Lingkungan Kemlu Syok Berat Pasca Tragedi Arya Daru, Ada Tekanan Mental di Balik Tirai Kedutaan?

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 31 Juli 2025
Lingkungan Kemlu Syok Berat Pasca Tragedi Arya Daru, Ada Tekanan Mental di Balik Tirai Kedutaan?

Diplomat Arya Daru Pangayunan/ Instagram

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI akhirnya angkat bicara mengenai hasil penyelidikan polisi terkait meninggalnya diplomat Arya Daru Pangayunan. Diduga kuat, tekanan mental akibat pekerjaannya menjadi salah satu pemicu utama dugaan bunuh diri.

Kepergian Arya Daru, pria berusia 39 tahun, meninggalkan duka mendalam bagi seluruh jajaran Kemlu. Almarhum dikenal sebagai sosok yang berdedikasi, ramah, dan baik hati.

"Almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik dan ramah, rekan kerja yang berdedikasi, serta senior yang mengayomi,” demikian pernyataan resmi Kemlu, Kamis (31/7).

Baca juga:

Keluarga Tak Percaya Diplomat Arya Bunuh Diri, Legislator Soroti Pertaruhan Nama Polri

Peristiwa ini bahkan menyebabkan guncangan emosional di lingkungan Kemlu. "Kepergian almarhum juga memberikan dampak emosional terhadap rekan kerja dan keluarga besar Kemlu lainnya," tambah Kemlu.

Sejak awal penyelidikan, Kemlu telah berkoordinasi dan menjalin komunikasi intensif dengan pihak keluarga, penyidik kepolisian, dan pihak terkait lainnya. Kemlu juga memberikan dukungan penuh serta akses ke seluruh informasi dan data yang dibutuhkan, termasuk kepada Komnas HAM.

Lebih lanjut, Kemlu memfasilitasi pengumpulan semua keterangan dan barang bukti yang diperlukan polisi. Selain itu, Kemlu juga menyampaikan belasungkawa dan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Kemlu akan terus mendampingi keluarga besar Alm dalam proses pengungkapan kasus ini secara empatik, terbuka dan objektif," janji Kemlu,

Baca juga:

Analisa Psikologi Forensik: Diplomat Arya Bunuh Diri karena Burn Out

Berdasarkan investigasi tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, polisi menyimpulkan bahwa Arya Daru meninggal dunia bukan karena pembunuhan atau tindak pidana lain.

Hasil autopsi forensik dan berbagai pemeriksaan (histopatologi, toksikologi, dan psikologi forensik) menunjukkan bahwa penyebab kematian Arya adalah mati lemas dan tidak ada indikasi keterlibatan pihak ketiga.

"Hasil pemeriksaan tersebut disimpulkan indikator kematian dari ADP mengarah pada indikasi meninggal tanpa keterlibatan pihak lain," jelas Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra.

#Arya Daru Pangayunan #Diplomat #Diplomat Indonesia #Kemenlu #Menteri Luar Negeri #Kementerian Luar Negeri
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Terpilih Jadi Anggota Komite Antarpemerintah Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026–2030
Keberhasilan ini merupakan hasil diplomasi intensif oleh Delegasi Indonesia di Paris, Jakarta, dan berbagai perwakilan lain dengan dukungan sejumlah negara sahabat.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
Indonesia Terpilih Jadi Anggota Komite Antarpemerintah Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026–2030
Indonesia
Puluhan Calon Dubes Belum Serahkan Kredensial ke Prabowo, Ini Kata Menlu Sugiono
Sugiono memastikan bahwa belum diserahkannya surat kepercayaan para duta besar kepada Presiden RI tidak berdampak apapun bagi kerja sama bilateral dengan negara dimaksud.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 04 Juni 2026
Puluhan Calon Dubes Belum Serahkan Kredensial ke Prabowo, Ini Kata Menlu Sugiono
Indonesia
Sempat Tertunda, Presiden Prabowo Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke Prancis Sekaligus Penuhi Undangan Macron
Menurut Sugiono, Prabowo sudah dua kali diundang Macron untuk kunjungan resmi kenegaraan.
Frengky Aruan - Rabu, 27 Mei 2026
Sempat Tertunda, Presiden Prabowo Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke Prancis Sekaligus Penuhi Undangan Macron
Indonesia
Untuk ke-4 Kalinya Presiden Prabowo Terbang ke Prancis, Idul Adha di Sana
"Jadi, tentu akan menyesuaikan (lokasi shalat Idul Adha Presiden), karena pas hari Rabu masih ada di sana. Jadi, tentu akan menyesuaikan situasi di sana. Nanti kita tunggu saja," kata Juri.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Untuk ke-4 Kalinya Presiden Prabowo Terbang ke Prancis, Idul Adha di Sana
Indonesia
9 WNI yang Ditangkap Israel Tiba di Indonesia, Disambut Bendera Palestina
9 WNI yang ditangkap Israel akhirnya tiba di Indonesia, Minggu (24/5). Kedatangan mereka disambut bendera Palestina dan Menlu RI, Sugiono.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
9 WNI yang Ditangkap Israel Tiba di Indonesia, Disambut Bendera Palestina
Indonesia
Golkar Sebut Pembebasan 9 WNI dari Israel Bukti Diplomasi Pemerintah Berjalan
Pemerintah Indonesia yang bergerak cepat melakukan komunikasi diplomatik untuk membebaskan para WNI tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Golkar Sebut Pembebasan 9 WNI dari Israel Bukti Diplomasi Pemerintah Berjalan
Indonesia
KSP Dudung Sebut 9 WNI yang Ditahan Israel Diperkirakan Tiba di Tanah Air Besok
Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman mengatakan, bahwa 9 WNI yang ditangkap Israel tiba di Tanah Air pada Sabtu (23/5).
Soffi Amira - Jumat, 22 Mei 2026
KSP Dudung Sebut 9 WNI yang Ditahan Israel Diperkirakan Tiba di Tanah Air Besok
Indonesia
9 WNI Dipukuli dan Disetrum Selama Ditahan Israel, Visum Dilakukan di Turkiye
Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla ternyata tak luput dari kekerasan fisik yang dilakukan personel Zionis Israel selama menjalani penahanan.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
9 WNI Dipukuli dan Disetrum Selama Ditahan Israel, Visum Dilakukan di Turkiye
Indonesia
9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan Israel, Kini Dalam Perjalanan Pulang ke Indonesia
Menlu RI Sugiono menyebut sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla 2.0 telah dibebaskan Israel dan kini menuju Turki sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan Israel, Kini Dalam Perjalanan Pulang ke Indonesia
Indonesia
Indonesia Kutuk Perlakuan Tidak Manusiawi Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla
Sugiono memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) peserta pelayaran GSF 2.0 yang diculik Israel telah dibebaskan, dan saat ini sudah dalam perjalanan keluar Israel.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Indonesia Kutuk Perlakuan Tidak Manusiawi Israel ke Aktivis  Global Sumud Flotilla
Bagikan