Headline

Lawan Keputusan Trump Terkait Yerusalem, Hamas Serukan Intifadah

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 07 Desember 2017
Lawan Keputusan Trump Terkait Yerusalem, Hamas Serukan Intifadah

Warga Palestina menunggu ijin menyeberang ke Mesir untuk pertama kalinya setelah Hamas menyerahkan perbatasan Rafah kepada Pemerintah Palestina, (ANTARA FOTO/REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Keputusan Donald Trump memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem kontan mendapat reaksi keras dari Hamas (Gerakan Perlawanan Islam). Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh menyerukan intifadah terhadap pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Seruan tersebut dikeluarkan di tengah demonstrasi massa yang melanda seluruh Tepi Barat Sungai Jordn, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur.

"Besok akan menjadi hari kemarahan rakyat dan peluncuran perlawanan di bawah nama Intifadah Kebebasan Yerusalem", kata Ismail Haniyeh selama pidato terbuka, Kamis (7/12).

Ismail Haniyeh kembali menegaskan bahwa Jumat besok akan menjadi "awal gerakan baru" untuk memerangi rencana pendudukan Israel atas Tepi Barat dan Yerusalem.

"Trump akan menyesali keputusan ini," kata Haniyeh, sebagaimana dilansir Antara dari Xinhua. Ia menegaskan "integritas Yerusalem bukan hanya Yerusalem Barat atau Timur".

Sementara itu, Haniyeh juga menyerukan pertemuan umum Palestina guna membahas situasi saat ini dan mencapai kesepakatan mengenai politik Palestina pada masa depan.

Pemimpin Hamas tersebut, yang menggambarkan pengakuan AS sebagai "titik balik dalam sejarah masalah Palestina", menekankan bahwa Yerusalem "selalu telah menjadi sumber kemenangan, awal revolusi dan titip awal intifadah".

Ia juga kembali menyatakan Hamas takkan pernah mengakui keabsahan pendudukan Israel atas Wilayah Palestina.

Pada Rabu, Trump secara resmi mengumumkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan keinginannya untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pengumuman Trump memicu gelombang kemarahan dan kegeraman di kalangan rakyat Palestina.

Berbagai kekuatan politik dan faksi Palestina mengumumkan pemogokan umum di Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur, sementara sebagian pemrotes di Jalur Gaza membakar bendera AS dan gambar Trump.

Pemimpin Federasi Kamar Dagang Palestina Khalil Rizk mengatakan pemogokan umum tersebut adalah ungkapan protes terhadap keputusan presiden AS.

Kementerian Pendidikan Palestina mengumumkan pembekuan kegiatan belajar-mengajar pada Kamis, dan mendesak guru serta siswa agar ikut dalam demonstrasi di seluruh Tepi Barat dan Jalur Gaza.(*)

#Hamas #Konflik Palestina #Yerusalem #Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
“Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
Dunia
Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Trump menyampaikan janji itu dalam pidatonya di konvensi Partai Republik yang untuk pertama kalinya digelar di tengah masa jabatan presiden.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 Main Duit, Donald Trump Janjikan Rp 88 Juta untuk Setiap Warga Dewasa AS kalau Partai Republik Menang Pemilu Paruh Waktu
Bagikan