Lucu! Tim Prabowo Klaim Targetkan Skor IPK Lebih Tinggi dari KPK, Pas Dihitung Salah

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 14 Januari 2019
Lucu! Tim Prabowo Klaim Targetkan Skor IPK Lebih Tinggi dari KPK, Pas Dihitung Salah

Anggota Tim Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Habiburokhman (tengah) (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kubu Timses Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto menyindir Pemerintah Jokowi gagal mendongkrak peringkat Indeks Persepsi korupsi (IPK) Indonesia yang dua tahun terakhir ini tidak bergerak di angka 37 dari skor tertinggi 100.

Tahun 2018 angka IPK Indonesia sama dengan periode sebelumnya, atau stagnan di skor 37, duduk di peringkat ke-96 dari 180 negara yang disurvei.

Bahkan, Anggota Direktorat Hukun BPN Prabowo-Sandi Habiburokhman mengklaim jika Prabowo terpilih sebagai Presiden mampu mencapai target IPK yang lebih tinggi dibandingkan yang dicanangkan KPK pada 2019 yakni mencapai skor 50.

"Jadi target kita, KPK punya target 2019 (skor IPK) 50. Kita ingin tingkatkan. Per lima tahun minimal (setahun) 5 poin," kata Habiburokhman dalam diskusi di Jakarta, kemarin.

KPK
Gedung KPK (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Apa yang diklaim kubu Prabowo ini memang terkesan sebagai angin segar bagi pemberantasan korupsi di Indonesia. Perhitungannya jika setiap tahun naik 5 poin maka jika Prabowo terpilih sebagai presiden di Pilpres 2019 peringkat IPK Indonesia pada 2024 berada di posisi skor 62, memang jauh di atas target KPK yang hanya mencanangkan skor 50.

Namun, ketika MerahPutih.com menghitung lebih detail ditemukan ada kejanggalan dalam target skor IPK kubu Prabowo yang diklaim jauh lebih baik dari KPK itu. Patut dicatat, KPK menargetkan IPK skor 50 itu untuk tahun 2019 ini, setelah dua tahun sebelumnya berturut-turut bertahan di angka 37.

Artinya, target kubu Prabowo dengan kenaikan 5 poin setiap tahun hanya mencapai skor 42 untuk tahun 2019. Tentu angkanya masih jauh di bawah target KPK bukan?

Neno Warisman bersama Prabowo Subianto
Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto (MP/Ponco Sulaksono)

Wajar bila sesumbar kubu Prabowo yang menyatakan target kenaikkan IPK Indonesia versi mereka lebih baik dari yang dicanangkan KPK terkesan lucu bagi publik yang menghitung lebih teliti pernyataan Habiburokhman. Namun, ada baiknya tidak berburuk sangka, mungkin saja petinggi Gerindra itu sedang khliaf salah dalam melakukan perhitungan. (Pon)

#Prabowo Subianto #KPK #Pilpres 2019
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
KPK masih merahasiakan jadwal pemanggilan ketiga Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek info selengkapnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Indonesia
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Sestama BNPB Rustian kembali diperiksa KPK terkait dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana usai sempat dilepas saat OTT. Cek faktanya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Indonesia
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
KPK mengusulkan RUU Perampasan Aset agar berwenang menyita harta pejabat yang tidak dilaporkan di LHKPN. Simak ulasan dan fakta hukum lengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
Berita Foto
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Tersangka Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WBE) Suhendrik, usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Oktober 2026
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Indonesia
Dicari Prabowo Tidak Ada, KDM Ternyata Ikut Padamkan Karhutla Ciremai: Juga Sudah Lapor ke Pak Seskab!
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) buka suara alasan absen saat dicari Presiden Prabowo. KDM mengaku fokus memimpin pemadaman karhutla Gunung Ciremai.
Wisnu Cipto - Jumat, 23 Oktober 2026
Dicari Prabowo Tidak Ada, KDM Ternyata Ikut Padamkan Karhutla Ciremai: Juga Sudah Lapor ke Pak Seskab!
Indonesia
Geledah Kantor BPK dan 2 Rumah di Jateng, KPK Menyita Uang Diduga Hasil Korupsi
Kasus tersebut bermula ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan dengan menangkap Hamenang, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Jawa Tengah
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Geledah Kantor BPK dan 2 Rumah di Jateng, KPK Menyita Uang Diduga Hasil Korupsi
Indonesia
Pemerintah Siapkan Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening, Bakal Dapat Saldo?
Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening. Simak target dan kriteria penerimanya.
Soffi Amira - Jumat, 23 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening, Bakal Dapat Saldo?
Indonesia
Momen Kocak Prabowo Cari Gubernur Jabar KDM yang Absen di 'Kandang Sendiri' Hingga Goda Pramono Anung
Presiden Prabowo Subianto curi perhatian publik saat mencari keberadaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) yang absen di acara Rakornas TPAKD. Simak momen uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Oktober 2026
Momen Kocak Prabowo Cari Gubernur Jabar KDM yang Absen di 'Kandang Sendiri' Hingga Goda Pramono Anung
Indonesia
Skandal Proyek Jalan Rp231 Miliar, KPK Garap 7 Mantan Pejabat BBPJN Sumut
KPK memeriksa tujuh mantan pejabat BBPJN Sumut terkait dugaan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara senilai Rp231,8 miliar. Simak daftar tersangkanya.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Oktober 2026
Skandal Proyek Jalan Rp231 Miliar, KPK Garap 7 Mantan Pejabat BBPJN Sumut
Bagikan