MerahPutih.com - Lonjakan kasus COVID-19 pasca-libur Lebaran berpotensi bakal terjadi.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan, pihaknya telah mengantisipasi potensi lonjakan kasus COVID-19 pasca-libur Lebaran.
Mulai dari ketersediaan ruang perawatan, tenaga kesehatan, hingga obat-obatan.
Baca Juga:
Warga Tanah Abang Reaktif COVID-19 Usai Kembali Mudik dari Sukabumi
Total tempat tidur tersedia, isolasi untuk pasien COVID-19 sekarang secara nasional ada 70.000.
"Keterisiannya sampai sekarang 20.000, jadi masih ada buffer/cadangan sebanyak 50.000 atau 250.000 dari keterisian tempat tidur isolasi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (18/5).
Sementara untuk tempat tidur intensive care unit (ICU), papar Menkes, dari total kapasitas 7.500 yang dialokasikan, baru terisi sebanyak 2.500 tempat tidur sehingga masih tersedia sekitar 200 persen dari keterisian saat ini.
“Mudah-mudahan pasca-liburan panjang Lebaran kenaikannya tidak akan setinggi itu sehingga cadangan ruangan tempat tidur, baik tempat tidur isolasi maupun ICU yang ada tidak usah sampai penuh,” ujarnya.
Baca Juga:
Ini Langkah Pemkot Jakpus Antisipasi Penyebaran COVID-19 Setelah Libur Lebaran
Budi memaparkan, pihaknya juga terus memastikan ketersediaan obat-obatan serta tenaga kesehatan di fasilitas layanan kesehatan.
Seperti mempersiapkan kelengkapan rumah sakit, tempat tidur, dokter, hingga obat-obatannya.
"Mudah-mudahan cukup untuk bisa menampung kalau pun ada kenaikan dari kasus konfirmasi pasca-liburan Lebaran. (Namun) kita berdoa mudah-mudahan (lonjakan) itu tidak terjadi,” pungkas Menkes Budi G Sadikin. (Knu)
Baca Juga:
Tak Bawa Surat Bebas COVID-19, Pendatang yang Masuk Solo Dikarantina 5 Hari