Lepas dari Status Museum, Hagia Sophia Adakan Salat Jumat Perdana
Sejumlah wisatawan mengunjungi Hagia Sophia di Istanbul, Turki (10/72020). ANTARA/Xinhua/Osman Orsal/aa.
MerahPutih.com - Ribuan warga Turki berkumpul di dekat Hagia Sophia untuk salat Jumat perdana sejak Presiden Tayyip Erdogan mengumumkan bangunan yang sama-sama dihormati oleh umat Kristen dan Islam selama 1.500 tahun itu kembali menjadi masjid.
Kerumunan orang ada di pos-pos pemeriksaan yang mengelilingi jantung bersejarah Istanbul, tempat ribuan polisi menjaga keamanan. Saat memasuki area aman, para jamaah yang memakai masker duduk di atas sajadah di Alun-Alun Sultanahmet.
Baca Juga:
Pertama Dalam Sejarah, Vatikan Tunjuk Orang Indonesia Masuk Dewan Kepausan
"Kami mengakhiri kerinduan selama 86 tahun hari ini," kata seorang muslim bernama Sait Colak, merujuk pada hampir sembilan dekade sejak Hagia Sophia dinyatakan sebagai museum dan tidak lagi menjadi tempat ibadah, dikutip dari Antara.
"Terima kasih kepada presiden kita dan keputusan pengadilan hari ini kita akan mengadakan shalat Jumat di Hagia Sophia."
Mahkamah Agung Turki mengumumkan bulan ini bahwa mereka membatalkan status Hagia Sophia sebagai museum.
Erdogan segera mengubah status Hagia Sophia menjadi masjid. Bangunan tersebut merupakan katedral Bizantium Kristen selama 900 tahun sebelum direbut oleh Ottoman dan berfungsi sebagai masjid hingga 1934.
Presiden Erdogan dijadwalkan untuk menghadiri salat Jumat tidak lama setelah pukul 13.00 waktu setempat (sekitar 17.00 WIB) bersama beberapa ratus undangan untuk upacara pembukaan di Hagia Sophia.
Selama 17 tahun pemerintahannya, Erdogan telah memperjuangkan Islam dan ketaatan beragama dan mendukung upaya untuk mengembalikan status masjid Hagia Sophia. Dia mengatakan, umat Islam harus dapat beribadah di sana lagi.
Alih fungsi Hagia Sophia menjadi masjid memicu kritik sengit dari para pemimpin gereja, yang mengatakan perubahan menjadi fungsi eksklusif ibadah muslim berisiko memperdalam perpecahan agama.
Baca Juga:
Tiongkok Konfirmasi 14 Kasus Baru COVID-19, Penularan Lokal Terdapat di Xinjiang
Turki mengatakan situs itu akan tetap terbuka untuk para pengunjung dan karya seni Kristen di situs itu akan dilindungi.
Erdogan telah membentuk kembali republik modern Turki, yang didirikan hampir seabad yang lalu oleh Mustafa Kemal Ataturk, seorang sekularis yang setia, mencabut larangan jilbab muslim di depan umum, mendorong pendidikan agama dan menjinakkan militer Turki yang kuat, yang pernah menjadi benteng nilai-nilai sekuler Ataturk.
Di dalam Hagia Sophia, lukisan-lukisan Kristen dan mosaik berkilauan menghiasi kubah besar dan aula tengah akan ditutupi tirai selama waktu shalat Muslim, tetapi tetap dipajang selama sisa waktu. (*)
Baca Juga:
Bebas COVID-19 Sejak Tiga Bulan Lalu, Vietnam Umumkan 12 Kasus Baru
Bagikan
Berita Terkait
Paus Leo Serukan Pembentukan Negara Palestina sebagai Jalan Damai
Hercules Militer Turkiye Jatuh Tewaskan Sedikitnya 20 Orang, Presiden Erdogan Ucapkan Duka Cita
Polisi Turki Tangkap Empat Kartunis Pembuat Gambar Satire Nabi Muhammad yang Picu Protes Besar
Sapa Mahasiswa Indonesia di Turki, Prabowo Didampingi Erdogan
Tiba di Turkiye, Prabowo Disambut Karpet Biru Langit oleh Erdogan
Agenda Presiden Prabowo di Türkiye Sebelum Buka Antalya Diplomatic Forum
Erdogan Sebut Seruan Ocalan Peluang Bersejarah Akhiri PKK, saatnya Hancurkan Teror
Mesut Ozil Putuskan Terjun ke Dunia Politik, Jadi Kader Partai Recep Tayyip Erdogan
Erdogan Mulai Pikirkan Bagaimana Menyambut Prabowo di Turkiye April Nanti, Parade Kuda Jadi Solusi?
KPK Yakin Prabowo Bakal Laporkan Hadiah Mobil Listrik dari Erdogan