MerahPutih.com - Setelah momen hangat Idul Fitri berlalu, banyak orang mulai kembali ke rutinitas harian—mulai dari bekerja, bersekolah, hingga menjalani aktivitas yang sempat terhenti selama libur Lebaran.
Suasana yang sebelumnya dipenuhi kebersamaan, hidangan khas, serta perjalanan mudik, kini perlahan berganti dengan ritme kehidupan yang lebih padat. Tak sedikit yang kemudian merasakan perubahan suasana hati—mulai dari perasaan kosong, lesu, hingga kehilangan semangat. Kondisi ini dikenal sebagai post holiday blues.
Baca juga:
Apa Itu Post Holiday Blues?
Dikutip dari berbagai sumber, post holiday blues merupakan kondisi emosional yang muncul setelah masa liburan berakhir. Gejalanya bisa beragam, seperti rasa malas, sulit berkonsentrasi, suasana hati yang menurun, hingga munculnya keengganan untuk kembali ke rutinitas.
Setelah menikmati waktu santai bersama keluarga dan orang terdekat, tubuh dan pikiran seolah mengalami “kejutan” saat harus kembali menghadapi aktivitas yang lebih cepat dan penuh tekanan.
Baca juga:
Libur Lebaran Ancol Makin Malam Makin Membludak, Kembang Api Pantai Lagoon Jadi Magnet
Fenomena ini tergolong wajar, terutama setelah libur panjang seperti Lebaran yang identik dengan istirahat total dan momen kebersamaan.
Perubahan drastis dari suasana santai menuju produktivitas tinggi membuat sebagian orang membutuhkan waktu untuk beradaptasi kembali. Tidak hanya fisik, tetapi juga mental yang perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan aktivitas harian.
Post holiday blues bukanlah kondisi yang berbahaya atau harus ditakuti. Justru, hal ini menjadi tanda bahwa momen istirahat dan kebahagiaan selama liburan memiliki dampak yang berarti bagi tubuh dan pikiran. (Far)