Lebih Bahagia dengan Hewan yang Ada di Solo Safari

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 26 Desember 2023
Lebih Bahagia dengan Hewan yang Ada di Solo Safari

Solo Safari menghadirkan berbagai wahana baru. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KONSEP berbeda ditawarkan oleh Solo Safari. Solo Safari mengusung konsep berjalan menjadikan pengunjung dapat menikmati satwa-satwa yang ada di hadapannya dalam waktu lebih lama.

Para pengunjung juga diberikan kesempatan untuk memberik makan secara langsung kepada satwa yang ada di area kebun binatang itu.

Baca Juga:

solo safari
Solo Safari selain memperlihatkan koleksi satwanya, juga memberikan edukasi dan hiburan. (ANTARA/Chairul Rohman)

“Konsep kami memang memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk lebih dekat dengan hewan-hewan, dengan cara berjalan dan bisa langsung memberi makan kepada hewan-hewan itu,” kata General Manager Solo Safari Shinta Aditya seperti yang disampaikan pada Antara.

Memasuki gerbang pengunjung disambut dengan penampilan ular piton berwarna kuning. Ular ini memiliki berat 3,5 kg. Tak hanya dilihat saja oleh pengunjung. Namun pengelola kebun binatang ini memberikan kesempatan pada pengunjung yang mau berfoto dengan hewan melata itu.

Berbagai hewan dapat dilihat langsung oleh pengunjung yang terbagi-bagi dalam beberapa zona. Seperti Bengawan Solo yang berisikan berbagai satwa, seperti lutung, orang utan, siamang dan pelikan. Mereka menjadi semacam 'among tamu' untuk pengunjung Solo Safari.

Pengelola juga memberikan sisi edukasi tentang hewan dan zona bermukimnya. Termasuk penampilan 'artis-artis' Solo Safari yang dahulu dikenal sebagai Taman Satwa Taru Jurug. Seperti penampilan dari gajah asal Sumatera, dapat diajak berinteraksi oleh pengunjung.

Gajah-gajah itu melakukan atraksi selama 20 menit. Kedua gajah itu dapat mengalungkan rangkaian bunga pada pengunjung yang mau mendekat atau dipilih. Tak hanya gajah, penampilan orangutan bernama Nadia, burung hantu, kaktua, elang atau biturong adalah bagian dari hiburan kebun binatang ini.

Pengunjung juga dapat menikmati zona Afrika Savana yang berisikan hewan-hewan khas benua hitam itu. Seperti zebra dan burung unta yang berada dalam satu lokasi layaknya habitat mereka di Afrika.

Baca Juga:

Wahana Makan Sambil Lihat Singa di Solo Safari Jadi Favorit Pengunjung

solo safari
Beragam koleksi satwa yang ada di Solo Safari. (MP/Ismail)

Pada liburan nataru ini pihak pengelola menawarkan berbagai macam fasilitas dan koleksi satwa-satwa baru. Grand Opening yang dilakukan pada 22 Desember 2023, berusaha memberikan pengalaman berbeda kepada para pengunjung pada kebun binatang yang memiliki konsep “Walking Safari”.

Selain satwa Solo Safari juga menyajikan berbagai wahanan baru, seperti wahana labirin pertama yang ada di Solo. Kemudian Zip Line menawarkan sensasi berbeda, menikmati Solo Safari dari atas ketinggian yang melintasi area African Safana. Dengan ketinggian 5 - 10meter pengunjung dapat dengan bebas melihat berbagai macam binatang Afrika.

Kemudian terdapat pula kubah burung terbesar di Solo yang berisikan beragam jenis burung. Pada wahana ini para pengunjung dapat lebih dekat satwa yang ada. Di dalam wahana ini dibangun berbagai ornamen seperti air terjun buatan yang menambah kesan asri.

Ada satu wahana yang sangat menarik dan wajib dicoba. Pengelola memberikan kesempatan pada pengunjung untuk memberi makan Harimau dari jarak dekat namun tetap aman. Sementara itu kafetaria yang ada di dalam Solo Safari dibangun di atas kandang harimau. Sensasi yang tak terbayangkan.

Di dalam kebun binatang ini berdiri pula Museum Gesang yang berada dekat dengan Floating Market. Hadirnya museum tersebut karena lokasi Solo Safari yang bersebelahan dengan Bengawan Solo, lagu yang membawa nama Gesang tenar ke berbagai mancanegara.

Kemudian nantinya di sebelah museum ini, pengelola akan membuka tempat makan yang memberikan pandangan yang indah dan menarik seputar area ini. Adapula beberapa tempat makan yang seolah mengambang di danau yang bersebelahan dengan Bengawan Solo. Nantinya, danau itu akan dihiasi dengan berbagai binatang, seperti black swan dan pelikan. (*)

Baca Juga:

Gibran Ubah Nama Taman Satwa Taru Jurug Menjadi Solo Safari

#Wisata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Travel
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Kapal ini berangkat dari Belfast pada Oktober 2024 untuk melakukan pelayaran berkelanjutan keliling dunia.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Indonesia
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan tiket masuk Ancol tak bisa gratis. Hanya penerima KJP yang bisa menikmatinya.
Soffi Amira - Rabu, 28 Oktober 2026
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Infografis
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
MPpeeps jiwa petualang pasti merasa puas jika mengunjungi destinasi wisata unik yang ada di seluruh dunia!
Rezita Kesuma - Senin, 26 Oktober 2026
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
Travel
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Nature & Outdoor Experiences menawarkan beragam cara bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam Bali dengan cara yang berbeda.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Indonesia
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kawasan wisata Danau Kelimutu sudah kembali beroperasi pascagempa
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Fun
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Australia Barat menawarkan berbagai destinasi wisata ramah keluarga, mulai dari Busselton Jetty, Ngilgi Cave, hingga Lucky Bay yang dihuni kanguru liar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Bagikan