Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Liburan

Libur Kenaikan Kelas Tiba, di Rumah Saja ya

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 29 Juni 2021
Libur Kenaikan Kelas Tiba, di Rumah Saja ya

Di rumah saja sudah cukup. (Foto: Unsplash/Annie Spratt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERAKIT-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Peribahasa yang tepat untuk kamu yang sudah melewati ujian kenaikan kelas. Setelah ujian, ada waktu untuk bersenang-senang selama libur kenaikan kelas.

Namun, melihat penambahan kasus COVID-19, sebaiknya kamu menahan diri untuk tidak berlibur ke luar kota atau ke luar negeri. Jangan sedih, masih ada alternatif lain yang bisa kamu lakukan di rumah saja selama libur kenaikan kelas.

Baca juga:

Libur Sekolah, Yuk Didik Anak dalam Bermain Gawai

Kegiatan ini tentunya akan menyenangkan sekaligus bermanfaat. Berikut kegiatan tersebut menurut aplikasi pendidikan:

1. Menonton film atau series kesukaan jadi jago bahasa asing

Nonton film sekaligus belajar bahasa asing. (Foto: Unsplash/Charles Deluvio)

Terkadang banyaknya tugas dan ulangan dari sekolah membuat kita terlewat berbagai acara TV atau film kesukaan. Liburan bisa menjadi salah satu waktu kamu untuk menonton film atau serial-serial. Tetapi jangan sampai terlalu asyik menonton hingga lupa waktu untuk istirahat ya.

Selain menonton, kamu juga bisa belajar bahasa asing dari film kesukaan kamu. Contohnya dengan menggunakan subtitle bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan kamu dalam berbahasa Inggris.

2. Lakukan hobi untuk mengasah kemampuan non akademik

Hobi bisa kamu salurkan menjadi konten media sosial. (Foto: Unsplash/Chin Le Duc)

Terdapat beragam jenis hobi antara lain kesenian, olahraga, memasak, dan lain sebagainya. Hobi merupakan suatu kegiatan rekreasi di waktu luang untuk melepas penat. Setelah mengejar prestasi akademik selama di sekolah, kita juga perlu menyeimbangkannya dengan kegiatan non akademik.

Salah satunya adalah dengan menyalurkan hobi, dengan begitu kamu juga bisa mengembangkan bakat dan kemampuan yang kamu punya. Bahkan saat ini hobi tersebut bisa kamu salurkan menjadi konten-konten di media sosial. Jadi, apa hobimu? Apa pun hobinya, usahakan untuk tetap lakukan di rumah saja ya.

Baca juga:

Tetap Berasa Liburan Meski Hanya di Rumah

3. Melatih otak dengan bermain board game bersama keluarga

Banyak variasi board game untuk dimainkan. (Foto: Unsplash/National Cancer Institute)

Bermain tentu menjadi hal menyenangkan untuk mengusir rasa bosan bagi anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Board game bisa menjadi salah satu alternatifnya, contohnya seperti bermain monopoli, ular tangga, atau kartu uno.

Sekarang banyak variasi board game yang bisa kamu mainkan. Kegiatan bermain ini ternyata juga bisa membuat ikatan dengan keluarga semakin erat. Selain itu, bermain board game juga dapat melatih kinerja otak karena melalui permainan tersebut otak terstimulasi untuk berpikir secara kompleks dan membentuk memori. Tentunya dengan begitu, kemampuan kognitif menjadi terasah melalui pemecahan masalah dan pengambilan keputusan selama bermain.

4. Belajar berpikir kreatif dengan membuat kerajinan tangan

Tingkatkan kreativitas dengan membuat kerajinan tangan. (Foto: Unsplash/Annie Spratt)

Banyak kerajinan tangan di kanal Youtube yang bisa kamu tiru. Contohnya seperti membuat gantungan kunci, menyulam, atau membuat benda lain yang berguna. Barang bekas pun bisa kamu sulap menjadi wadah, pajangan, atau koleksi.

Ternyata melakukan kegiatan ini bisa meningkatkan kreativitasmu. Kreativitas yang tinggi ini dapat melatih untuk menggunakan ide-ide baru dalam memecahkan masalah yang tidak terduga nantinya.

5. Menambah wawasan baru dari artikel atau buku

Buku adalah jendela dunia. (Foto: Unsplash/Sincerely Media)

Buku adalah jendela dunia. Kamu bisa membaca untuk mengisi waktu luang. Selain itu, membaca dapat meningkatkan literasi serta fungsi otak. Tak harus buku pengetahuan, buku fiksi pun bisa menjadi salah satu pilihannya. Bila belum terbiasa membaca buku yang tebal, kamu bisa memulainya dengan membaca artikel. (ikh)

Baca juga:

Kunci Liburan Menyenangkan Bersama Si Kecil

#Lipsus Bulanan #Pendidikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Mendikdasmen Masih Bolehkan Pembelajaran Pakai Gawai, Tapi Aturannya Harus Jelas
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan gawai masih boleh digunakan di sekolah sesuai SE 18/2026, namun harus diatur jelas. Orangtua diminta terapkan prinsip 3S: screen time, screen zone, screen break.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Mendikdasmen Masih Bolehkan Pembelajaran Pakai Gawai, Tapi Aturannya Harus Jelas
Indonesia
Apa Itu Prinsip 3S? Kebijakan Baru Mendikdasmen Batasi Siswa Main Gawai
Kemendikdasmen meminta orang tua menerapkan prinsip 3S (screen time, screen zone, screen break) untuk membatasi penggunaan gawai siswa. Kebijakan ini diharapkan membentuk budaya digital sehat.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Apa Itu Prinsip 3S? Kebijakan Baru Mendikdasmen Batasi Siswa Main Gawai
Indonesia
Anggaran Pendidikan Tak Capai 20 Persen, DPR Tegas: Ini Perintah Konstitusi, Bukan Sekadar Target
Komisi X DPR RI mendesak pemerintah memenuhi amanat konstitusi terkait alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen setelah realisasi APBN 2025 baru mencapai 19,1 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Juli 2026
Anggaran Pendidikan Tak Capai 20 Persen, DPR Tegas: Ini Perintah Konstitusi, Bukan Sekadar Target
Indonesia
Banyak Warga tak Mampu Sulit Kuliah, DPR Minta Evaluasi Total Parameter Penentu Desil Penerima KIP
Negara tidak boleh menyerahkan nasib anak-anak dari keluarga miskin hanya kepada perhitungan algoritma yang berpotensi mengabaikan realitas di lapangan.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Banyak Warga tak Mampu Sulit Kuliah, DPR Minta Evaluasi Total Parameter Penentu Desil Penerima KIP
Indonesia
Tindakan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah, Mandikdasmen Nilai sebagai Tindakan Orang Iseng
Berdasarkan hasil investigasi kepolisian, Mu'ti menyampaikan situasi sekolah kini sudah aman.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Tindakan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah, Mandikdasmen Nilai sebagai Tindakan Orang Iseng
Fun
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Mahasiswa DKV Universitas Telkom Purwokerto, Ragatama Arrauf Rahmaputra, viral setelah tampil dengan corpse paint saat sidang Tugas Akhir.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Indonesia
Polisi Desain Ulang Kurikulum Pendidikan, Masukan AI dan Berfikir Holistik
Di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim), Polri tengah menyiapkan pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Polisi Desain Ulang Kurikulum Pendidikan, Masukan AI dan Berfikir Holistik
Indonesia
Siswa SMP Tewas Diduga Jadi Korban Bullying di Lumajang, DPR Minta Evaluasi Total Sekolah
DPR menyoroti kasus tewasnya siswa SMP di Lumajang yang menjadi korban bullying. Tragedi ini menjadi alarm pendidikan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Juli 2026
Siswa SMP Tewas Diduga Jadi Korban Bullying di Lumajang, DPR Minta Evaluasi Total Sekolah
Indonesia
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Syarat Wajib Jadi Guru di RI, Minimal IPK 3 Lulusan D-IV
Kemendikdasmen membuka Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 mulai hari ini hingga 25 Juli.
Wisnu Cipto - Kamis, 02 Juli 2026
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Syarat Wajib Jadi Guru di RI, Minimal IPK 3 Lulusan D-IV
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Bagikan