Headline

LAPAN Kembali Gelar Festival Sains Antariksa, Terkait Bumi Datar?

Eddy FloEddy Flo - Senin, 09 Oktober 2017
LAPAN Kembali Gelar Festival Sains Antariksa, Terkait Bumi Datar?

Ilustrasi siswa lakukan percobaan (ANTARA FOTO/Agus Bebeng)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Minat masyarakat terhadap pengetahuan alam semesta belum berkembang sebagaimana mestinya. Bahkan cenderung mundur jika dirujuk pada fenomena bumi datar yang belakangan ini kembali menggeliat.

Atas dasar itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengajak masyarakat untuk menambah wawasan tentang alam semesta melalui kegiatan bertajuk Festival Sains Antariksa 2017.

Agenda ini merupakan bentuk dukungan LAPAN pada deklarasi PBB yang berupaya memberi kontribusi pada masyarakat luas atas pencapaian kegiatan sains.

"Kita mendukung World Space Week yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 10 Oktober 2017, nah untuk tema sekarang 'Exploring New Worlds in Space' tema ini berfokus pada penjelajahan manusia dan robot di luar angkasa," kata Ketua Panitia FAS 201 Eliyani, Minggu (8/10) kemarin.

Eliyani sebagaimana dilansir Antara menjelaskan, tema ini berfokus pada bagaimana upaya dalam menjelajahi potensi kehidupan di luar angkasa. Selain itu membuka pandangan para siswa terhadap alam raya beserta hukum-hukum alam yang menaunginya.

Menurut dia acara ini melibatkan seluruh elemen masyarakat khususnya di kalangan pendidikan. Eliyani mengaku, dengan melibatkan kalangan pendidikan dan diharapkan peserta festival bisa menambah wawasannya dan juga bisa mengembangkan ilmu pengetahuan ini kedepannya.

Salah seorang peneliti LAPAN, Rhorom Priyatikanto menambahkan, festival ini sifatnya lebih pada edukasi pada publik dan memberitahukan pada masyarakat tentang pekan antariksa nasional.

"Sebenarnya porsi dari desiminasi litbang dari kegiatan ini lebih kepada edukasi publik dan penyadaran bahwa ada loh, pekan antariksa internasional itu," pungkas Rhorom Priyatikanto.(*)

#LAPAN #Lembaga Penerbangan Dan Antariksa Nasional (Lapan #Antariksa #Sains
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Lifestyle
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Jejak-jejak yang sebagian berdiameter hingga 40 sentimeter itu tersusun sejajar dalam barisan paralel.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Indonesia
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Founder dan Chairman Mayapada Group, Dato Sri Tahir, menemui Jokowi di Solo. Ia mengatakan, Museum Sains dan Teknologi diresmikan Maret 2026.
Soffi Amira - Jumat, 12 Desember 2025
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Bagikan