MerahPutih.com - Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik tegas menolak permintaan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi yang mendesak Gerindra untuk legowo memberi kursi jabatan Wakil Gubernur DKI kepada PKS.
Eks napi kasus korupsi itu bersikukuh ingin menduduki jabatan yang ditinggalkan Sandiaga Uno itu. Taufik mendaku Jakarta akan lebih maju lagi, jika dirinya yang mengisi kursi Wagub DKI.
"Emang kalo saya yang mimpin enggak maju? Lebih maju. maju udah," kata Taufik, saat dihubungi wartawan di Jakarta, semalam.
Taufik mengklaim dirinya sudah ditunjuk mengisi jabatan Wagub berdasarkan keputusan Rapat Pimpinan DPD Gerindra DKI. Menurut dia, keputusan DPD itu juga sudah dilaporkan ke Ketua Umum Prabowo Subianto.
Ketika ditanya apakah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sudah setuju bila dirinya menjadi calon kuat pengganti Sandiaga di kursi Wagub DKI, Taufik yakin langsung gol. "DPP tinggal saya sampein. insyaallah (setuju)," tegas dia.
Untuk diketahui, Taufik adalah kader Partai Gerindra yang juga diajukan menjadi Calon Legislatif. Namun menjadi polemik karena dia sempat ditolak KPU terkait statusnya sebagai mantan napi korupsi.
Petinggi Gerindra DKI itu tercatat melakukan tindak pidana korupsi sewaktu menjabat sebagai Ketua KPU DKI Jakarta. Taufik divonis 18 bulan penjara karena merugikan uang negara sebesar Rp 488 juta dalam kasus korupsi pengadaan barang dan alat peraga Pemilu 2004.
Kemarin, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi melobi Gerindra untuk mengusulkan satu nama calon tunggal wagub DKI. Adapun jatah itu diharapkan diberikan langsung ke PKS.
Tujuannya agar tak ada pengitungan suara atau voting di DPRD DKI Jakarta untuk menentukan Wagub DKI.
"Kan enggak apa-apa dua pengusung mengusung satu nama. Itu menunjukan soliditas dan kesepakatan. Kalau bisa begitu itu berarti Gerindra dan PKS koalisinya solid banget sampai presiden," tutur dia. (Asp)