupakan salah satu hasil kunjungan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani ke Indonesia, Rabu (18/10) lalu, yang diminta Presiden Jokowi untuk ditindaklanjuti oleh jajaran menteri.
Pemerintah, kata Luhut, akan menawarkan investasi pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Luhut mengungkapkan bahwa Emir Qatar menyatakan akan segera masuk ke Indonesia dan KEK Mandalika memiliki proyeksi bagus sehingga ditawarkan ke negara Timur Tengah tersebut.
Menko Maritim menyebut bahwa KEK Mandalika memiliki terminal kapal pesiar dan lapangan terbangnya akan diperpanjang hingga 3.000 meter serta akan dibangun resort halal di daerah tersebut.
"Qatar bisa masuk ke semua," katanya. (*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Luhut Puji Kekompakan SBY, Jokowi Hingga Prabowo di Tengah Ketidakhadiran Megawati
Dicalonkan jadi Dubes Jepang, Adik Luhut Tekankan Kerja Sama di Bidang Strategis
Luhut Sebut China Tunggu Perpres Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Ingin Segera Joint Study
Saksi Hidup 10 Tahun Jadi Pembantu Jokowi, Luhut: Jangan Mempersulit Pemerintahan Prabowo
Gibran, Fadli Zon Hingga Luhut Panjaitan Bakal Beri Materi ke Kepala Daerah
Imbas Program Makan Bergizi Gratis, Jatah Dana Desa Mau Naik Jadi Rp 8 Miliar
Danantara Bakal Bikin Perusahaan Milik Negara Bekerja Lebih Efisien dan Transparan
Relawan Luhut Pandjaitan Dukung RIDO di Pilkada Jakarta
Luhut Datangi Kantor Kemenag, Bicarakan Deklarasi 'Istiqlal 2024' Saat Paus ke Indonesia
Luhut Tunggu Menteri PUPR Basuki Tulis Buku Jadi "Bapak Jalan Tol di Indonesia"