LBH Desak Oknum TNI Aniaya Bocah Segera Diadili
Ilustrasi Kekerasan terhadap Anak (MerahPutih/Alfi Rahmadhani)
Merahputih Megapolitan- Oknum TNI kembali berulah. Terduga H yang meerupakan salah satu anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) AL berpangkat Kopral, tega menyiksa anak dibawah umur H (14) dan M (13), di kawasan Cibonong, Jawa Barat, Desember 2015 silam.
Diketahui, terduga yang berdinas di Markas Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan melakukan tindak kekerasan tersebut pada tanggal 13 Desember 2015. Saat itu korban yang hendak berkunjung kerumah temannya R di kawasan Bojong Gede. Melewati jalan yang tidak rata dan berbatuan disekitar rumah oknum TNI, membuat korban yang saat itu berbonceng tiga menumpahkan air minuman gelas kearah rumah terduga.
Tak terima, terduga mengejar ketiga bocah itu sambil meneriaki maling. Mendengar teriakan, warga yang berada disekitar lokasi pun ikut mengejar. Korban tertangkap dan diarak menuju lahan yang berada dekat kediaman terduga H. Korban dianiaya hingga babak belur menggunakan rantai besi putih yang dicambukkan ke badan korban.
Mensikapi hal itu, Pengacara publik dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Bunga Siagian mendesak agar jajaran TNI AL, POMAL dapat mengawal kasus ini sampai tuntas.
"LBH meminta pelaku segera diadili untuk mengawal proses penegakan hukum pada pelaku. Pemerintah menjamin perlindungan bagi korban," kata Bunga dalam konferensi pers di Kantornya di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/1).
Bunga menjelaskan, kasus ini bukanlah yang pertama kali terjadi, kekerasan dan kultur main hakim sendiri masih nampak dalam bebrbagai kasus yang melibatkan oknum anggota TNI.
"TNI mestinya bertugas melindungi segenap bangsa dan rakyat Indonesia bukan sebaliknya," tegas Bunga.
Sementara itu, Arif Maulana yang juga mendampingi korban mengatakan, pertistiwa tersebut merupakan kegagalan bagi perlindungan anak di Indoensia.
"Pembentukan lemabaga-lembaga yang berfokus pada perlindungan anak masih belum optimal dan tegas dalam mengahadapi mencari penyelesaian komprehensif terkait permasalah semacam ini," kata Arif. (adt)
BACA JUGA:
- Kak Seto Berharap Hari Anak Jadi Hari Libur Nasional
- Pengacara: Kalau Mirna Mati karena Minum Kopi, Seharusnya Hani Juga
- Pengacara Bantah Jessica Setting Pembunuhan Mirna
- Ungkap Tewasnya Mirna, Polisi Periksa Sisca Hari Ini
- Polisi Dalami Keterangan Salah Satu Teman Ngopi Mirna
Bagikan
Berita Terkait
Anak Demam 40 Derajat Masih Lari-Larian? Dokter RSUD Pasar Rebo Larang Buru-Buru Kasih Paracetamol
Kapolri Luncurkan Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak Serta Pidana Perdagangan Orang di 11 Polda dan 22 Polres
Temuan Densus 88, Anak-Anak yang Marah saat Dilarang Main Ponsel Terindikasi Terpapar Paham Terorisme
Kasus Kekerasan Seksual Cenderung Meningkat di Kota Solo, Persetubuhan Anak Paling Banyak Dilaporkan
TNI AL Telah Kerahkan 20 Kapal Perang Bantu Pemulihan Daerah Bencana di Sumatera
Viral Video Bantuan ke Sumatera Berupa Kotak Kosong, Begini Penjelasan TNI
Wagub Kalbar Gandeng Imigrasi Buru 15 WNA China Penyerang TNI di Area Tambang Ketapang
Duduk Perkara Belasan WNA China Serang TNI Pakai Parang di Ketapang Versi Kodam XII/Tanjungpura
Kapal Perang USS Cincinnati-20 dan Drone AS Merapat ke Batam