Lowongan Pekerjaan Termanis 

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 05 Agustus 2022
Lowongan Pekerjaan Termanis 

Sebuah perusahaan ritel daring permen menawarkan pekerjaan mencicip permen. (foto: pexels-criativithy)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

APAKAH pekerjaan impianmu? Digaji besar sambil mengerjakan hal menyenangkan, ya kan? Bersiaplah, pekerjaan impian itu mungkin saja ada. Sebuah perusahaan permen asal Kanada membuka lowongan pekerjaan termanis: mencicip permen.

Seperti dikabarkan CNN Business, Candy Funhouse, sebuah perusahaan ritel daring cokelat dan permen, membuka lowongan bekerja dari rumah sebagai kepala petugas permen mereka. Gaji yang ditawarkan pun manis: USD 78 ribu atau sekira Rp 1.162.863.000 per tahun. Dengan gaji sedemikian, tanggung jawab pekerjaan ini meliputi memimpin rapat dewan permen, menjadi kepala pencicip permen, dan beberapa tugas fun lainnya.

BACA JUGA:

Alternatif Permen, Memang Ada?

Lowongan yang diunggah via LinkedIn sejak Juli ini sudah diminati beberapa ratus orang. Chief Executive Officer Candy Funhouse Jamal Hejazi mengatakan ia terkejut dengan banyaknya aplikasi bertema ‘tiket emas’, juga video mendetail yang menampilkan seluruh keluarga menawarkan bantuan untuk mengerjakan tugas mencicip, dan tentu saja ikut berbagi upahnya.

“Bayangkan memori terbaikmu di seputar permen. Lalu kau akan memilikinya setiap hari sebagai pekerjaan,” kata Hejazi, mengakui betapa menariknya lowongan ini.

Lowongan kepala petugas permen yang mereka iklankan terbuka bagi siapa saja dan umur berapa pun. Anak lima tahun pun bisa ikut melamar, meski izin orangtua akan diperlukan. Banyak orangtua yang telah memfilmkan anak mereka mengisi aplikasi lowongan dan mengirimnya secara daring.

Menurut kabar di media sosial, kepala petugas permen nantinya diharuskan mencicip 3.500 permen dalam sebulan. Namun, Hejazi membantahnya. “Hanya 117 permen sehari. Angka 3.500 merupakan variasi stok yang dimiliki perusahaan. Mencicip 3.500 permen sehari, ah, itu terlalu banyak,” tegas Hejazi.

BACA JUGA:

Permen Karet Ini dapat Mengurangi Penyebaran Virus Corona?

Berpusat di luar Kota Toronto, Candy Funhouse digawangi empat bersaudara berusia 20-30 tahunan. Mereka tumbuh besar bersama orangtua mereka yang menjalankan toko donat dan sebuah restoran lokal.“Kakakku, Mo, ialah seorang pencinta permen. Ia mendirikan toko ini pada 2018. Ibuku ialah karyawan nomor dua di sini,” jelas Hejazi. Ia kemudian mengatakan kedua adik mereka kemudian bergabung di perusahaan itu.

Keluarga membuat perusahaan mereka berbeda dari pesaing besar, seperti Mars, Hershey, dan Amazon, dengan campuran produk nan ‘aneh’, kebijakan tanpa order minimal, dan kampanye kuat di media sosial. Sebanyak 340 ribu orang telah mengikuti Candy Funhouse di Instagram dan 3 juta lainnya di Tiktok. Salah seorang anggota Kardashian ada di antara pengikut itu.

permen
Bahkan anak 5 tahun bisa melamar. (foto: pexels-aleks)

Saat pandemi melanda di 2021, penjualan perusahaan ini melonjak signifikan. “Kami menghasilkan sedikit di bawah USD 15 juta. Beneran loh,” kata Hejazi. Dengan bisnis mereka yang makin manis, keluarga ini mempertahankan kepemilikan 90 persen.

Di hari-hari belakangan ini, perusahaan ini tengah mempersiapkan stok Halloween, peiode penjualan tertinggi permen dalam setahun. “Kami sudah menyiapkan 40 persen untuk stok Halloween,” imbuhnya.

Candy Funhouse sepertinya berada di jalur tepat untuk menuai hasil manis. Pekan lalu, perusahaan besar permen Hersheys melaporkan kesulitan memenuhi permintaan permen untuk Halloween tahun ini. Dengan celah yang ditinggalkan perusahaan besar, usaha keluarga Hejazi mungkin bisa kebagian bagian termanis dari industri permen ini.(dwi)

BACA JUGA:

Bukan ‘Jagoan’ Kalau Belum Tahu Iklan Permen ini

#Berita Unik #Gaya Hidup
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
30 Tahun Erajaya Group, Berkembang dan Bertransformasi untuk Selalu Relevan
Perubahan preferensi konsumen menjadi kompas utama kami dalam melangkah dan mengembangkan bisnis Erajaya.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Oktober 2026
  30 Tahun Erajaya Group, Berkembang dan Bertransformasi untuk Selalu Relevan
Dunia
Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Jika denda tetap diberlakukan, peminjam seharusnya membayar sekitar USD 12.055 atau sekitar Rp 200 juta.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
 Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Lifestyle
Begini Pentingnya Komunitas Wellness Bagi Perempuan, Bangun Percaya Diri
Veronica Tan menyoroti pentingnya tersedianya ruang bagi masyarakat, terutama perempuan, untuk aktif menjaga kesehatan sekaligus membangun komunitas yang saling menguatkan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Begini Pentingnya Komunitas Wellness Bagi Perempuan, Bangun Percaya Diri
Kuliner
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Sejak kopi bisa dinikmati rakyat secara umum, tradisi ngopi berkembang dari warung kopi sederhana di desa hingga kedai modern kekinian di kota besar.
Dwi Astarini - Minggu, 30 Agustus 2026
Menyesap Rasa, Menjalin Kisah dalam Seduhan Kopi
Dunia
Keisengan Membangunkan Beruang Kutub Berujung Denda
Orang tersebut, yang tidak disebutkan namanya, akhirnya didenda 50.000 kroner (sekitar Rp 93,5 juta) atas insiden tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
 Keisengan Membangunkan Beruang Kutub Berujung Denda
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Fun
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
Secara sepintas, tampilannya menyerupai tongkat atau kail berukuran besar dengan lengkungan alami yang hampir membentuk huruf 'U'.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Aisyah Chustiya Bawa Indonesia Juara Stick Nation Wood Cup lewat Kayu Berbentuk Unik
Lifestyle
Pilot Air Canada Terbang Selama Bertahun-Tahun dengan Lisensi Palsu
Ia telah menerbangkan puluhan ribu penumpang selama hampir 17 tahun.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
 Pilot Air Canada Terbang Selama Bertahun-Tahun dengan Lisensi Palsu
Lifestyle
Wujudkan Destinasi Lifestyle dan Hunian Dinamis di Penyangga Ibu Kota, Summarecon Serpong Memperluas Konektivitas lewat Jaringan MRT
Di masa depan, kawasan ini diharapkan dapat terintegrasi dengan jaringan MRT yang menghubungkan sejumlah kawasan di Jakarta Barat dan Banten.
Dwi Astarini - Rabu, 18 Maret 2026
Wujudkan Destinasi Lifestyle dan Hunian Dinamis di Penyangga Ibu Kota, Summarecon Serpong Memperluas Konektivitas lewat Jaringan MRT
Bagikan